Sabtu
05 September 2026 | 11 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hardiknas 2024, Untari Nilai Penerapan Sistem Zonasi Belum Ideal di Jatim

PDIP-Jatim-Sri-Untari-04032024

SURABAYA – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap tanggal 2 Mei merupakan momentum bagi semua pihak untuk melakukan refleksi dan evaluasi demi mewujudkan kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur.

Menyambut Hardiknas, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh murid di Jatim yang berhasil diterima di banyak perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di Indonesia. Capaian tersebut menempatkan Jatim sebagai peringkat pertama peserta didik paling banyak diterima di PTN.

“Kita masih patut berbangga karena banyak anak Jatim diterima di PTN yang bagus-bagus. Kita ranking pertama se-Indonesia. Itu merupakan bagian dari apresiasi kita,” ujar Untari di Surabaya, Kamis (2/5/2024)

Pada momentum yang sama, anggota Komisi E DPRD Jawa Timur tersebut juga turut mengapresiasi guru serta tenaga kependidikan yang telah membaktikan diri untuk membimbing anak-anak murid mereka.

“Saya bangga akan kehadiran guru serta tenaga kependidikan yang membaktikan diri kepada murid-murid mereka, sehingga anak-anak ini bisa belajar dengan efektif untuk memperoleh nilai bagus dan diterima di PTN terbaik di Indonesia,” tuturnya.

Di sisi lain, Untari tidak lupa memberikan catatan evaluasi terhadap proses penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, khususnya di Jatim, terutama perihal sistem zonasi.

“Zonasi yang saat ini dikembangkan oleh pusat, saya lihat belum ideal penerapannya di Jatim, utamanya karena di tiap kecamatan kita belum punya sekolah negeri,” jelasnya.

Untari menilai, masih banyak masyarakat di Jatim yang orientasinya harus menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri, padahal dalam kurikulum merdeka itu kedudukan negeri dan swasta setara.

Untuk itu, ia mendorong kepada pemerintah untuk lebih giat mensosialisasikan zonasi kepada masyarakat dan ikut melibatkan pihak swasta, mengingat swasta selalu hadir di kala pemerintah tidak memiliki anggaran untuk membangun sekolah negeri.

“Perlu dipikirkan adanya upaya membangun kerja sama antara negeri dan swasta. Semuanya sama-sama mendapatkan support dari pemprov agar tidak ada kesenjangan antara negeri dan swasta,” tandasnya. (yols/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Trenggalek Gelontor Ribuan Liter Air Bersih, Sehari Lima Desa Jadi Sasaran

TRENGGALEK – PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelontorkan ribuan liter air bersih ke desa-desa yang ...
KRONIK

Banyuwangi Gelar “Festival Literasi Using”, Upaya Lestarikan Bahasa Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using. Ajang ini menjadi cara ...
LEGISLATIF

Model Malang Berhasil, Untari Akan Perluas Pelestarian Aksara Jawa ke Seluruh Sekolah di Jatim

MALANG – Keberhasilan penerapan model pembelajaran dan pelestarian aksara Jawa di sejumlah sekolah di Malang ...
KRONIK

Waktu Tinggal Tiga Bulan, Widarto Pesimistis APBD Jember 2026 Terserap Optimal

JEMBER – Tambahan ruang fiskal Kabupaten Jember mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, waktu untuk membelanjakannya ...
KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...
LEGISLATIF

Puan Dukung Penegakan Hukum 21 Badan Usaha Terkait Karhutla, Minta Prosesnya Transparan

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penegakan hukum ...