Minggu
31 Mei 2026 | 6 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Indi Naidha: DPRD Jember Desak Koreksi Ulang Utang Dinas Kesehatan Rp 160 M

pdip-jatim-241225-indi-naidha

JEMBER – Utang Rp 160 miliar yang membelit program pengobatan gratis Pemkab Jember, yakni Jember Pasti Keren (JPK), menjadi sorotan DPRD setempat.

Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, mendesak agar persoalan ini segera ditangani unsur pimpinan DPRD Jember dan Pemkab Jember.

Utang tersebut, yang timbul dari operasional tiga rumah sakit daerah (RSD) di Jember, memicu kekhawatiran lumpuhnya layanan kesehatan masyarakat jika tidak segera ditindaklanjuti.

Dalam pembahasan APBD 2025, anggaran yang dialokasikan untuk operasional rumah sakit hanya Rp 13 miliar, jauh dari kebutuhan yang ada.

“Hal ini sangat berpotensi melumpuhkan layanan kesehatan di tiga RSD. Kita tidak bisa membayar biaya operasional jika situasi ini dibiarkan,” ujar Indi dilansir dari gesuri.id, Senin (23/12/2024).

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa Komisi D telah berupaya maksimal memperjuangkan isu ini ke Pemkab Jember. Namun langkah lanjutan kini harus menjadi tanggung jawab Bupati dan unsur pimpinan DPRD melalui Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Ibarat penyakit kronis, Komisi D seperti dokter umum yang sudah memberikan pengobatan dasar, tapi pasiennya sekarang butuh dokter spesialis,” sebutnya.

Dia juga memaparkan bahwa utang Rp 160 miliar tersebut jatuh tempo pada Juni dan November 2024, sementara pengajuan relaksasi sebelumnya sudah dilakukan beberapa kali. Opsi berutang kembali dinilai terlalu berisiko.

Indi mengusulkan beberapa langkah konkret untuk mengatasi krisis ini. Salah satunya adalah percepatan pencairan APBD 2025 agar layanan kesehatan tidak terhenti.

“Biasanya, pencairan APBD baru bisa dilakukan pada triwulan pertama, bulan Februari atau Maret. Maka, kami usul agar bisa dipercepat pada Januari untuk memastikan pelayanan tetap berjalan,” katanya.

Dia juga minta Pemkab Jember berkonsultasi dengan Pemprov Jawa Timur untuk membuka rekening Kasda melalui diskresi karena situasi ini tergolong force majeure. Selain itu, TAPD juga didesak mencari alternatif peminjaman kepada pihak ketiga, seperti bank, dengan jaminan DPRD dan Bupati.
Indi menyoroti ketidaksesuaian anggaran yang dialokasikan untuk JPK. “Kenapa hanya Rp 13 miliar? Padahal, saat Komisi D turun ke Dinkes, disampaikan bahwa total anggaran JPK siap Rp 79 miliar, terdiri dari Rp 47 miliar dari cukai tembakau dan Rp 32 miliar dari APBD murni,” jelas Indi.

Menurutnya, dalam waktu dekat Komisi D akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala Dinas Kesehatan Jember, tiga direktur rumah sakit, Banggar DPRD, dan TAPD untuk mencari solusi jangka panjang.

“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah yang baru agar persoalan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama tanpa harus membebani dengan utang baru,” pungkasnya. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Harga Bahan Pangan Naik, Wiwin Sumrambah Sebut Faktor Global hingga Cuaca Ekstrem

JOMBANG – Kenaikan harga sejumlah bahan pangan di Jawa Timur menjadi sorotan DPRD Jawa Timur.Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Deni Wicaksono Minta Kader PDIP Aktif di Medsos, Pertarungan Politik Terjadi di Dunia Maya

PONOROGO – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, meminta seluruh kader Partai untuk aktif ...
KRONIK

Deni: PDI Perjuangan Memberi Anak Muda Ruang dan Tanggung Jawab Berjuang Bersama

PONOROGO – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengingatkan kader PDI Perjuangan untuk tidak ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Ponorogo Perkuat Kaderisasi dan Regenerasi Kepemimpinan

PONOROGO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo menggelar Musyawarah Anak Cabang ...
HEADLINE

Kecerdasan AI Jadi Bahasan Penting DPD saat Lantik PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Jombang

JOMBANG – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu perhatian ...
KRONIK

Sadarestuwati Sebut PDIP Penyeimbang Tunggal, Soroti Rupiah Rp18.000 dan Ancaman Impor Pangan

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI sekaligus Ketua Bidang Pertanian dan Pangan DPP PDI Perjuangan, Hj. ...