Kamis
15 Oktober 2026 | 5 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Hormati Ulama

pdip-jatim-ulama-di-istana-negara

JAKARTA – Tudingan anti Islam dan benci ulama kerap ditujukan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Padahal, tudingan tersebut sama sekali tidak berdasar dan berkebalikan dengan kenyataan yang ada.

Jokowi menghadapi pelbagai tudingan miring tersebut dengan menunjukkan bahwa dirinya tidak anti Islam dan juga tidak membenci ulama.

Hal tersebut terlihat dari pelbagai kegiatan yang dijalankannya selama menjabat, seperti kerap bertemu ulama baik dengan berkunjung ke pesantren-pesantren di Tanah Air maupun mengundang ulama ke Istana Negara.

Pada awal Februari 2019 lalu misalnya, Jokowi berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Anwar Rembang, Jawa Tengah. Ponpes tersebut diasuh oleh ulama kharismatik KH. Maimun Zubair atau Mbah Moen, yang dikenal dekat dan akrab dengan presiden.

Hanya berselang beberapa hari, pada Kamis (7/2/2019) Jokowi mengundang sedikitnya 400 kiai dan habib yang berdomisili di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) untuk hadir dalam acara silaturahim di Istana Negara.

Agenda bertemu ulama, dilanjutkan dua hari kemudian, pada Jumat (8/2/2019). Saat itu Jokowi mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittihad, Cianjur, Jawa Barat.

“Setiap bertemu dengan para ulama, hati saya selalu merasa tenang. Karena ulama selalu memberikan petunjuk-petunjuk dan nasihat kepada saya,” kata Jokowi saat silaturahmi dengan ratusan peserta Halaqah Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren Jawa Barat di Istana Negara, Jakarta, akhir Februari 2019.

Pertemuan Jokowi dengan ulama berlanjut pada 5 Maret 2019, diawali dengan mengundang 94 ulama dan tokoh masyarakat Aceh ke Istana Negara, Jakarta.

Pertemuan demi pertemuan Jokowi dengan ulama sejak awal Januari hingga awal Maret 2019, memperlihatkan bahwa tuduhan Jokowi anti Islam dan benci ulama tidaklah benar.

Di sisi lain, pada pelbagai kesempatan Jokowi juga selalu mengutarakan keprihatinannya atas tuduhan tak berdasar yang dialamatkan kepadanya.

Bagi Jokowi, perilaku tidak bertanggung jawab beberapa oknum yang memainkan isu sensitif seputar agama untuk meraih kekuasaan, amatlah memprihatinkan. Oleh karena itu, Jokowi menaruh harapan kepada para ulama dan tokoh agama untuk turut serta dan aktif dalam mencegah hoaks dan fitnah.

“Tanpa peran para pemuka agama, pemerintah tentu akan kesulitan dalam menanggulangi penyebaran kabar yang ditujukan untuk memecah belah persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman di Indonesia,” ujar Jokowi.

“Saya mengajak kepada para ulama untuk menyampaikan kepada masyarakat dan lingkungannya untuk merawat persatuan, kerukunan, dan ukhuwah (persaudaraan), baik ukhuwah Islamiyah maupun wathoniah, sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” tambahnya. (kompas)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pelaku Usaha Mikro Tuban Didorong Berkoperasi

TUBAN – Upaya memperkuat perekonomian berbasis kerakyatan terus didorong di daerah. Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Pertanyakan Pengawasan Dishub, Pelanggaran Parkir Terjadi di Depan Petugas

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mempertanyakan efektivitas pengawasan Dinas Perhubungan (Dishub) setelah ...
KRONIK

Anak Muda Magetan Didorong Tanggap Bencana, Manfaatkan Medsos hingga Turun Lapangan

MAGETAN – Generasi Z (Gen Z) dan kaum muda memiliki posisi strategis untuk menjadi motor penggerak sekaligus ...
EKSEKUTIF

Rijanto Sidak Dua Proyek Strategis Blitar, Pastikan Jalan dan Jembatan Tepat Sasaran

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto turun langsung meninjau rencana perbaikan jalan di Dusun Kepek, Desa Ngeni, ...
KRONIK

Gelar GAS NIKAH di Yayasan Taufiqus Sibyan, Hj. Ansari Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, mengingatkan masyarakat agar mencatatkan pernikahan ...
KOLOM

Pendidikan Karakter dan Cinta Tanah Air : Catatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya

Oleh Susy Cecilia Agustina S.* IBARAT pohon, cinta tanah air tidak tiba-tiba tumbuh, tapi perlu disemai, dipupuk, ...