Rabu
15 Juli 2026 | 11 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Begini Tanggapan PDI Perjuangan

pdip-jatim-230109-sekjen-diwawancara

JAKARTA – Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan dan bersedih bahwa akhirnya FIFA membatalkan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Hasto menyebut, hal ini tentu menjadi pelajaran berharga.

Menurutnya, sikap yang disampaikan PDI Perjuangan sejak awal, tidak pernah menolak Piala Dunia U-20 digelar di Indonesia.

Sikap tersebut, jelas Hasto, adalah hal yang fundamental guna menyuarakan kemanusiaan dalam hubungan antarbangsa dengan menolak kehadiran Israel serta potensi kerentanan sosial dan politik yang akan ditimbulkan oleh kehadiran Timnas Israel.

“Sikap kami ini sama dengan FIFA ketika mencoret Rusia dari babak playoff Piala Dunia, jadi ada presedennya,” kata Hasto, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/3/2023).

Baca juga: PDI Perjuangan Jatim Tolak Timnas Israel di Piala Dunia U-20

Dia kembali menegaskan, sikap yang disuarakan PDI Perjuangan memiliki landasan kuat secara konstitusi dan juga historis. “Suara menolak kehadiran Israel adalah suara kemanusiaan, bukan kehendak politis,” tegasnya.

“Kesadaran sejarah juga harus terus diperkuat. Untuk diingat, Stadion Gelora Bung Karno (GBK) lahir sebagai penolakan terhadap Israel,” sambung Hasto.

Terkait ini, sejak bulan Agustus 2022 pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pemerintah tentang sikap PDI Perjuangan dan potensi kerentanan politik dan sosial jika Israel tetap bertanding di Indonesia.

Komunikasi dengan pemerintah, di antaranya dengan Menteri Luar Negeri dan beberapa bulan kemudian dengan Menteri Sekretaris Negara. Sikap PDIP muncul setelah Israel dipastikan lolos kualifikasi.

“Harapan kami, agar bisa dicari solusi yang terbaik, salah satunya dengan memindahkan pertandingan Israel di negara tetangga terdekat, sehingga U-20 tetap bisa diselenggarakan di Indonesia minus Israel,” ungkapnya.

PDI Perjuangan, imbuh Hasto, menyampaikan terima kasih atas upaya pemerintah dan pengurus PSSI saat ini yang sudah mencoba dengan keras untuk mencari solusi dengan melobi FIFA.

“Tekad kita yang paling penting, adalah membangun kesebelasan sepak bola yang andal lambang supremasi olahraga di luar bulu tangkis. Ini harus menjadi tujuan utama dalam politik olahraga,” tutup Hasto. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Minta Peningkatan PAD Tak Membebani Rakyat

DPRD Kabupaten Trenggalek meminta pemerintah daerah meningkatkan PAD secara kreatif tanpa membebani masyarakat, ...
EKSEKUTIF

Harga Telur dan Daging Ayam di Ngawi Merangkak Naik, Pemkab Gelar Pasar Murah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Mulai Musran dan Musanran, Diana Sasa: Panaskan Mesin Partai, Perkuat Pengabdian Untuk Rakyat

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan resmi memulai pelaksanaan Musyawarah Ranting ...
KABAR CABANG

DPRD Jember Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Fiskal di Tengah Berkurangnya Transfer Pusat

DPRD Jember mulai mengkaji penerapan obligasi daerah atau municipal bond sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ...
KRONIK

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Komisi I DPRD Banyuwangi Kunker ke Lapas

BANYUWANGI – Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi ...
KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...