TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung meminta seluruh pengurus di tingkat kecamatan dan ranting untuk menampung seluruh isu strategis dan dijadikan bahan menyusun program kerja Partai.
Hal itu disampaikan Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Erma Susanti, saat kegiatan Sosialiasi Hasil Kongres VI, Sikap Politik Partai, dan Program Kerja Partai di aula Kantor DPC setempat, pada Minggu (14/12/2025).
“Kader PDI Perjuangan harus menampung seluruh isu strategis di Kabupaten Tulungagung untuk dituangkan dalam program kerja ke depan. Pengurus harus mendengar seluruh aspirasi masyarakat, termasuk dari struktur dan kader di tingkat kecamatan dan desa,” ujar Erma.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini menambahkan, DPP Partai juga menginstruksikan kepada DPC untuk membuat rekomendasi, sikap politik, dan program kerja Partai di daerah masing-masing.
Rumusan sikap politik dan program Partai harus didasarkan pada masukan masyarakat dan pengurus di semua tingkatan dan nantinya diserahkan kepada pengurus DPC periode 2025-2030.

“Tanggung jawab DPC adalah melakukan sosialisasi kepada seluruh pengurus di tingkat kecamatan dan ranting atau desa,” ucapnya.
Erma mengungkapkan, sebelum menampung aspirasi dari pengurus dan kader, DPC Tulungagung juga menghimpun masukan dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan lain-lain melalui kegiatan dialog interaktif terbuka.
Hasilnya, masyarakat Kabupaten Tulungagung masih mempunyai harapan besar kepada PDI Perjuangan dalam mengawal program-program pemerintah pusat dan daerah.
“PDI Perjuangan harus terbuka dengan generasi muda atau gen Z, karena berdasarkan hasil survei pemilih loyal PDI Perjuangan adalah masyarakat berusia di atas 45 tahun,” ungkapnya.
Menurutnya, saat ini Gen Z menganggap PDI Perjuangan adalah partainya orang tua. Untuk itu, dia mengajak seluruh kader dan pengurus untuk mulai melibatkan Gen Z agar PDI Perjuangan menjadi partai pilihan Gen Z.
“Kita harus mengajak sebanyak mungkin Gen Z yang dimulai dari lingkungan keluarga untuk menumbuh kecintaan gen Z terhadap PDI Perjuangan,” tuturnya.
Erma menegaskan, masyarakat sudah mulai paham dan bisa membedakan antara pencintraan dan ketulusan dalam memperjuangkan masyarakat. Maka, kader PDI Perjuangan harus tetap konsisten terhadap ideologi melalui gerakan penghijauan dan mencintai lingkungan, serta memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Tantangan pemilu 2029 adalah jumlah pemilih muda yang akan mendominasi. Sehingga pengurus harus mulai merangkul generasi muda dan tetap merawat basis pemilih PDI Perjuangan,” tutupnya.
Seperti diketahui, kegiatan sosialisasi hasil kongres VI DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengusung tema “Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat”.
Kegiatan berlangsung dalam tiga sesi. Pertama, Kecamatan Karangrejo dan Ngantru. Kedua, Kecamatan Boyolangu dan Sumbergempol. Ketiga, Kecamatan Tulungagung dan Kedungwaru. Peserta kegiatan terdiri atas seluruh pengurus PAC dan Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB) Ranting. (sin/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













