Jumat
28 Agustus 2026 | 4 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Naik KRL, TKN: Inspirasi bagi Kader Parpol Koalisi untuk Menangkan Pilpres 2019

pdip-jatim-jokowi-naik-krl1

MEULABOH – Kegiatan Presiden Joko Widodo yang naik kereta komuter arah Jakarta-Bogor saat jam pulang kerja pada Rabu (6/3/2019) petang diminta jadi inspirasi bagi kader partai koalisi pendukungnya untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Kader partai diminta mau mencontoh kerja keras dan kesediaan Jokowi untuk turun bersama rakyatnya.

Baca juga: Cerita Yahdi, Penumpang KRL yang Terkejut Bertemu Jokowi

“Kalau presidennya saja mau naik kereta, maka kader parpol pendukungnya harusnya mau jalan kaki. Bekerja door to door yakinkan rakyat,” kata Zuhairi Misrawi, anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf di Meulaboh, Aceh, kemarin.

Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) PDI Perjuangan ini mengatakan, bila Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf Amin menang di Pilpres 2019, maka mereka bisa melanjutkan komitmen dan pengabdian kepada rakyat.

“Kalau kita menang, insya Allah kita bisa melanjutkan komitmen pembangunan bangsa,” tutur Zuhairi.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi menggunakan KRL dari Jakarta menuju Bogor, usai menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Jakarta Selatan.

Jokowi naik kereta dari Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, sekitar pukul 17.45 WIB. Jokowi menggunakan KRL menuju kediamannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. 

Akun Instagram resmi @kantorstafpresidenri mengunggah potret Jokowi naik KRL tanpa pengawalan ketat. Terlihat dengan senyum lebarnya, Jokowi yang menggunakan seragam khas putihnya sedang asyik swafoto bersama warga yang menggunakan KRL.

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan, sejak menjadi walikota dan gubernur, Jokowi memang kerap bertemu secara langsung dengan rakyat. Karena menurut Hasto, komunikasi dengan rakyat harus menggunakan suasana batin secara langsung.

“Komunikasi dengan rakyat membutuhkan suasana batin yang baik dan mereka yang jarang bertemu rakyat artinya sikap batinnya gak siap,” ujar Hasto.

Terkait tudingan pencintraan Jokowi di masa kampanye, Hasto mengungkapkan bahwa dekat dengan rakyat adalah bentuk kepemimpinan Jokowi. “Dan untuk itu mereka hanya bisa menuduh pencitraan. Padahal itu adalah kepemimpinan Jokowi,” terangnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...
KRONIK

Soroti 903 KK Minta Update Data, Agung Priyanto: Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Hak Gara-Gara Desil

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti penggunaan desil ...
SEMENTARA ITU...

Ribuan Warga Padati Siraman Gong Kyai Pradah, Tradisi Leluhur Blitar Tetap Lestari di Tengah Efisiensi

Ribuan warga memadati Alun-alun Lodoyo menyaksikan Siraman Gong Kyai Pradah. Tradisi leluhur Blitar tetap ...