DENPASAR – Banteng Jatim FC U-17 memastikan sebagai juara Grup B Soekarno Cup 2025 setelah mengemas tujuh poin dari dua kemenangan atas Jabar dan DKI–Banten serta satu hasil imbang 0-0 melawan Banteng Sulawesi Selatan.
Catatan ini bukan hanya menempatkan Banteng Jatim di puncak klasemen, tapi juga menunjukkan konsistensi permainan dan ketangguhan mental skuad muda tersebut sepanjang babak penyisihan.
Menjadi yang terbaik di grup bukan sekadar unggul angka. Ada kerja keras, disiplin, dan keyakinan yang mereka bangun sejak awal turnamen.
Dengan status juara grup di tangan, Banteng Jatim kini bersiap menghadapi tantangan yang lebih berat pada semifinal melawan Banteng Jawa Tengah di Stadion Ngurah Rai, Bali, Kamis (11/12/2025). Tiket final menjadi target yang ingin mereka wujudkan dengan usaha maksimal.
Manajer tim, Dr. Ir. Daniel Rohi, M.Eng.Sc., IPU, menyebut capaian ini sebagai hasil dari kedisiplinan dan manajemen performa yang diterapkan secara konsisten. Dia melihat para pemain tumbuh tidak hanya dalam aspek teknik, tetapi juga dalam pengelolaan tekanan selama pertandingan.
“Lolos ke semifinal adalah hasil dari perencanaan dan eksekusi yang disiplin. Pemain kami bukan hanya kuat secara teknik, tapi juga matang secara mental menghadapi pertandingan yang ketat,” ujar Daniel, Rabu (10/12/2025).
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini menegaskan bahwa kekuatan tim tidak lahir dari kemampuan individu saja, tapi dari kerja kolektif yang solid.
“Untuk menjadi tim yang unggul, kemampuan individu, fisik yang prima, dan kecerdasan bermain harus berpadu dengan kekuatan tim. Kunci sukses tetap sama: latihan konsisten, mental kuat, dan pemahaman strategi agar permainan berjalan lebih efektif,” jelasnya.
Daniel menambahkan bahwa fokus tim kini mengarah pada pemulihan fisik dan analisis mendalam terhadap permainan Banteng Jawa Tengah.
“Kami mengapresiasi kerja keras seluruh pemain. Tugas selanjutnya adalah memastikan kesiapan penuh menghadapi semifinal,” kata Daniel.
Asisten manajer Eri Irawan memastikan seluruh kebutuhan non-teknis tim terpenuhi untuk menjaga kenyamanan dan kesiapan pemain. “Kami ingin para pemain datang ke lapangan dengan pikiran bersih dan tubuh bugar. Faktor off-field sangat memengaruhi hasil pertandingan,” ujar Eri.
Pelatih Anies Septiawan, S.Pd., menilai semifinal sebagai ujian penting bagi kedisiplinan taktis para pemain. Dia menekankan pressing efektif dan fleksibilitas strategi sebagai fokus utama persiapan.
“Semifinal selalu soal bagaimana mengelola tekanan dan momentum. Kami sudah mempelajari pola permainan lawan dan menyiapkan respons untuk berbagai situasi,” katanya.
Dengan persiapan yang menyeluruh, koordinasi manajerial yang kuat, serta semangat kolektif yang terus menyala, Banteng Jatim FC U-17 melangkah menuju semifinal dengan keyakinan penuh bahwa tiket final berada dalam jangkauan mereka. (nia/pr)