Minggu
13 September 2026 | 9 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Tegaskan Tak Ingin Impor Pangan

pdip jatim - Jokowi di sawah Lampung

pdip jatim - Jokowi di sawah LampungLAMPUNG TENGAH – Setelah mengunjungi PLTU Sembalang dan PT Bukit Asam, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Widodo melanjutkan kunjungan kerjanya ke sentra pertanian Trimurjo, Lampung Tengah. Di tempat ini, Presiden Jokowi yang berdiri di tengah sawah berdialog dengan para petani dan warga serta pelaku industri pertanian yang duduk di kursi kayu sederhana dan banyak pula yang berdiri.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menanyakan permasalahan yang ada di lapangan kepada para petani. Sementara para petani mengeluhkan tentang permasalahan pupuk dan jaringan irigasi yang rusak. “Pupuk, jaringan irigasi kurang sempurna, rusak. Jalan irigasi rusak,” ujar petani.

Mendengar keluhan itu, Presiden Jokowi langsung menjawab, “Pertama, (jaringan irigasi) yang rusak bulan depan bisa untuk (mengairi) 35 ribu hektar di sini saja. Traktornya 570 (unit). Pupuk 57 ton gratis dibagikan,” katanya.

Presiden lantas meminta para petani meningkatkan produksinya. Ia menyebutkan, pemerintah menargetkan bisa memproduksi 1 juta ton beras pada tahun depan. Untuk itu, lanjut presiden, pemerintah akan membangun dua waduk di Lampung. Salah satunya akan dibangun di Kecamatan Sukoharjo, Lampung.

Presiden Jokowi yang didampingi Gubernur Lampung Ridho Ficardo dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan, dalam 5 tahun mendatang, pemerintah menargetkan akan membangun minimal 30 bendungan di tanah air.

Presiden Jokowi mengharapkan agar pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah kabupaten dapat “kompak” agar dapat meningkatkan produksi padi. “Kalau kompak, kerja kompak, pemerintah pusat, kabupaten, sawah produksinya akan naik,” ujar Jokowi.

Sebelum mengakhiri dialognya, Presiden Jokowi menyampaikan dirinya ingin agar Indonesia tak lagi mengimpor komoditas pangan.

“Untuk seluruh petani, kita ingin negara kita tidak impor gula, cabai, beras, jagung. 3 sampai 4 tahun tidak impor. Saya ajak petani meningkatkan produksi. Kalau ada masalah sampaikan ke Gubernur, Mentan, kalau tidak bisa juga, ke Presiden,” tegas Jokowi.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Seusai berdialog dengan warga dan petani, Presiden Jokowi dan rombongan langsung menuju Bandara Raden Intan Lampung Selatan untuk melanjutkan perjalanan ke Bengkulu. (setkab)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pertanyakan RTRW Belum Rampung sejak 2024, Candra: Akan Berdampak pada Tata Kelola Pupuk

JEMBER – Rencangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jember, Jawa ...
RUANG MERAH

Desil Bukan Sekadar Angka, Ada Wajah Warga di Baliknya

Oleh Priyanto BELAKANGAN ini, ada satu kata yang semakin sering terdengar dalam percakapan tentang bantuan ...
SEMENTARA ITU...

Wakil Ketua DPRD Magetan Suyatno Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa di Panekan

MAGETAN – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan dari Fraksi PDI Perjuangan, H. ...
LEGISLATIF

Rekomendasikan Pemutakhiran Data Desil, DPRD Trenggalek Minta BPS dan Dinsos Turun ke Lapangan

TRENGGALEK – DPRD Trenggalek merekomendasikan pemutakhiran data desil secara langsung di lapangan untuk mengatasi ...
SEMENTARA ITU...

Yuzar: Kader Digital Harus Kritis, Jangan Mudah Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuzar Rasyid, mengingatkan kader digital Muhammadiyah ...
KABAR CABANG

Probolinggo Siaga Darurat Kekeringan, PDI Perjuangan Instruksikan Kader Jadi Early Warning System

KABUPATEN PROBOLINGGO – Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu daerah dengan status Siaga Darurat Kekeringan di ...