Jumat
14 Agustus 2026 | 4 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Magetan Diartikan Rocky Gerung: Marhaen Geregetan

IMG_6863_copy_538x359

MAGETAN – Akademisi Rocky Gerung datang di Magetan, Minggu (28/6/2026). Kesenian Reog Ponorogo menyambut kedatangan intelektual kritis itu sebelum menjadi pembicara dalam acara Soekarno Talk-In: Book Launching Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z.

Dalam prosesi penyambutan, Rocky Gerung turut menaiki dadak merak, ikon utama kesenian Reog Ponorogo. Momen tersebut menjadi perhatian masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Tepuk tangan dan sorak antusias mengiringi Rocky saat menyapa warga, menjadikan pertunjukan budaya sebagai pembuka yang mempertemukan semangat kebudayaan dengan ruang dialog kebangsaan.

Rocky Gerung mengaku terkesan dengan sambutan hangat masyarakat Magetan. Menurutnya, keberanian menghadirkan ruang diskusi terbuka menunjukkan semangat intelektual yang patut diapresiasi.

“Magetan ini kota kecil dengan nyali yang besar. Berani mengundang saya berdiskusi berarti berani membuka ruang bagi pertukaran gagasan,” kata Rocky Gerung.

Dengan gaya khasnya, Rocky kemudian mengaitkan nama Magetan dengan istilah yang ia ciptakan sendiri.

“Kalau saya boleh mengartikan, Magetan itu adalah Marhaen Gregetan. Gregetan melihat keadaan republik hari ini, tetapi kegelisahan itu harus diubah menjadi gagasan, bukan sekadar keluhan,” ujarnya.

Rocky menjelaskan bahwa buku karya Airlangga Pribadi Kusman berjudul Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z berupaya memperkenalkan kembali Marhaenisme sebagai sebuah kerangka berpikir atau ideologi yang tetap relevan bagi generasi muda, bukan sekadar alat kampanye politik.

Menurutnya, buku tersebut memuat berbagai pemikiran Bung Karno yang masih kontekstual, mulai dari isu lingkungan hidup, kesetaraan perempuan, hingga dinamika politik global.

Menjelang pelaksanaan diskusi, Rocky mengajak masyarakat Magetan untuk tidak hanya datang sebagai pendengar, tetapi juga membawa pertanyaan dan kegelisahan yang mampu memperkaya jalannya dialog.

“Nanti malam jangan hanya datang untuk mendengar. Datanglah dengan pertanyaan, dengan kegelisahan yang bermutu, supaya diskusi kita menghasilkan pikiran-pikiran yang bermanfaat bagi masa depan republik,” pungkasnya.

Kehadiran Rocky Gerung disambut langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana A.V. Sasa, bersama jajaran pengurus partai dan ribuan masyarakat yang telah hadir sejak sore hari.

Diana Sasa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Rocky Gerung dan Airlangga Pribadi Kusman pembicara lainnya, di Magetan. Menurutnya, kehadiran kedua tokoh tersebut menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat untuk berdialog secara langsung mengenai gagasan kebangsaan dan masa depan generasi muda.

“Selamat datang di Kabupaten Magetan, Mas Rocky Gerung. Kehadiran beliau menjadi kejutan yang luar biasa sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Magetan. Semoga momentum ini menjadi ruang belajar bersama bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Diana Sasa.

Ia juga menceritakan bahwa hubungan pertemanannya dengan Airlangga Pribadi Kusman berawal dari kesamaan minat dalam gerakan literasi dan dunia perbukuan di Surabaya. Baginya, buku tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga mampu mempertemukan orang-orang yang memiliki kepedulian yang sama terhadap masa depan bangsa.

Ia pun mengajak masyarakat yang hadir untuk kembali mengikuti agenda utama pada malam hari, yakni diskusi dan peluncuran buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z. Menurutnya, forum tersebut merupakan ruang terbuka bagi masyarakat untuk bertukar gagasan, menyampaikan pandangan, serta memperkuat budaya berpikir kritis.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Magetan untuk hadir malam ini dalam Soekarno Talk-In. Mari kita berdiskusi bersama, mendengarkan gagasan para narasumber, sekaligus menyampaikan pandangan dan aspirasi demi masa depan bangsa,” ajaknya.

Melalui rangkaian Bulan Bung Karno 2026 ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan berharap budaya, literasi, dan ruang diskusi publik dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Forum ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk memahami kembali pemikiran Bung Karno sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai Marhaenisme dalam menjawab tantangan zaman.(rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Krisis Air Bersih meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kembali Kirim Bantuan

BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah ...
HEADLINE

Banteng Jatim FC Tahan Banteng Kalbar, 25 Talenta Muda Terus Ditempa di Soekarno Cup

Banteng Jatim FC menahan imbang Banteng Kalbar di laga kedua Soekarno Cup 2026. Tim ini membawa 25 talenta terbaik ...
LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Anak Muda Kediri Dampak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta ...