Minggu
12 April 2026 | 1 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hal MGB di Magetan, Diana Sasa Tampung Keluhan Wali Siswa

IMG-20260105-WA0014(2)_copy_487x330

MAGETAN – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat siswa masuk sekolah di bulan Ramadan ini dikeluhkan sejumlah wali siswa.

Pertama, dianggap tak sesuai anggaran. Yang kedua, berpotensi tak memenuhi standar higienis.

Keluhan ini sampai pada Diana AV Sasa anggota DPRD Provinsi Jawa Timur yang juga ibu dari dua putera yang kebetulan menerima MBG dari sekolahnya di Magetan.

Diana Sasa menyampaikan sebagai Anggota DPRD Provinsi sekaligus warga Magetan dan orang tua murid, dirinya menerima sejumlah laporan masyarakat terkait pelaksanaan program MBG selama bulan Ramadan.

“Saya mengapresiasi tujuan baik program ini. Namun dalam beberapa laporan yang saya terima, terdapat temuan yang memprihatinkan dan tidak bisa diabaikan” kata Sasa.

Beberapa keluhan yang sampai ke Diana Sasa antara lain, roti yang terindikasi berjamur. Telur yang dibagikan dalam kondisi cangkang masih terdapat kotoran hingga telur berbau busuk.

Standar gizi dipertanyakan.

Temuan seperti ini menyangkut aspek mendasar, kebersihan, keamanan pangan, dan perlindungan kesehatan anak-anak.

Menurut Diana Sasa, program publik, terlebih yang menyasar peserta didik, wajib memenuhi standar higienitas dan quality control yang ketat.

“Tidak boleh ada toleransi terhadap kelalaian” tegas Diana Sasa.

Diana Sasa meminta instansi terkait dan pihak pelaksana untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses produksi dan distribusi. Juga memastikan standar sanitasi pangan diterapkan secara disiplin, dan memberikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat.

“Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, kami akan melakukan monitoring dan koordinasi lebih lanjut agar kualitas pelaksanaan program ini benar-benar sesuai dengan tujuan awalnya,” katanya.

Pengawasan, kata dia, bukan bentuk penolakan terhadap program, melainkan komitmen agar setiap kebijakan yang menyangkut anak-anak dilaksanakan secara bertanggung jawab dan profesional.

“Kesehatan dan keselamatan anak tidak boleh dikompromikan,” pungkas Sasa.(rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

30 Pemain Banteng Jatim FC U-17 Lolos Seleksi, Langsung Jalani Latihan Perdana

SURABAYA — Sebanyak 30 pemain resmi lolos seleksi Banteng Jatim FC U-17 dan langsung menjalani latihan perdana ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Siap Garap Sektor Pertanian dan Persoalan Perempuan

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bersama DPC Tuban menggelar rapat pleno pembentukan kepengurusan PAC ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Ponorogo Perkuat Basis Gen Z, Dorong Keterlibatan Anak Muda dan Perempuan

SURABAYA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo menegaskan komitmennya untuk merangkul ...
KABAR CABANG

DPC PDIP Jember Serahkan Struktur 31 PAC ke DPD Jatim, Tekankan Soliditas Kader

SURABAYA — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jember menyerahkan susunan struktur Pengurus Anak ...
HEADLINE

Said Abdullah: PAC PDI Perjuangan Wajib Pahami Ideologi Partai

SURABAYA — Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menegaskan bahwa kader yang masuk dalam struktur ...
KABAR CABANG

PDIP Pacitan Targetkan 9 Kursi DPRD, Andalkan Penguatan PAC dan Kader Muda

PACITAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pacitan menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD ...