Minggu
30 Agustus 2026 | 2 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Indi Komitmen Kawal Persoalan Hukum Kekerasan Seksual di Jember

pdip-jatim-250415-indi-naidha

JEMBER – Legislator muda Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember Indi Naidha menegaskan komitmennya mengawal persoalan hukum kekerasan seksual yang menimpa ibu dan anak, khususnya di Kabupaten Jember.

Di antaranya kasus pencabulan yang menimpa tiga bocah TK di Jember. Saat ini, kasus tersebut telah memasuki tahap banding yang diajukan pihak tersangka.

Sekretaris Komisi D DPRD Jember itu mengatakan siap memantau dan berkoordinasi secara intensif dengan kejaksaan negeri setempat. Baginya pengawalan ketat terhadap proses peradilan sangat penting, agar keadilan bagi para korban tidak dikhianati.

“Kami sangat khawatir, proses banding ini bisa menjadi celah hukum bagi tersangka untuk lolos dari hukuman. Apalagi jika tidak diawasi dengan ketat, bisa saja muncul berbagai alibi dari kuasa hukumnya yang dapat meringankan atau bahkan membebaskan vonisnya,” ujar Indi Naidha, Senin (14/4/2025).

Menurut Indi, perkara ini bukan lagi sekadar dugaan, melainkan telah terbukti secara hukum dengan adanya alat bukti dan keterangan saksi yang kuat. Meskipun pada awalnya, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut tersangka dengan hukuman sembilan tahun penjara, namun dalam prosesnya tuntutan tersebut direvisi menjadi tujuh tahun.

“Kami akan terus proaktif bersama kejaksaan untuk memonitor proses banding ini. Jangan sampai keadilan untuk para korban perempuan yang masih anak-anak ini terabaikan karena strategi hukum yang manipulatif di persidangan,” tegasnya.

Ketua DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Jember ini juga mengungkapkan bahwa sekarang korban telah berusia tujuh tahun, sementara kasus ini telah berjalan sekitar satu setengah tahun sejak kejadian.

Hal ini menunjukkan betapa panjang dan melelahkan proses yang harus dijalani para korban dan keluarganya.

Dia menegaskan bahwa perjuangan mendampingi korban kekerasan seksual, terutama anak-anak, adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial yang harus dipegang teguh oleh semua pihak, terutama aparatur penegak hukum.

“Tidak boleh ada kompromi terhadap pelaku kekerasan seksual. Proses hukum harus dijaga agar tetap adil dan berpihak pada korban, bukan pada celah hukum yang bisa dimanfaatkan pelaku,” tutupnya. (martin/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Pamekasan Gelar Futsal Cup 2026, Rebutkan Piala MH Said Abdullah dan Tabanas

PAMEKASAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan menggelar Turnamen Futsal Cup 2026 antar-Pimpinan Anak Cabang ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Event di Daerah Jangan Cuma Ramai, UMKM Lokal Harus Ikut Panen

NGAWI — Event yang digelar di daerah jangan berhenti menciptakan keramaian. Anggota Komisi VII DPR RI Novita ...
KRONIK

Wujud Kepedulian, Hj. Ansari Salurkan 116 Unit Bantuan ATENSI Kemensos di Pamekasan

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menyalurkan 116 unit bantuan alat bantu fisik bagi ...
KABAR CABANG

Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pucanglaban Dikukuhkan, Komitmen Besarkan PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengukuhkan pengurus Ranting dan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Ajak Generasi Muda Terlibat Kelola Sampah

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus melakukan sosialisasi dan mengajak berbagai elemen ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Senori, Minta Pemkab Tak Lambat Respon Kekeringan

TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menerjunkan tim Badan Penanggulangan Bencana ...