Rabu
28 Oktober 2026 | 11 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Bocorkan 4 Pendongkrak Suaranya

pdip jatim - jokowi saat temui relawan

pdip jatim - jokowi saat temui relawanJAKARTA – Presiden terpilih, Joko Widodo, mengakui bahwa sesaat sebelum pemilu presiden, Juli lalu, elektabilitasnya terus turun. Di sisi lain, elektabilitas rivalnya, Prabowo Subianto, justru terus naik. Hal ini sempat membuat Jokowi ketar-ketir.

“Para pengamat politik dan survei katakan kalau satu naik dan satu turun sulit dihentikan. Naiknya karena apa, banyak hal. Turunnya juga, salah satunya karena black campaign,” ujar Jokowi dalam Musyawarah Rumah Koalisi Indonesia Hebat di Hotel Sahid, Senin, 11 Agustus 2014 malam.

Jokowi pun nyaris putus asa, tak tahu lagi harus bagaimana untuk mendongkrak elektabilitasnya. “Saya sudah habis jurus, dongkrak dengan ini enggak bisa, itu enggak bisa,” kata Jokowi. Namun, kata Jokowi, kalau Tuhan berkehendak, pasti ada jalan.

Mantan Wali Kota Solo ini menyebut ada empat dongkrak yang dapat kembali melambungkan elektabilitasnya. Pertama adalah penetapan Hari Santri pada 1 Muharam. “Kira-kira itu menambah sekitar 3 juta suara,” kata dia. Dongkrak kedua, adalah Konser Salam Dua Jari yang digagas para relawan.

Dongkrak ketiga, kata Jokowi, adalah “gol bunuh diri” yang dilakukan calon wakil presiden Hatta Rajasa pada sesi debat terakhir debat capres-cawapres di Hotel Bidakara. Dalam debat itu, Hatta tertukar istilah antara penghargaan Kalpataru dan Adipura. “Sekali lagi, ini kehendak Allah, banyak gol bunuh diri. Kita enggak golkan, malah digol sendiri,” kata dia.

Dalam hal “gol bunuh diri” ini, banyak pihak juga memasukkan kasus Fahri Hamzah sebagai salah satunya. Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu dianggap membuat blunder besar ketika mengkritik Jokowi tentang usulan Hari Santri. Dalam kritik yang disampaikan melalui akun Twitternya itu, Fachri menyebut kata “sinting”. Kata inilah yang kemudian memicu perdebatan sengit yang ujungnya dianggap banyak mempengaruhi pilihan massa NU.

Hal terakhir yang cukup membantu, kata Jokowi, adalah gerakan relawan yang melakukan kampanye dari pintu ke pintu. Jokowi mengaku kaget dengan gerakan relawan seperti ini karena ia merasa tak menggerakkan, apalagi membayar mereka. “Hasilnya, kita semua tahu, di KPU ada loncatan 8,4 juta suara,” ujar dia.

Semalam Jokowi hadir di Hotel Sahid untuk mengukuhkan organisasi masyarakat Rumah Kreasi Indonesia Hebat. Ormas ini berisi para relawan Joko Widodo yang membantu selama proses pemilu presiden. (Tempo)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Widarto Serahkan Kajian Hibah Tanah 2,7 Hektare untuk Kejari Jember pada Pansus

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, menyerahkan pemeriksaan status tanah dan kelengkapan dokumen rencana ...
KABAR CABANG

Hari Sumpah Pemuda, PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Aksi Resik Sungai Kalimati Muncar

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan aksi resik kali atau ...
EKSEKUTIF

Rijanto Ajak Pemuda Blitar Rawat Persatuan dan Ambil Peran Nyata dalam Pembangunan

Bupati Blitar Rijanto mengajak pemuda merawat persatuan Sumpah Pemuda 1928 dan mengambil peran nyata dalam ...
LEGISLATIF

Pendangkalan Pelabuhan Pasongsongan, Komisi B DPRD Jatim Desak Prioritas Anggaran Pengerukan

SURABAYA – Komisi B DPRD Jawa Timur mendesak pengerukan sedimentasi dan pemeliharaan infrastruktur Pelabuhan ...
KABAR CABANG

PDIP Gresik Gelar Kompetisi Esports, Dorong Sportivitas dan Solidaritas Anak Muda

GRESIK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik mendorong pembentukan karakter generasi muda melalui kompetisi esports ...
KABAR CABANG

Millenium Public Pulse 28, PDIP Lamongan Tampung Aspirasi Gen Z soal Beasiswa hingga Jalan Rusak

Millenium Public Pulse 28 yang digelar PDIP Lamongan menampung aspirasi Gen Z soal beasiswa, PIP, MBG, jalan rusak ...