Rabu
13 Mei 2026 | 3 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Harkitnas 2021, Tari: Kebangkitan untuk Hadapi Pandemi

pdip-jatim-hpl-210521

SURABAYA – Srikandi Banteng Jawa Timur Hari Putri Lestari mengatakan, Hari  Kebangkitan Nasional ke-113 tahun ini hendaknya menjadi momentum bagi masyarakat untuk tetap semangat dalam menghadapi pandemi Covid-19 serta optimistis mendorong kemajuan negeri.

“Kalau kita flashback saat kali pertama Boedi Oetomo didirikan, itu kan bangkit untuk persatuan nasionalisme di saat itu. Dan kalau kita sesuaikan dengan saat kekinian, situasi negara bahkan dunia ini adalah masalah pandemi Covid-19,” ujarnya, Kamis (20/5/2021).

Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Tari ini menjelaskan, di saat pandemi, seluruh tatanan yang telah dibangun mulai dari segi kesehatan, hingga ekonomi, seluruhnya harus menyesuaikan dengan keadaan baru atau new normal.

Baca: Bambang Yuwono: Harkitnas Momentum Kuatkan Nilai Kebangsaan

“Dengan adanya pandemi ini semua sektor terpuruk baik itu pemerintahan, swasta, pendidikan, kebudayaan, ekonomi semua morat-marit, kebiasaan ramah tamah berkumpul, diubah ke new normal. Jadi kita harus bangkit, gotong royong, gak bisa pemerintah saja tanpa semua elemen terlibat terutama masyarakat,” tegasnya.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur ini mengatakan, terkait kesehatan, dia mengimbau masyarakat agar tidak lengah terhadap pandemi Covid-19. Terlebih setelah menengok kejadian di India yang memiliki lonjakan kasus karena kerumunan masyarakat.

Lalu terkait ekonomi, Tari ingin masyarakat yang terdampak tidak putus asa dan tetap semangat serta berinovasi agar bisa tetap bertahan.

Baca juga: Untari Yakin Rakyat Indonesia Bisa Bangkit Menjadi Bangsa yang Tangguh

“Jadi bangkitnya itu, bangkit supaya masyarakat Indonesia itu sehat dulu, karena ketika kita bisa menjaga kesehatan pribadi, kesehatan keluarga, lingkungan, bangsa, nanti kita bisa juga bangkit secara ekonominya,” jelas Tari.

“Jangan ada yang putus asa ketika sudah di PHK, lalu PKL yang omsetnya menurun hingga tutup, juga harus tetap semangat membuat inovasi atau motivasi, bisa lewat sosial media atau yang lainnya,” tambah dia.

Menurutnya, di dalam kebangkitan itu ada semangat dan optimisme. Dan semangat bisa mendorong kemajuan.

“Jangan sampai pandemi ini membuat kekhawatiran, dan kekecewaan,” imbuh Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini.

Tari juga mendorong masyarakat khususnya kaum millenial untuk menumbuhkan rasa nasionalisme seperti yang diusung oleh Boedi Oetomo.

Dirinya menyebut hal itu dapat dimulai dengan mencintai dan membeli produk dalam negeri, karena hal tersebut tidak hanya menumbuhkan nasionalisme namun juga memberikan dukungan kepada para UMKM.

“Nah kalau dulu bangkit yang dibangun itu kan nasionalismenya, jadi kita ingin membangun nasionalisme itu tumbuh, saling mensupport dan mendukung. Kita harus mencintai produk dalam negeri,” pungkasnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Inisiasi “Sekolah Sampah”, Dorong Warga Surabaya Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Eri Irawan menginisiasi “Sekolah Sampah” untuk mendorong warga Surabaya memilah dan mengelola sampah dari rumah. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Pemimpin Bukan Dinilai dari Penghargaan, Tapi Dampaknya bagi Rakyat

Eri Cahyadi menegaskan pemimpin sejati tidak diukur dari penghargaan, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan ...
KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta Pengawasan Daycare Diperketat usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Novita Hardini meminta pengawasan daycare diperketat usai kasus dugaan kekerasan anak di Yogyakarta menjadi sorotan ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Kurangi Undangan Reses dari 250 Jadi 200 Orang per Titik

DPRD Surabaya mengurangi jumlah undangan reses dari 250 menjadi 200 orang per titik demi efektivitas dan efisiensi ...