oleh

Jokowi dan Prabowo Ajak Rakyat Lebih Rileks Hadapi Situasi

pdip-jatim-jokowi-prabowo-naik-kudaJAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira berpendapat, aksi menunggang kuda antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menunjukkan upaya kedua pemimpin untuk mau saling memahami.

Menurut Andreas, kedua negarawan yang pernah bersaing dalam Pilpres 2014 lalu itu  mengajak rakyat lebih rileks dalam menghadapi situasi saat ini.

Hal itu disampaikan Andreas terkait kunjungan Presiden Jokowi ke kediaman Prabowo, di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Pertemuan keduanya sejak pukul 13.00 WIB. Tampak hadir Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam pertemuan.

Di sela pertemuan itu, Jokowi yang mengenakan batik cokelat lengan panjang dengan memakai topi, menaiki kuda berwarna putih. Sedang Prabowo yang memakai kemeja putih lengan panjang juga memakai topi, naik kuda berwarna cokelat.

Andreas menilai, pertemuan Jokowi dengan Prabowo memberikan makna penting untuk situasi negara. Kedua pemimpin itu, sebutnya, mampu mengatasi egonya masing-masing untuk kepentingan yang lebih besar bagi bangsa dan negara.

“Sebagai presiden, Jokowi menunjukkan kerendahan hati dan sikap gentleman untuk berbicara dengan figur tepat untuk bersama meredakan berbagai ketegangan politik. Ini menunjukkan intuisi politik yang tajam,” katanya.

Anggota Komisi I DPR itu juga melihat reaksi Prabowo yang penuh persahabatan menyambut Presiden Jokowi menunjukkan sikap kenegarawanannya. Pertemuan itu, tambah dia, paling tidak memberi kesejukan di tengah isu demo besar pada 4 November depan.

Sementara itu, saat ditanya wartawan mengenai suasana politik menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 mendatang, Presiden Jokowi berharap semua tokoh-tokoh agama ikut mendinginkan suasana dan ikut memberikan kesejukan.

Tokoh-tokoh politik juga diminta sama, mendinginkan suasana dan ikut memberikan kesejukan.

Menurut Jokowi, rivalitas antara dirinya dengan Prabowo ada pada saat pemilihan presiden, dan itu merupakan perwujudan demokrasi.

“Tapi setelah itu kita bersama-sama, bahu-membahu membangun negara dari segala sisi. Saya kira itu yang ingin kita sampaikan,” kata Jokowi kepada wartawan, saat di kediaman Prabowo Subianto.

Diakui, mungkin tahun 2019 bisa saja nanti ada rivalitas lagi, tapi setelah itu, bahu-membahu lagi. “Saya kira hal-hal seperti ini yang tadi disampaikan Pak Prabowo tadi di dalam sampai makan,” ungkap Jokowi. (goek)