Senin
09 Februari 2026 | 5 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hosnan PDIP Kritik Wacana Pilkada Lewat DPRD, Nilai Tak Sejalan dengan Demokrasi

PDIP-Jatim-Hosnan-21012026

SUMENEP – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Hosnan, menilai wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD sebagai langkah mundur dalam praktik demokrasi. Ia menegaskan, mekanisme tersebut berpotensi menggerus kedaulatan rakyat.

Hal itu disampaikan Hosnan saat Diskusi Publik bertajuk “Pilkada Lewat DPRD: Solusi atau Kemunduran Demokrasi” yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep, di Hall Hotel Kaberaz, Rabu (21/1/2026).

“Pilkada tidak langsung, bagi saya merupakan bentuk nyata dari kemunduran demokrasi,” ujar Hosnan di hadapan peserta diskusi.

Menurutnya, pilkada langsung merupakan instrumen penting untuk memastikan hak rakyat tetap terjaga. Jika pemilihan dikembalikan ke DPRD, tambah dia, ruang partisipasi publik dinilai akan menyempit.

“Pilkada langsung adalah cara menjaga kedaulatan rakyat agar tetap utuh. Ketika mekanismenya dialihkan ke DPRD, hak rakyat berpotensi tereduksi,” jelasnya.

Wakabid DPC PDI Perjuangan Sumenep itu menegaskan bahwa sikap PDI Perjuangan  konsisten membela kepentingan rakyat kecil. Prinsip itu, kata dia, menjadi alasan partainya menolak wacana Pilkada tidak langsung.

“Pertimbangan kami jelas, menjaga kedaulatan rakyat. Sejak awal PDI Perjuangan memang berdiri sebagai partai wong cilik,” katanya.

Ia juga menyinggung dinamika sosial yang kerap mengiringi pelaksanaan pilkada. Menurutnya, perbedaan pandangan dan gesekan di masyarakat merupakan konsekuensi wajar dari demokrasi yang sehat.

“Dinamika saat Pilkada itu hal biasa. Justru itu tanda masyarakat mulai cerdas menilai dan menimbang figur yang layak dipilih,” terangnya.

Karena itu, Hosnan mempertanyakan urgensi mengembalikan pilkada ke sistem tidak langsung, di tengah meningkatnya kesadaran politik masyarakat.

“Ketika masyarakat sudah semakin cerdas, apakah pantas hak mereka justru ditarik kembali untuk menentukan pemimpinnya sendiri?” tandasnya.

Diskusi publik tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan partai politik, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, hingga kalangan mahasiswa. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Tuntaskan Penjaringan Calon Ketua PAC di Semua Dapil

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro secara resmi mengakhiri tahapan ...
KOLOM

Deni Wicaksono Dukung RS BHC Run, Dorong Budaya Hidup Sehat di Sumenep

SUMENEP – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan RS BHC ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin: Program Gentengisasi Prabowo Sejalan dengan Konsep Kota Atraktif Trenggalek

TRENGGALEK — Bupati Mochamad Nur Arifin memastikan arah pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Trenggalek ...
SEMENTARA ITU...

Suwondo Dorong Konservasi Hulu Sungai Jari demi Ketahanan Air Petani Blitar

BLITAR – Pagi itu, embun masih menggantung di dedaunan ketika sejumlah warga berkumpul di hulu Sungai Jari, Desa ...
SEMENTARA ITU...

Hadiri Pengajian Muslimat NU, Anggota DPRD Magetan Tekankan Pentingnya Karakter Generasi Muda

MAGETAN – Di tengah derasnya arus keterbukaan informasi, penguatan karakter generasi muda melalui pendidikan agama ...
KRONIK

Said Abdullah Dorong RS BHC Run Jadi Agenda Tahunan, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

SUMENEP – Event RS BHC Run 2026 sukses menarik ribuan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan lari ...