Minggu
16 Agustus 2026 | 5 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Rumah Kreasi Damar Kurung Diresmikan, Bupati Gresik Ingin Terintegrasi Pariwisata dan Dongkrak Ekonomi Kreatif

IMG-20260628-WA0026_copy_799x533

GRESIK – Upaya melestarikan sekaligus mengembangkan warisan budaya Damar Kurung terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satunya melalui peresmian Rumah Kreasi Damar Kurung dan pembukaan pameran lukisan bertajuk Damar Kurung Melintas Waktu di Jalan KH Kholil, Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik, Sabtu (27/6/2026) malam.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap Rumah Kreasi Damar Kurung tidak hanya menjadi pusat pelestarian budaya. Juga terintegrasi dengan sektor pariwisata sehingga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Gus Yani, Gresik tidak hanya dikenal sebagai kota industri maupun kota santri. Sekaligus memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang bernilai tinggi. Salah satu warisan budaya yang menjadi kebanggaan adalah Damar Kurung yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Ia berharap keberadaan Rumah Kreasi Damar Kurung menjadi episentrum kreativitas generasi muda dalam menjaga identitas budaya sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

“Kami berharap ruang kreatif ini mampu terintegrasi dengan sektor pariwisata sehingga menarik lebih banyak wisatawan. Dengan begitu, kesenian tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi seniman dan masyarakat,” ujar Gus Yani.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi strategi untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan dari potensi para seniman lokal.

“Mudah-mudahan langkah strategis ini mampu mengubah potensi kreativitas seniman lokal menjadi sebuah ekosistem yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Gus Yani menjelaskan, Damar Kurung bukan sekadar lampion berbahan kayu dan kertas bergambar. Lebih dari itu, Damar Kurung merekam kehidupan masyarakat pesisir Gresik, mulai dari tradisi, nilai sosial hingga spiritualitas.

Ia juga mengenang jasa maestro Damar Kurung, almarhumah Mbah Masmundari, yang telah membawa karya khas Gresik tersebut dikenal hingga tingkat internasional.

“Melalui goresan tangan maestro kita, Mbah Masmundari, Damar Kurung telah berkelana jauh memperkenalkan wajah Gresik ke panggung seni rupa dunia,” tuturnya.

Karena itu, peresmian Rumah Kreasi Damar Kurung menjadi bentuk komitmen Pemkab Gresik bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga agar warisan budaya tersebut tetap hidup.

Rumah Kreasi Damar Kurung diharapkan menjadi pusat pembelajaran, inkubator kreativitas generasi muda, sekaligus ruang kolaborasi bagi para seniman untuk terus mengembangkan ikon budaya khas Gresik.

“Kita ingin memastikan anak cucu kita tidak hanya mengenal Damar Kurung dari buku sejarah, tetapi juga mampu melukis dan memaknainya secara langsung,” katanya.

Gus Yani juga mengapresiasi penyelenggaraan pameran Damar Kurung Melintas Waktu. Menurutnya, tema tersebut menunjukkan bahwa seni tradisional harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Damar Kurung harus mampu melintasi sekat-sekat generasi, dari masa Mbah Masmundari, masa kini di tangan para perupa modern, hingga masa depan di era digital. Pameran ini membuktikan bahwa Damar Kurung adalah seni yang hidup, dinamis, dan terus menginspirasi,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Muhammad Anhar mengatakan Rumah Kreasi Damar Kurung diharapkan menjadi pusat aktivitas kreatif bagi generasi muda sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis budaya.

Ia berharap tempat tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi anak-anak muda untuk belajar, berbagi pengalaman, serta berkarya tanpa dipungut biaya.

“Saya berharap tempat ini menginspirasi anak muda di Gresik untuk terus berkarya, menghargai, dan meneruskan jejak perjuangan para maestro seni daerah. Selain itu menjadi wadah kolaborasi untuk belajar, berbagi, dan menghidupkan seni secara gratis,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Parekrafbudpora) Saifuddin Ghozali, budayawan Kris Adji, para seniman, pelaku ekonomi kreatif, saksi sejarah, serta keluarga besar almarhumah Mbah Masmundari. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

PDI Perjuangan Gerakkan Struktur di Flores, Rumah Partai Jadi Posko Pengungsian

PDI Perjuangan menggerakkan struktur di Manggarai Timur, Sikka, dan Nagekeo membantu korban gempa Flores. ...
HEADLINE

Kalahkan Maluku Raya, Banteng Jatim Bangkit dan Kejar Gelar Juara Soekarno Cup

SURABAYA – Banteng Jatim FC menunjukkan kebangkitan di Soekarno Cup 2026. Setelah sebelumnya hanya meraih hasil ...
KRONIK

Wahyu Satria Quattrick, Banteng Kalimantan Timur Hajar D.I. Yogyakarta 4-0

BANGKALAN – Banteng Kalimantan Timur tampil gemilang pada lanjutan Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora Bangkalan. ...
LEGISLATIF

10 Raperda Sumenep Masuk Fasilitasi Pemprov Jatim, Hosnan: Ditarget Rampung Akhir Tahun

SUMENEP – Sebanyak 31 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Hentikan Sejenak Pertandingan, Doakan Korban Gempa NTT dan Sumatera

SURABAYA – Gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Simalungun, Sumatera Utara, ...
LEGISLATIF

PDIP Jember Minta KUA-PPAS Diputus, Sebelum Pembahasan Anggaran Berlanjut

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember meminta pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran ...