Minggu
08 Maret 2026 | 6 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Hormati Ulama

pdip-jatim-ulama-di-istana-negara

JAKARTA – Tudingan anti Islam dan benci ulama kerap ditujukan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Padahal, tudingan tersebut sama sekali tidak berdasar dan berkebalikan dengan kenyataan yang ada.

Jokowi menghadapi pelbagai tudingan miring tersebut dengan menunjukkan bahwa dirinya tidak anti Islam dan juga tidak membenci ulama.

Hal tersebut terlihat dari pelbagai kegiatan yang dijalankannya selama menjabat, seperti kerap bertemu ulama baik dengan berkunjung ke pesantren-pesantren di Tanah Air maupun mengundang ulama ke Istana Negara.

Pada awal Februari 2019 lalu misalnya, Jokowi berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Anwar Rembang, Jawa Tengah. Ponpes tersebut diasuh oleh ulama kharismatik KH. Maimun Zubair atau Mbah Moen, yang dikenal dekat dan akrab dengan presiden.

Hanya berselang beberapa hari, pada Kamis (7/2/2019) Jokowi mengundang sedikitnya 400 kiai dan habib yang berdomisili di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) untuk hadir dalam acara silaturahim di Istana Negara.

Agenda bertemu ulama, dilanjutkan dua hari kemudian, pada Jumat (8/2/2019). Saat itu Jokowi mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittihad, Cianjur, Jawa Barat.

“Setiap bertemu dengan para ulama, hati saya selalu merasa tenang. Karena ulama selalu memberikan petunjuk-petunjuk dan nasihat kepada saya,” kata Jokowi saat silaturahmi dengan ratusan peserta Halaqah Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren Jawa Barat di Istana Negara, Jakarta, akhir Februari 2019.

Pertemuan Jokowi dengan ulama berlanjut pada 5 Maret 2019, diawali dengan mengundang 94 ulama dan tokoh masyarakat Aceh ke Istana Negara, Jakarta.

Pertemuan demi pertemuan Jokowi dengan ulama sejak awal Januari hingga awal Maret 2019, memperlihatkan bahwa tuduhan Jokowi anti Islam dan benci ulama tidaklah benar.

Di sisi lain, pada pelbagai kesempatan Jokowi juga selalu mengutarakan keprihatinannya atas tuduhan tak berdasar yang dialamatkan kepadanya.

Bagi Jokowi, perilaku tidak bertanggung jawab beberapa oknum yang memainkan isu sensitif seputar agama untuk meraih kekuasaan, amatlah memprihatinkan. Oleh karena itu, Jokowi menaruh harapan kepada para ulama dan tokoh agama untuk turut serta dan aktif dalam mencegah hoaks dan fitnah.

“Tanpa peran para pemuka agama, pemerintah tentu akan kesulitan dalam menanggulangi penyebaran kabar yang ditujukan untuk memecah belah persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman di Indonesia,” ujar Jokowi.

“Saya mengajak kepada para ulama untuk menyampaikan kepada masyarakat dan lingkungannya untuk merawat persatuan, kerukunan, dan ukhuwah (persaudaraan), baik ukhuwah Islamiyah maupun wathoniah, sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” tambahnya. (kompas)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Buruh Malang Diminta Segera Lapor Jika THR Telat Dibayar, Eko Herdiyanto Siap Kawal

MALANG — Ketua Komisi D DPRD Kota Malang dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Herdiyanto, meminta para pekerja tidak ...
KABAR CABANG

Ratusan Gen-Z dan Milenial Sidoarjo Ikuti Fit & Propertest Calon Ketua PAC

SIDOARJO – Anggapan sebagian pihak terkait anak-anak muda Kabupaten Sidoarjo apatis terhadap politik terbantahkan. ...
HEADLINE

Said Abdullah: PDIP Jatim Bangun Ekosistem Sepak Bola Muda, 1.000 Talenta Ikuti Seleksi

BLITAR — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pembinaan sepak bola usia ...
KRONIK

Longsor Menerjang Panekan Magetan, Kader Banteng Datang Kerja Bakti dan Bawa Bantua

MAGETAN – Wakil Ketua DPRD Magetan dari PDI Perjuangan, Suyatno bersama PAC Kecamatan Panekan turun langsung ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Sambang PAC dan Ranting, Bagikan Paket Sembako

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung melakukan kegiatan sambang PAC dan Ranting se-Kabupaten ...
KRONIK

Seleksi Banteng Jatim FC U-17 Bangkitkan Semangat Sepak Bola Blitar Raya

BLITAR — Semangat kebangkitan sepak bola muda bergema di Stadion Soepriadi, Kota Blitar, saat DPD PDI Perjuangan ...