Sabtu
12 September 2026 | 7 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jauh Sebelum Ada PSBB, Trenggalek Sudah Lakukan Ini

pdip-jatim-arifin-nggalek-090520-1

TRENGGALEK – Bupati Mochamad Nur Arifin mengatakan, jauh sebelum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan di kota-kota besar, Kabupaten Trenggalek telah melakukan langkah-langkah antisipasi menghadapi pandemi Covid-19 selama dua bulan terakhir.

“Kami menyiapkan jauh-jauh hari sebelum adanya peraturan PSBB dan lain sebagainya. Kami menerjemahkan instruksi Presiden Jokowi. Ada dua hal, pertama mengurangi risiko penyebaran virus Corona, kedua bagaimana mengatasi dampak sosial ekonomi dan juga keamanan,” kata Arifin, Sabtu (9/5/2020).

Serangkaian langkah antisipasi itu, mulai dari pembatasan jalur masuk dengan hanya menerapkan tiga akses melalui di pos-pos pemeriksaan/pemantauan, melakukan screening dan pendataan setiap pendatang, hingga memberdayakan usaha rintisan lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ketika diterapkan pembatasan jarak.

“Begitu ada yang status ODP (Orang Dalam Pemantauan), kami berikan ‘top up’ melalui ojek daring lokal, aplikasi ‘startup’ (usaha rintisan) anak-anak lokal, sehingga masyarakat yang melakukan isolasi mandiri kemudian bisa membeli kebutuhan pokok tanpa harus keluar rumah, sehingga risiko penyebaran penyakit bisa kita tanggulangi,” urainya.

Di sektor pariwisata yang cukup terdampak, dia sepakat dengan istilah “new normal” sehingga saat ini juga perlu mempersiapkan para pelaku di sektor pariwisata untuk menghadapi tantangan yang berbeda.

Di era omni, kata Nur Arifin, semua orang di sektor perkantoran harus punya keahlian baru, warung-warung tidak boleh sama lagi. Orang sekarang sudah mulai bicara masalah kebersihan.

“Berarti semua restoran kita harus dipastikan, warung-warung UMKM di sekitar kawasan wisata harus diajarkan bagaimana higiene, karena nanti wisatawan yang akan datang tidak akan lagi sama seperti sebelumnya, tetapi memikirkan hal-hal tersebut,” ujar Arifin.

Menurutnya, setelah semua serba dari rumah, maka yang dipikirkan setiap orang adalah kapan jalan-jalan. Tapi, lanjut Arifin, dengan kondisi finansial yang tidak sama, tentu daya beli akan menurun akibat pandemi, terutama kelas menengah ke bawah.

“Untuk itu, perlu ada titik temu antara pengusaha hotel dengan ‘homestay’ agar bagaimana bisa bekerja sama sehingga dapat menawarkan harga yang terjangkau bagi wisatawan,” katanya.

Pemkab Trenggalek juga tengah menyiapkan strategi daerah untuk menarik kembali kunjungan wisatawan. Di antaranya membuat spoiler tentang destinasi wisata di daerah itu.

“Setelah Covid-19 ini katakanlah bisa dikendalikan atau selesai sama sekali, maka yang akan dilakukan orang pertama kali pasti ‘leisure’. Pasti jalan-jalan, bagaimana berlibur, berwisata, termasuk juga nanti mensinkronkan antara platform pariwisata dengan platform UMKM kemudian dengan ‘event’ dan sebagainya,” urai bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Desil Bukan Lagi Acuan Tunggal, Pemkot Surabaya Libatkan Warga dan Pemuda Verifikasi Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola penentuan penerima bantuan sosial (bansos) dengan tidak ...
KRONIK

Raker PP Bamusi, Gus Falah Sampaikan Urgensi Ukhuwah Wathoniyah Ormas-ormas Islam

CIANJUR – Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) menggelar rapat kerja untuk merumuskan program ...
EKSEKUTIF

Wawali Mojokerto: Jaminan Sosial Ketenagakerjaan adalah Hak Dasar Setiap Pekerja

MOJOKERTO – Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi menegaskan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan ...
KRONIK

Buka Raker PP Bamusi, Hasto Kristiyanto Ingatkan Pengurus Hadirkan Islam Revolusioner

CIANJUR — Islam, menurut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, tidak boleh berhenti sebagai agama ritual. Ia ...
KRONIK

Dilema Air di Perumahan Elit, DPRD Surabaya Minta PDAM Segera Negosiasi dengan Pengembang

SURABAYA – Temuan adanya tiga perusahaan pengembang raksasa di Surabaya, termasuk kawasan hunian papan atas, ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...