Jumat
28 Agustus 2026 | 3 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Hormati Ulama

pdip-jatim-ulama-di-istana-negara

JAKARTA – Tudingan anti Islam dan benci ulama kerap ditujukan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Padahal, tudingan tersebut sama sekali tidak berdasar dan berkebalikan dengan kenyataan yang ada.

Jokowi menghadapi pelbagai tudingan miring tersebut dengan menunjukkan bahwa dirinya tidak anti Islam dan juga tidak membenci ulama.

Hal tersebut terlihat dari pelbagai kegiatan yang dijalankannya selama menjabat, seperti kerap bertemu ulama baik dengan berkunjung ke pesantren-pesantren di Tanah Air maupun mengundang ulama ke Istana Negara.

Pada awal Februari 2019 lalu misalnya, Jokowi berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Anwar Rembang, Jawa Tengah. Ponpes tersebut diasuh oleh ulama kharismatik KH. Maimun Zubair atau Mbah Moen, yang dikenal dekat dan akrab dengan presiden.

Hanya berselang beberapa hari, pada Kamis (7/2/2019) Jokowi mengundang sedikitnya 400 kiai dan habib yang berdomisili di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) untuk hadir dalam acara silaturahim di Istana Negara.

Agenda bertemu ulama, dilanjutkan dua hari kemudian, pada Jumat (8/2/2019). Saat itu Jokowi mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittihad, Cianjur, Jawa Barat.

“Setiap bertemu dengan para ulama, hati saya selalu merasa tenang. Karena ulama selalu memberikan petunjuk-petunjuk dan nasihat kepada saya,” kata Jokowi saat silaturahmi dengan ratusan peserta Halaqah Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren Jawa Barat di Istana Negara, Jakarta, akhir Februari 2019.

Pertemuan Jokowi dengan ulama berlanjut pada 5 Maret 2019, diawali dengan mengundang 94 ulama dan tokoh masyarakat Aceh ke Istana Negara, Jakarta.

Pertemuan demi pertemuan Jokowi dengan ulama sejak awal Januari hingga awal Maret 2019, memperlihatkan bahwa tuduhan Jokowi anti Islam dan benci ulama tidaklah benar.

Di sisi lain, pada pelbagai kesempatan Jokowi juga selalu mengutarakan keprihatinannya atas tuduhan tak berdasar yang dialamatkan kepadanya.

Bagi Jokowi, perilaku tidak bertanggung jawab beberapa oknum yang memainkan isu sensitif seputar agama untuk meraih kekuasaan, amatlah memprihatinkan. Oleh karena itu, Jokowi menaruh harapan kepada para ulama dan tokoh agama untuk turut serta dan aktif dalam mencegah hoaks dan fitnah.

“Tanpa peran para pemuka agama, pemerintah tentu akan kesulitan dalam menanggulangi penyebaran kabar yang ditujukan untuk memecah belah persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman di Indonesia,” ujar Jokowi.

“Saya mengajak kepada para ulama untuk menyampaikan kepada masyarakat dan lingkungannya untuk merawat persatuan, kerukunan, dan ukhuwah (persaudaraan), baik ukhuwah Islamiyah maupun wathoniah, sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” tambahnya. (kompas)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...
KRONIK

Soroti 903 KK Minta Update Data, Agung Priyanto: Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Hak Gara-Gara Desil

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti penggunaan desil ...
SEMENTARA ITU...

Ribuan Warga Padati Siraman Gong Kyai Pradah, Tradisi Leluhur Blitar Tetap Lestari di Tengah Efisiensi

Ribuan warga memadati Alun-alun Lodoyo menyaksikan Siraman Gong Kyai Pradah. Tradisi leluhur Blitar tetap ...