Kamis
10 September 2026 | 6 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Bocorkan 4 Pendongkrak Suaranya

pdip jatim - jokowi saat temui relawan

pdip jatim - jokowi saat temui relawanJAKARTA – Presiden terpilih, Joko Widodo, mengakui bahwa sesaat sebelum pemilu presiden, Juli lalu, elektabilitasnya terus turun. Di sisi lain, elektabilitas rivalnya, Prabowo Subianto, justru terus naik. Hal ini sempat membuat Jokowi ketar-ketir.

“Para pengamat politik dan survei katakan kalau satu naik dan satu turun sulit dihentikan. Naiknya karena apa, banyak hal. Turunnya juga, salah satunya karena black campaign,” ujar Jokowi dalam Musyawarah Rumah Koalisi Indonesia Hebat di Hotel Sahid, Senin, 11 Agustus 2014 malam.

Jokowi pun nyaris putus asa, tak tahu lagi harus bagaimana untuk mendongkrak elektabilitasnya. “Saya sudah habis jurus, dongkrak dengan ini enggak bisa, itu enggak bisa,” kata Jokowi. Namun, kata Jokowi, kalau Tuhan berkehendak, pasti ada jalan.

Mantan Wali Kota Solo ini menyebut ada empat dongkrak yang dapat kembali melambungkan elektabilitasnya. Pertama adalah penetapan Hari Santri pada 1 Muharam. “Kira-kira itu menambah sekitar 3 juta suara,” kata dia. Dongkrak kedua, adalah Konser Salam Dua Jari yang digagas para relawan.

Dongkrak ketiga, kata Jokowi, adalah “gol bunuh diri” yang dilakukan calon wakil presiden Hatta Rajasa pada sesi debat terakhir debat capres-cawapres di Hotel Bidakara. Dalam debat itu, Hatta tertukar istilah antara penghargaan Kalpataru dan Adipura. “Sekali lagi, ini kehendak Allah, banyak gol bunuh diri. Kita enggak golkan, malah digol sendiri,” kata dia.

Dalam hal “gol bunuh diri” ini, banyak pihak juga memasukkan kasus Fahri Hamzah sebagai salah satunya. Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu dianggap membuat blunder besar ketika mengkritik Jokowi tentang usulan Hari Santri. Dalam kritik yang disampaikan melalui akun Twitternya itu, Fachri menyebut kata “sinting”. Kata inilah yang kemudian memicu perdebatan sengit yang ujungnya dianggap banyak mempengaruhi pilihan massa NU.

Hal terakhir yang cukup membantu, kata Jokowi, adalah gerakan relawan yang melakukan kampanye dari pintu ke pintu. Jokowi mengaku kaget dengan gerakan relawan seperti ini karena ia merasa tak menggerakkan, apalagi membayar mereka. “Hasilnya, kita semua tahu, di KPU ada loncatan 8,4 juta suara,” ujar dia.

Semalam Jokowi hadir di Hotel Sahid untuk mengukuhkan organisasi masyarakat Rumah Kreasi Indonesia Hebat. Ormas ini berisi para relawan Joko Widodo yang membantu selama proses pemilu presiden. (Tempo)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Dampak Kemarau Panjang, DPC Tuban Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Penambangan

TUBAN – Dampak kemarau panjang kian meluas dan memperparah krisis air bersih di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Evaluasi Perubahan KUA-PPAS 2026 Bersama Dinas Koperasi dan UMKM, Apa yang Baru?

​MAGETAN – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Koperasi, Usaha ...
KRONIK

Airlangga Pribadi Kusman Meninggal, Deni Wicaksono: Indonesia Kehilangan Sosok Visioner

SURABAYA – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Ngawi Soroti Perubahan Desil Warga, Keluhan Mengalir

NGAWI – Perubahan data desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perhatian Fraksi PDI ...
KRONIK

Candra Soroti Tata Kelola Pupuk dan Serapan Tembakau di Jember

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta Dinas Pertanian memperbaiki tata kelola pupuk ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun Langsung Pastikan Bantuan Tepat Sasaran untuk Warga Tak Mampu

Bupati Trenggalek M. Nur Arifin turun langsung ke pelosok Desa Melis untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi ...