SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri atau yang akrab disapa Kaji Ipuk, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga Kota Pahlawan dengan tidak meninggalkan suri teladan para pendahulu. Semangat kebersamaan, gotong royong, kepedulian, dan saling berbagi yang diwariskan para pendahulu harus terus menjadi landasan dalam membangun Surabaya.
Ajakan tersebut dia sampaikan menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November. Menurutnya, sejarah perjuangan bangsa menjadi fondasi penting dalam membentuk kesadaran masyarakat untuk menjaga kota dan membangun kesejahteraan bersama.
“Jangan lupakan sejarah, karena sejarah itulah yang menjadikan fondasi atas perilaku nalar untuk kepentingan dan menjaga kesemuanya,” ujar Syaifuddin, Kamis (5/11/2026).
Ia menegaskan, membangun Surabaya tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Seluruh elemen masyarakat, pemerintah kota, jajaran Forkopimda, hingga organisasi kemasyarakatan perlu menjaga semangat kebersamaan demi mewujudkan kota yang aman, inklusif, dan layak huni.
Ipuk meyakini semangat tersebut masih melekat dalam kehidupan masyarakat Surabaya. Kecintaan warga terhadap kotanya menjadi modal sosial untuk menjaga suasana tetap aman dan kondusif.
Keyakinan itu sekaligus dia sampaikan saat menanggapi pertanyaan wartawan mengenai dinamika situasi politik di Jakarta, termasuk kabar Jakarta siaga satu yang mencuat di tengah isu penyadapan Presiden Prabowo Subianto.
“Insya Allah di Surabaya tidak ada efek dari satu situasi yang ada di Jakarta,” kata Ipuk.
Ia menjelaskan, DPRD bersama pemerintah kota dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus menjalin koordinasi dengan para pemangku kepentingan di wilayah untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas Kota Pahlawan.
Menurutnya, kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting. Ia melihat warga Surabaya memiliki kecintaan terhadap kotanya sehingga perlu terus dirawat melalui sikap saling menjaga dan peduli.
“Arek-arek Suroboyo cinta atas kotanya. Mari kita jaga dan jangan tinggalkan suri teladan pendahulu kita dalam membangun kota ini menjadi kota pahlawan yang menjunjung tinggi kebersamaan, kepedulian, dan saling berbagi,” ujar pria yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu.
Ipuk berharap nilai-nilai perjuangan para pendahulu tidak hanya dikenang setiap peringatan Hari Pahlawan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian, masyarakat diharapkan terus mengambil bagian dalam menjaga Surabaya sebagai kota yang aman, damai, dan nyaman bagi seluruh warganya. (red)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













