oleh

Hadapi Pilgub, PDIP Intensif Dialog dengan Tokoh Jatim

pdip-jatim-hasto-rakercab-sbySURABAYA – PDI Perjuangan menganggap Provinsi Jawa Timur sebagai wilayah yang sangat khusus. Sehingga pada Pemilu Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang, dibutuhkan calon gubernur yang mampu memahami dari sisi kultur, sosiologis serta demografi yang memengaruhi peta politik.

Untuk menghadapi Pilgub 2018, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya masih melakukan dialog dengan seluruh komponen serta tokoh di Jawa Timur untuk mencari sosok calon gubernur yang akan diusung PDIP.

“Kami intensif melakukan dialog dengan NU, tokoh-tokoh Jatim untuk mempersiapkan Pilgub 2018 agar bisa menjadi bagian dari basis utama PDI Perjuangan, termasuk menjadi target untuk kami menangkan,” kata Hasto, usai acara Rapat Kerja Cabang (Rakercab) PDI Perjuangan Kota Surabaya, di Gedung Wanita Jalan Kalibokor, Sabtu (20/2/2016) malam.

Rakercab dihadiri ratusan jajaran struktur dan kader partai ini juga dihadiri dua kader PDI Perjuangan yang baru saja dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini – Whisnu Sakti Buana.

Sementara itu, saat berpidato, Risma mengajak seluruh kader PDI Perjuangan tetap mempertahankan perolehan suara di Kota Pahlawan. Termasuk dalam perhelatan Pilgub Jatim 2018.

“Dua sampai tiga tahun ke depan, kita punya gawe besar. Kita akan menghadapi Pilgub Jatim di 2018, kemudian ada Pileg dan Pilpres di 2019,” kata Risma.

Untuk itu, dia mengajak para kader dan simpatisan berupaya sekuat tenaaga agar perolehan suara sebagaimana Pileg 2014 dan Pilkada Surabaya 2015, tidak sampai menurun. “Kalau bisa justru ditingkatkan. Surabaya harus mempertahankan perolehan suaranya,” pinta Risma. (goek)