Rabu
13 Mei 2026 | 12 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Husen Temui Demo Mahasiswa Menyoal Pendidikan di Lamongan

IMG-20250509-WA0022_copy_1058x671

LAMONGAN – Wakil Ketua II DPRD Lamongan, Husen, memberikan tanggapan konstruktif atas aksi unjuk rasa yang digelar oleh kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Lamongan (Unisla).

Aksi tersebut menyoroti persoalan kebijakan pendidikan di Kabupaten Lamongan dan menyuarakan lima tuntutan utama yang dianggap krusial bagi masa depan generasi muda.

Dalam orasinya, mahasiswa menilai bahwa alokasi anggaran pendidikan dalam APBD Lamongan lebih banyak terserap untuk belanja pegawai dan operasional perkantoran, bukan pada peningkatan mutu layanan pendidikan.

Mereka mendesak DPRD dan Dinas Pendidikan, baik di tingkat kabupaten maupun Cabang Dinas Jawa Timur, untuk menandatangani dan merealisasikan lima poin tuntutan.

Kelima tuntutan itu antara lain, perubahan APBD untuk kepentingan pendidikan rakyat, penghapusan pungutan liar, pemberian solusi konkret atas penahanan ijazah, dan kecaman terhadap segala bentuk intimidasi di sekolah. Serta ancaman aksi lanjutan jika tuntutan tidak dipenuhi.

Mas Husen, Wakil Ketua II DPRD Lamongan dari Fraksi PDI Perjuangan menegaskan bahwa pihaknya membuka ruang dialog dan siap memfasilitasi aspirasi mahasiswa secara terbuka dan transparan.

“Kami mengapresiasi semangat kritis mahasiswa. Ini bukti kepedulian terhadap dunia pendidikan. DPRD siap duduk bersama dalam forum hearing untuk membahas secara rinci baik anggaran, program, maupun progres yang sudah dan akan dilakukan oleh Dinas Pendidikan,” ujar Husen.

Ia juga menegaskan bahwa saat ini memasuki masa perubahan APBD tahun anggaran 2025, sehingga seluruh masukan dan usulan dari mahasiswa bisa diformulasikan dalam pembahasan tersebut.

Lebih lanjut, Husen menyampaikan bahwa praktik penahanan ijazah di sekolah negeri harus dihentikan. Ia meminta Dinas Pendidikan maupun Cabang Dinas Pendidikan Provinsi untuk bersikap tegas terhadap kepala sekolah yang masih melanggarnya.

“Ijazah adalah hak siswa. Tidak boleh ada alasan apa pun untuk menahannya. Jika masih ada yang melanggar, kami minta agar diberi sanksi tegas, bahkan dicopot dari jabatannya,” ucapnya.

Terkait dugaan intimidasi dalam dunia pendidikan, Husen menekankan bahwa setiap pelanggaran etik dan hukum oleh civitas pendidikan harus ditindak, baik secara internal maupun oleh aparat penegak hukum.

Ia juga mengajak seluruh pihak di lingkungan sekolah untuk mengedepankan pendekatan kekeluargaan dalam pelayanan pendidikan.

“Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Jangan hilangkan sisi kemanusiaan siswa. Mereka adalah aset bangsa, mari didik dengan ketelatenan, keikhlasan, dan kesabaran,” ujar Mas Husen, Wakil Ketua II DPRD Lamongan dari Fraksi PDI Perjuangan. (mnh/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Eri Irawan Inisiasi “Sekolah Sampah”, Dorong Warga Surabaya Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Eri Irawan menginisiasi “Sekolah Sampah” untuk mendorong warga Surabaya memilah dan mengelola sampah dari rumah. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Pemimpin Bukan Dinilai dari Penghargaan, Tapi Dampaknya bagi Rakyat

Eri Cahyadi menegaskan pemimpin sejati tidak diukur dari penghargaan, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan ...
KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta Pengawasan Daycare Diperketat usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Novita Hardini meminta pengawasan daycare diperketat usai kasus dugaan kekerasan anak di Yogyakarta menjadi sorotan ...
KABAR CABANG

Perkuat Narasi Digital, DPC Ngawi Gembleng Kader Muda Kelola Media Sosial

NGAWI – Dinamika era digital telah mengubah perilaku publik secara fundamental, mulai dari cara mengakses informasi ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Jangan Sampai Indonesia Jadi Basis Judi Online Internasional

Puan Maharani mengingatkan pentingnya antisipasi agar Indonesia tidak menjadi basis operasional judi online ...