Jumat
23 Oktober 2026 | 4 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Inginkan Kabinet Kerja, Bukan Bagi-bagi Kursi

Jokowi salami massa kampanye malang

Jokowi salami massa kampanye malangJAKARTA – Bakal calon presiden Joko Widodo ingin komposisi kabinetnya nanti bukan diisi personel hasil koalisi bagi-bagi kursi, melainkan orang yang kredibel di bidangnya. Jika terpilih menjadi presiden, Jokowi tidak ingin pemerintahannya tersandera koalisi partai politik.

“Kita ingin membangun kabinet kerja, bukan kabinet politik. Saya akan ngotot untuk bangun kabinet kerja,” tandas Jokowi di depan pimpinan redaksi, di Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2014).

Menurut Jokowi, beban masalah yang dipikul bangsa Indonesia berat. Dia tidak ingin para menteri kabinetnya nanti sibuk mengurus partai.

Sebelumnya, Jokowi pernah pula mengatakan, jika dia terpilih menjadi presiden di Indonesia, kabinet menteri akan lebih banyak diisi oleh orang profesional ketimbang dari partai politik seperti yang terjadi selama ini.

Dia menambahkan, percuma mengembangkan “koalisi gemuk” tetapi ujung-ujungnya membebani penguasa pemerintahan dengan bagi-bagi kursi. Kader PDI Perjuangan yang sekarang menjabat Gubernur DKI Jakarta itu pun mencontohkan pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan dengan Paloh, dia sama sekali tak menyinggung soal jatah kursi maupun calon wakil presiden sebagai pendampingnya. “Saya ngomong apa adanya, ketemu Pak Surya Paloh kemarin ndak ada satu pun soal cawapres atau menteri. Saya cerita aja apa yang mau saya lakukan, salaman, sudah, selesai,” ujarnya.

“Kalau Nasdem satu saja cukup (untuk koalisi), ya sudah. Kita itu harus punya keberanian untuk melakukan itu. Kalau ndak, ya kita begini terus. Bagi-bagi kursi,” lanjut mantan Wali Kota Surakarta tersebut.

Jokowi sadar strategi politik itu mengandung banyak risiko. Jika PDI Perjuangan hanya berkoalisi dengan Nasdem yang notabene totalnya 25 persen suara, kata Jokowi, ada kemungkinan koalisi ini akan menjadi musuh bersama bagi partai lain.

Meski demikian, Jokowi menyatakan tidak gentar. Dia berkaca dari peta koalisi PDI Perjuangan dan Gerindra di Jakarta yang hanya 17 persen suara, program unggulannya tetap berjalan. “APBD jadi mundur, ya itu konsekuensi saja. Tapi nyatanya kan program-program tetap berjalan. Itu saja,” ujarnya. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Ini, Tiga Pesan Bupati Lukman pada Peringatan Hari Santri dan Wisuda Tahfidz Juz 30

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berharap peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tidak sekadar ...
UMKM

16 Pelaku UMKM Fatayat NU Gresik Terima Rombong Gratis dari Nila Yani

GRESIK – Sebanyak 16 pelaku UMKM dari anggota Fatayat NU Gresik mendapat bantuan rombong usaha gratis. Bantuan dari ...
KRONIK

Peringati Hari Santri, ASN Banyuwangi Kenakan Busana ala Santri Selama Sepekan

BANYUWANGI – Peringatan Hari Santri di Banyuwangi selalu mendapat perhatian lebih dari Pemkab Banyuwangi. Berbagai ...
KRONIK

HSN 2026, Bupati Fauzi Dorong Santri Kuasai Ilmu hingga Kembangkan Kewirausahaan

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mendorong para santri untuk memperkuat kualitas diri melalui ...
KRONIK

Sri Untari Ajak Emak-emak di Malang Berdoa Bersama Memohon Hujan

MALANG – Di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Jawa Timur, ...
KRONIK

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Ajak Santri Terus Mengabdi untuk Negeri

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, mengajak seluruh santri untuk terus ...