Jumat
28 Agustus 2026 | 6 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto Ajak Kader PDIP Jatim Jaga Soliditas Hadapi Pilgub 2018

pdip-jatim-hasto-bimtek-di-kota-malang

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto minta seluruh kader PDIP di Jawa Timur, agar menjaga soliditas menghadapi pilkada serentak, khususnya Pilgub Jatim yang akan digelar 27 Juni 2018 mendatang.

Ajakan itu disampaikan Hasto, saat membuka bimbingan teknis (bimtek) pendalaman tugas, yang diikuti seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan se-Jatim, di Hotel Harris, Kota Malang, Senin (9/10/2017) malam.

Hasto mengatakan, jauh hari konsolidasi harus dilakukan secara intens, menyambut pilkada dan pemilu 2019 di Jawa Timur. Pihaknya menyambut baik pelaksanaan bimtek yang juga jadi ajang konsolidasi tersebut.

Bimtek, jelas dia, akan memperkuat representasi partai di Jawa Timur. Apalagi setiap kader PDIP memang mempunyai tugas memperkuat partai.

Menurut Hasto, setiap kader adalah otot, biji mata dan otak partai. “Kita sebagai kader alhamdulillah telah menunjukkan itu,” ucapnya.

PDI Perjuangan sebagai partai Pancasilais, sebut Hasto, menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Karena itu, tambah dia, wajah politik partai, tidak hanya wajah kekuasaan. Namun harus menampilkan wajah kebudayaan dan wajah untuk menyejahterakan rakyat melalui gerakan ekonomi gotong royong.

Pada posisi politik sebagai partai pemerintah, terangnya, seluruh kader memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan efektivitas dukungan kepada pemerintahan Joko Widodo.

Hasto juga menyampaikan, seluruh survei saat ini menyebutkan PDIP adalah partai dengan elektabilitas tertinggi. Tapi, menurutnya, hal itu sekaligus tantangan bagi seluruh kader.

“Karena perolehan ini membuat kita menjadi sasaran serangan banyak pihak. Cara menghadapi berbagai serangan itu, kuncinya adalah persatuan sempurna dengan rakyat. Jangan pernah sekalipun menyakiti hati rakyat,” tegas Hasto.

Konsolidasi partai, imbuh dia, dilakukan juga demi merawat Pancasila yang belakangan ini mulai terancam. Saat ini Pancasila menghadapi ancaman dari sebagian kelompok masyarakat.

“Kita tidak ingin Indonesia seperti Suriah. Tugas kita sebagai orang partai harus melakukan konsolidasi dari Sabang sampai Merauke, agar nilai ke-Indonesiaan yang termaktub dalam Pancasila tetap terawat,” tuturnya.

Sementara itu, yang akan berlangsung hingga 12 Oktober tersebut diikuti 318 anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Beberapa kepala daerah dari PDI Perjuangan tampak hadir saat pembukaan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Ribuan Warga Padati Siraman Gong Kyai Pradah, Tradisi Leluhur Blitar Tetap Lestari di Tengah Efisiensi

Ribuan warga memadati Alun-alun Lodoyo menyaksikan Siraman Gong Kyai Pradah. Tradisi leluhur Blitar tetap ...
KRONIK

Serap Aspirasi di Kradenan, Evi Dwitasari: Pokir DPRD Harus Berorientasi Kepentingan Umum

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Evi Dwitasari, menyerap aspirasi masyarakat ...
KRONIK

Perusakan ODCB Gumuk Lumpang Dilaporkan ke Polisi, DPRD Soroti Sikap Dinas

JEMBER – Pegiat budaya, Setio Hadi, melaporkan dugaan perusakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Gumuk Lumpang di ...
LEGISLATIF

Bertemu Warga Ngawi, Novita Hardini Dapat Curhatan Nasib UMKM

NGAWI – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini bertemu dengan para pelaku UMKM dan digital ...
SEMENTARA ITU...

Peringati 99 Tahun Harlah, Warga Pencak Organisasi Lumajang Gelar Tabur Bunga di TMP

LUMAJANG – Memperingati lahirnya Pencak Organisasi (PO) yang ke-99 tahun, warga PO Kabupaten Lumajang menggelar ...
LEGISLATIF

Puan Tegaskan DPR Terbuka Terima Aspirasi Rakyat, Tapi Harus Ikuti Mekanisme

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR terbuka terhadap aspirasi masyarakat, termasuk menerima ...