Selasa
13 Oktober 2026 | 1 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPC Bojonegoro Napak Tilas Sejarah Hubungan Bung Karno dan KH Baidhowi, Lasem

IMG-20260628-WA0059_copy_549x366

BOJONEGORO – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro berziarah ke makam KH Baidhowi di Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Minggu (28/6/2026). Kegiatan ziarah sekaligus kontemplasi hubungan kesejarahan KH Baidlowi dengan Bung Karno.

​Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pengurus DPC serta jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Bojonegoro.

​Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Bojonegoro, Bambang Sutriyono, menegaskan bahwa ziarah dan napak tilas ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

​”Napak tilas untuk mengingat hubungan antara KH Baidhowi Lasem dan Bung Karno,” ujar Bambang.

​Menurut Bambang, hubungan kedua tokoh tersebut merupakan bagian dari sejarah besar bangsa yang tidak boleh dilupakan oleh generasi muda, khususnya para kader partai.

Legitimasi Politik dan Keagamaan Bung Karno
​KH Baidhowi Lasem (1880–1966) dikenal sebagai ulama kharismatik yang memiliki peran penting dalam menjaga integrasi bangsa pada awal masa kemerdekaan.

Di tengah berbagai gejolak politik dan ancaman disintegrasi pada awal tahun 1950-an, KH Baidhowi mencetuskan pandangan keagamaan yang krusial bagi legalitas pemerintahan RI.

​Ia memberikan gelar kepada Presiden Soekarno sebagai Waliyyul Amri adh-Dharuri bisy-Syaukah. Istilah ini mengukuhkan posisi Bung Karno sebagai pemimpin negara yang sah menurut sudut pandang hukum Islam, yang memiliki kewenangan penuh untuk menjaga ketertiban, persatuan, dan keutuhan bangsa.

​Gagasan ini kemudian memperolah legitimasi yang lebih luas setelah dibahas dalam forum ulama Nahdlatul Ulama dan dipertegas dalam Konferensi Alim Ulama di Cipanas, Bogor, pada 3–6 Maret 1954.

​Menangkal Ancaman Disintegrasi Bangsa
​Pada masa itu, Indonesia tengah dikepung berbagai ancaman serius, termasuk pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang berupaya mendirikan Negara Islam Indonesia.

Muncul pula perdebatan sengit mengenai keabsahan dasar negara menurut hukum Islam.

​Melalui ijtihad politik-keagamaan KH Baidhowi tersebut, umat Islam di Indonesia mendapatkan panduan spiritual dan konstitusional untuk tetap setia mendukung Pemerintah Republik Indonesia yang sah.

​Bambang Sutriyono berharap, melalui napak tilas dan doa bersama ini, seluruh kader PDI Perjuangan dapat memetik pelajaran berharga mengenai pentingnya sinergi antara kaum nasionalis dan religius demi menjaga NKRI.

​”Kita harus mengingat kembali sejarah peran tokoh-tokoh yang berjasa untuk bangsa. Melalui napak tilas ini, diharapkan seluruh kader semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, memperkuat ideologi kebangsaan, serta melanjutkan cita-cita perjuangan para pendiri bangsa,” pungkas Bambang.(dian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Traktor Bantuan APBN Diduga Menyimpang, DPRD Jember: Dinas Pertanian Tidak Bisa Memberikan Data

JEMBER – Dugaan penyimpangan bantuan traktor dari APBN 2025 di Kabupaten Jember belum terjawab. Sejumlah kelompok ...
KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...
EKSEKUTIF

Promosi dan Mutasi Pejabat Pemkab Blitar Bakal Berbasis Manajemen Talenta

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan promosi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Dorong Media Partai Jadi Penyambung Lidah Rakyat

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mendorong perombakan mendasar dalam ...
LEGISLATIF

Sampah Sungai Ancam Picu Banjir, Ketua DPRD Kota Malang Dorong Pemasangan Trash Boom

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong Pemerintah Kota Malang memperkuat ...