Jumat
24 April 2026 | 9 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: PDIP Konsisten Tak Ajukan Caleg Mantan Koruptor

pdip-jatim-hasto-bawaslu

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan sikap dan komitmen partainya untuk mengajukan calon anggota legislatif (caleg) yang bersih. Bukan mantan terpidana korupsi.

“Ya itu sudah kami lakukan (pakta Integritas), kami sudah langsung mengambil sikap (tak mencalonkan caleg bermasalah hukum),” kata Hasto usai menerima kunjungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).

Hasto menyebutkan, PDIP telah berkomitmen mendaftarkan caleg yang bersih sebelum adanya peraturan KPU yang melarang mantan terpidana korupsi menjadi caleg. “Jadi ada atau tidak ada peraturan kami konsisten,” tegasnya.

Menurutnya, komitmen itu terlihat ketika pilkada. PDI Perjuangan tak mengusung calon kepala daerah (cakada) yang yang terbelit kasus korupsi. Walaupun, bakal calon kepala daerah tersebut memiliki elektabilitas tinggi.

“Di beberapa waktu yang lalu ada satu keluarga yang menunjukkan praktik korupsi secara luar biasa. Meskipun punya kecenderungan elektabilitas tinggi kami tidak calonkan. Kami tidak ada cakada (calon kepala daerah) yang berstatus tersangka yang kami calonkan. Karena itu adalah sikap politik dari partai,” tutur dia.

Dia menambahkan, PDIP memiliki aturan yang tegas terkait kadernya yang terjerat perkara korupsi.

Jika terbukti mereka melakukan tindakan haram tersebut, maka, PDIP akan langsung memberikan sanksi pemecatan seketika. Baik itu ketika terkena OTT KPK maupun saat melakukan korupsi lewat penyalahgunaan kekuasaannya.

“Sehingga otomatis karena mereka tidak ber-KTA (kartu tanda anggota) PDIP, otomatis tidak bisa mencalonkan sebagai caleg,” jelas Hasto.

Meskipun memiliki sikap demikian, dia menilai bahwa mereka yang telah menjalankan hukuman sebagai mantan terpidana korupsi merupakan tanggung jawab sosial bersama untuk dapat diterima dengan baik. Dikarenakan mereka tetap merupakan bagian dari masyarakat Indonesia.

Sehingga para mantan terpidana korupsi tersebut dapat berproses sosialisasi dengan baik di tengah masyarakat. “Tanggung jawab sosial kita untuk bisa menerima mereka dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Pihaknya mengapresiasi kedatangan Bawaslu ke kantor-kantor partai. Menurutnya, Bawaslu harus bisa menjadi wasit yang baik dalam Pemilu 2019.

“Ini semua untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Demokrasi yang berkeadaban, demokrasi yang bukan menang-menangan, demokrasi yang melahirkan pemimpin untuk rakyat. Itu yang menjadi concern PDI Perjuangan,” ujar Hasto. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gas Porprov 2027, KONI Trenggalek Geber TC Atlet Peraih Medali

KONI Trenggalek langsung geber pemusatan latihan atlet peraih medali untuk memburu prestasi di Porprov Jatim 2027. ...
EKSEKUTIF

Pemkab Lamongan Perkuat Komitmen Penurunan Stunting Melalui Program Genting

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menunjukkan langkah konkret dalam mencetak generasi emas yang bebas ...
KRONIK

Ratusan Kasus Narkoba Menghantui Lumajang, Desa Tunjungrejo Perkuat Ketahanan Lewat Penyuluhan Hukum

LUMAJANG – Memajukan desa tak sekadar membangun infrastruktur. Juga bagaimana pembangunan sumber daya manusia (SDM) ...
KABAR CABANG

Ficky Septalinda: Sinergi Tiga Pilar Partai, Strategi Mencapai Kemenangan Kontestasi Politik

BANYUWANGI – Menjaga soliditas dan kekompakan tiga pilar Partai menjadi strategi dan kunci utama PDI Perjuangan ...
KRONIK

Erma Inisiasi Program Nelayan Ramah Lingkungan di Pantai Sidem Tulungagung

TULUNGAGUNG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, menginisiasi program nelayan tanah ...
LEGISLATIF

Fery Sudarsono Serahkan 10 Ribu Bibit Buah, Dorong Kemandirian Pangan Warga Madiun

MADIUN – Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono membagikan 10 ribu bibit tanaman produktif kepada masyarakat di ...