SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak masyarakat menjadikan sejarah dan perjuangan para leluhur sebagai inspirasi dalam membangun daerah.
Hal itu disampaikan Fauzi saat ziarah ke kompleks pemakaman raja-raja Sumenep di Asta Tinggi, Jumat (30/10/2026).
Ziarah tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep. Kegiatan itu diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menurut Fauzi, mengenang para pendahulu tidak cukup melalui kegiatan seremonial. Generasi sekarang, tambah dia, perlu memahami perjalanan sejarah daerah dan mengambil pelajaran dari kepemimpinan para raja yang telah membangun Sumenep pada masanya.
Ia menilai, keberadaan Sumenep hingga saat ini tidak terlepas dari perjuangan, pengabdian, dan pengorbanan para pemimpin terdahulu. Karena itu, penghormatan kepada leluhur perlu diwujudkan melalui doa sekaligus upaya meneruskan nilai-nilai positif yang telah diwariskan.
“Momentum Hari Jadi ke-757 ini menjadi saat yang tepat bagi kita semua untuk merenungkan kembali perjuangan para leluhur. Apa yang kita nikmati di Sumenep hari ini adalah buah dari dedikasi dan pengorbanan para raja serta pemimpin terdahulu,” ujar Fauzi.
Ia menjelaskan, keteladanan para pendahulu harus menjadi bagian penting dalam menjalankan tanggung jawab, baik sebagai aparatur pemerintah maupun anggota masyarakat. Nilai pengabdian dan kebijaksanaan kepemimpinan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk kepentingan daerah.
Politisi PDI Perjuangan itu juga mengingatkan, pembangunan Sumenep membutuhkan keterlibatan seluruh elemen. Pemerintah dan masyarakat harus memiliki semangat bersama untuk mendorong kemajuan daerah, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat daya saing.
Namun, kemajuan tersebut, lanjut Fauzi, tidak boleh membuat Sumenep kehilangan identitasnya. Kekayaan sejarah, tradisi, dan budaya lokal harus tetap dijaga sebagai bagian dari warisan yang memiliki nilai penting bagi generasi mendatang.
“Sudah sepatutnya kita mendoakan beliau-beliau sekaligus meneladani kepemimpinannya dalam membangun daerah. Semangat perjuangan para leluhur harus menjadi motivasi untuk membawa Sumenep semakin maju dan sejahtera tanpa meninggalkan akar budayanya,” tegasnya.
Prosesi ziarah diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama di kompleks pemakaman pertama. Rombongan kemudian melanjutkan kegiatan ke kompleks berikutnya hingga berakhir di makam Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I, salah satu raja Sumenep yang dikenal alim dan bijaksana.
Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut ditutup dengan tabur bunga dan ramah tamah bersama para penjaga makam atau kuncen Asta Tinggi. (hzm/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













