MOJOKERTO – Petani porang di Kabupaten Mijokerto begitu antusias menyambut Bimbingan Teknis (Bimtek) Tanaman Pangan yang diselenggarakan oleh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Mindo Sianipar, yang bekerjasama dengan Kementerian Pertanian RI dan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto.
Salah seorang petani porang berasal dari lereng gunung Penanggungan, Mukadi. Ia menuturkan kegiatan ini sangat membantu para petani meningkatkan pengetahuannya tentang bagaimana budidaya porang yang benar.
“Pelatihan ini yang ditunggu-tunggu petani. Selama ini, petani porang banyak, tapi gak ada yang mengarahkan dan menguatkan. Melalui PDI Perjuangan, khususnya Pak Mindo Sianipar bersama Kementan yang memberi arahan teknisnya seperti ini. Saya sangat berteri makasih,” terang Mukadi usai mengikuti Bimtek, Kamis (23/9/2021).
Petani yang memiliki lahan 3,5 hektar ini pun berharap, kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan kembali di kemudian hari.
“Terus buat kegiatan untuk petani dan masyarajat, supaya nanti benar-benar didampingi dan bisa membentuk wadah dan secara ekonomi masyarakat akan terangkat,” terangnya.
Berbeda dengan Mukadi, Suyatno, seorang pengusaha porang di Kecamatan Kemlagi, menuturkan telah memulai bertani porang sejak tahun 2019. Sejak tahun tersebut, Suyatno merasa kesulitan pada alat produksi yang terbilang mahal.
“Kalau kita jual umbi saja penghasilan minim, saya ingin minimal bisa menghasilkan barang setengah jadi. Cip kering, kalau tepung kita belum mampu karena peralatannya mahal,” terang Suyatno.
Ia berharap, petani porang di Kabupaten Mojokerto bisa mendapatkan perhatian dari pemkab, pemprov, maupun pusat untuk bantuan alat tersebut.
“Kami berharap agar pemerintah kabupaten maupun provinsi bisa hadir dan memberi bantuan alat produksi pada petani di Mojokerto. Alatnya mahal Mas. Kalau saat ini kita gak mampu,” terangnya.
Diketahui, acara bimbingan teknis tanaman pangan ini diadakan satu hari, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, memakai masker dan menjaga jarak. (arul/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













