Selasa
11 Agustus 2026 | 10 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Husen Temui Demo Mahasiswa Menyoal Pendidikan di Lamongan

IMG-20250509-WA0022_copy_1058x671

LAMONGAN – Wakil Ketua II DPRD Lamongan, Husen, memberikan tanggapan konstruktif atas aksi unjuk rasa yang digelar oleh kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Lamongan (Unisla).

Aksi tersebut menyoroti persoalan kebijakan pendidikan di Kabupaten Lamongan dan menyuarakan lima tuntutan utama yang dianggap krusial bagi masa depan generasi muda.

Dalam orasinya, mahasiswa menilai bahwa alokasi anggaran pendidikan dalam APBD Lamongan lebih banyak terserap untuk belanja pegawai dan operasional perkantoran, bukan pada peningkatan mutu layanan pendidikan.

Mereka mendesak DPRD dan Dinas Pendidikan, baik di tingkat kabupaten maupun Cabang Dinas Jawa Timur, untuk menandatangani dan merealisasikan lima poin tuntutan.

Kelima tuntutan itu antara lain, perubahan APBD untuk kepentingan pendidikan rakyat, penghapusan pungutan liar, pemberian solusi konkret atas penahanan ijazah, dan kecaman terhadap segala bentuk intimidasi di sekolah. Serta ancaman aksi lanjutan jika tuntutan tidak dipenuhi.

Mas Husen, Wakil Ketua II DPRD Lamongan dari Fraksi PDI Perjuangan menegaskan bahwa pihaknya membuka ruang dialog dan siap memfasilitasi aspirasi mahasiswa secara terbuka dan transparan.

“Kami mengapresiasi semangat kritis mahasiswa. Ini bukti kepedulian terhadap dunia pendidikan. DPRD siap duduk bersama dalam forum hearing untuk membahas secara rinci baik anggaran, program, maupun progres yang sudah dan akan dilakukan oleh Dinas Pendidikan,” ujar Husen.

Ia juga menegaskan bahwa saat ini memasuki masa perubahan APBD tahun anggaran 2025, sehingga seluruh masukan dan usulan dari mahasiswa bisa diformulasikan dalam pembahasan tersebut.

Lebih lanjut, Husen menyampaikan bahwa praktik penahanan ijazah di sekolah negeri harus dihentikan. Ia meminta Dinas Pendidikan maupun Cabang Dinas Pendidikan Provinsi untuk bersikap tegas terhadap kepala sekolah yang masih melanggarnya.

“Ijazah adalah hak siswa. Tidak boleh ada alasan apa pun untuk menahannya. Jika masih ada yang melanggar, kami minta agar diberi sanksi tegas, bahkan dicopot dari jabatannya,” ucapnya.

Terkait dugaan intimidasi dalam dunia pendidikan, Husen menekankan bahwa setiap pelanggaran etik dan hukum oleh civitas pendidikan harus ditindak, baik secara internal maupun oleh aparat penegak hukum.

Ia juga mengajak seluruh pihak di lingkungan sekolah untuk mengedepankan pendekatan kekeluargaan dalam pelayanan pendidikan.

“Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Jangan hilangkan sisi kemanusiaan siswa. Mereka adalah aset bangsa, mari didik dengan ketelatenan, keikhlasan, dan kesabaran,” ujar Mas Husen, Wakil Ketua II DPRD Lamongan dari Fraksi PDI Perjuangan. (mnh/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...