Sabtu
11 Juli 2026 | 3 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jadi Narsum di Unisba, Erma Susanti Soroti Perempuan sebagai Agen Perubahan

pdip-jatim-250315-lentera-ramadan-3

BLITAR – Universitas Islam Blitar (Unisba) menggelar Lentera Ramadhan dengan tema “Menyalakan semangat pemberdayaan pemuda sebagai pilar peradaban bangsa yang berlandaskan iman dan takwa”.

Acara yang berlangsung pada 13–15 Maret 2025 itu dikemas dalam berbagai kegiatan menarik seperti bazar, talk show, khatmil Quran, serta tabligh akbar yang bertujuan menguatkan peran generasi muda dalam pembangunan bangsa.

Salah satu diskusi yang mencuri perhatian adalah “Perempuan sebagai Agen Perubahan.”

Dalam sesi ini, anggota DPRD Jawa Timur Erma Susanti, salah satu narasumber menyoroti tentang pentingnya perempuan memahami sejarah perjuangan hak-hak mereka, terutama dalam konteks politik dan pendidikan.

“Lebih dari 100 tahun lalu, perempuan bahkan tidak memiliki hak untuk memilih, apalagi dipilih. Perjuangan panjang dan berat harus ditempuh, hingga akhirnya pada tahun 1925 hak pilih perempuan mulai diakui,” ujar Erma, Sabtu (15/3/2025).

Dia menegaskan bahwa pencapaian yang dirasakan perempuan saat ini bukanlah sesuatu yang datang begitu saja, melainkan hasil dari perjuangan yang panjang dan penuh tantangan.

Oleh karena itu, menurut Erma, perempuan masa kini memiliki tanggung jawab untuk terus memperjuangkan hak-hak mereka, baik dalam dunia pendidikan, sosial, maupun ekonomi.

Selain itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut juga menyampaikan peran perempuan dalam pendidikan untuk generasi mendatang.

“Jika perempuan berdaya dan terdidik, maka anak-anaknya juga akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas. Inilah mengapa pemberdayaan perempuan memiliki dampak besar terhadap kesejahteraan bangsa,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dwi Ilma dari Universitas Tulungagung (Unita) juga sepakat dengan pernyataan Erma Susanti, di mana dia juga menekankan pentingnya literasi sebagai alat pemberdayaan perempuan.

Dia menyatakan bahwa dengan pemahaman yang baik terhadap berbagai isu sosial dan ekonomi, perempuan tidak hanya mampu membangun dirinya sendiri tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.

“Perempuan yang memiliki literasi tinggi tidak hanya bisa memberdayakan dirinya sendiri, tetapi juga berkontribusi dalam mencerdaskan anak-anak dan masyarakat sekitarnya,” ujar Prof. Dwi Ilma.

Selain seminar inspiratif, Lentera Ramadhan Unisba juga mengusung konsep pengembangan budaya kewirausahaan bagi mahasiswa.

Acara ini turut dimeriahkan oleh para pejabat daerah, Rektor Universitas Blitar (Unisba), serta berbagai elemen masyarakat.

Tak hanya itu, Booth-booth bazar juga menampilkan berbagai produk hasil kreativitas mahasiswa, memberikan ruang bagi mereka untuk mengasah keterampilan bisnis dan kemandirian ekonomi sejak dini. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sampang, Hj. Ansari Desak Penuntasan Hukum

PAMEKASAN – Kasus kekerasan seksual terhadap anak yang mengguncang Kabupaten Sampang, mendapat perhatian dari ...
KRONIK

Rumah Baca Bringinan Ponorogo, 11 Tahun Memberdayakan Masyarakat

PONOROGO – Kebiasaan menyisihkan uang receh sejak usia dini terus dipertahankan di Desa Bringinan, Kecamatan ...
KRONIK

Ketua DPRD Tulungagung Gandeng Mahasiswa UGM Galakkan Program Tanam Kopi

TULUNGAGUNG – Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Marsono, menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Minta Pengaturan Fasilitasi Reses Diperjelas

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim meminta pengaturan fasilitasi reses dalam Raperda dirumuskan lebih jelas agar ...
KOLOM

Politik yang Tumbuh dari Tradisi Belajar

DI tengah politik yang semakin cepat bergerak, ukuran keberhasilan seorang politisi kerap disederhanakan pada ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Bantu 7.380 Siswa Keluarga Prasejahtera, Eri: Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena Biaya

Pemkot Surabaya menyalurkan bantuan pendidikan kepada 7.380 siswa dari keluarga desil 1 hingga 5 untuk memastikan ...