Rabu
02 September 2026 | 10 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Perempuan Internasional, Ini Pesan Dyah Katarina

pdip-jatim-dyah-katarina-surabaya

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Dyah Katarina, mengatakan bahwa saat ini kaum perempuan telah mendapatkan pengakuan di ruang-ruang publik. Banyak kiprah perempuan dalam pengambilan kebijakan publik mulai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hingga di berbagai aktivitas sosial dan ekonomi lainnya.

“Kita lihat misalkan, sekarang kepala dinas atau sopir PMK sudah tidak harus laki-laki. Kepala Puskesmas, camat atau lurah sekarang juga banyak yang perempuan. Itu sejak zamannya Pak Bambang DH sudah berlaku. Artinya, siapa yang mampu ya silakan. Jadi, laki-laki atau perempuan sudah tidak lagi jadi pertimbangan untuk menempati suatu jabatan,” katanya, Selasa (8/2/2022).

Politisi asal PDI Perjuangan itu menegaskan, ketika kesetaraan gender diberlakukan, maka tidak perlu lagi melihat ini laki-laki atau perempuan, karena semuanya sama dan setara.

“Kalau ada diskriminasi baru kita soroti, dan menurut saya sekarang tidak ada diskriminasi sekarang. Artinya, tidak lagi membedakan gendernya, laki-laki atau perempuan tetapi lebih kepada kemampuan seseorang,” jelasnya.

Wakabid Perempuan dan Anak DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu pun menambahkan bahwa sejauh ini Pemkot Surabaya telah memberikan sosialisasi, penyadaran ke masyarakat tentang kesetaraan gender. Namun menurutnya hal itu masih perlu lebih digencarkan lagi.

“Karena ternyata masih ada masyarakat yang belum kena sasaran. Misalkan selama ini sasarannya adalah kader yang di mana kader punya tugas untuk menyampikan ke warga, tetapi mungkin tidak memiliki kemampuan, fasilitas maupun sarana untuk menyampaikannya. Nah, ini menjadi evaluasi untuk Pemkot Surabaya supaya lebih merata lagi,” tandasnya.

Dalam rangka Hari Perempuan Internasional yang diperingati pada hari ini (Selasa, 8/3/2022), Dyah pun berpesan kepada semua perempuan untuk tetap menjadi diri sendiri dan berupaya menjadi perempuan yang mandiri.

“Mandiri bukan berarti gagah terus berkonotasi negatif, tetapi lebih pada perempuan harus mandiri agar apabila terjadi sesuatu, perempuan itu sudah settle. Kembangkanlah potensi diri, tidak usah minder. Karena perempuan itu kalau dikasih kesempatan, dia bisa menjadi apapun,” tandasnya. (dhani/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Minta Proyeksi Pembiayaan Pilgub Jatim dan Dasar Dana Cadangan Rp600 M Diperjelas

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta Pemprov Jatim memperjelas proyeksi keseluruhan kebutuhan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang: Perubahan APBD Jangan Sekadar Geser Angka, Harus Berdampak ke Rakyat

MALANG — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mengingatkan Pemerintah Kabupaten Malang agar Perubahan APBD ...
HEADLINE

Dua Ambulans DPC Sidoarjo Bantu Evakuasi Ratusan Santri Keracunan Makanan 

SIDOARJO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo menerjunkan dua tim ambulans dalam peristiwa keracunan massal ...
LEGISLATIF

P-APBD 2026 Disahkan, Ketua DPRD Ngawi Ingatkan 5 Program Prioritas RKPD

NGAWI – Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko (King) mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi agar ...
KRONIK

Bupati Fauzi Minta KONI Sumenep Perkuat Pembinaan Atlet Muda

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini untuk ...
LEGISLATIF

Baru 26 dari 190 Titik Punya ZoSS, Dewanti Minta Sekolah Rawan Kecelakaan di Malang Segera Dipetakan

SURABAYA — Fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di Kabupaten Malang dinilai masih jauh dari kebutuhan. Dari 190 ...