oleh

Gus Yani-Bu Min Gratiskan BPJS Kesehatan Kelas 3 bagi Warga Gresik

-Berita Terkini-45 kali dibaca

GRESIK – Cabup-Cawabup Gresik Nomor Urut 2, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) menyiapkan program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan gratis bagi pasien kelas 3 dan memberikan subsidi bagi pasien kelas 2.

“Jika Paslon Niat terpilih pada coblosan Pilkada 9 Desember 2020, dan dilantik menjadi bupati dan wakil bupati, kami akan wujudkan program BPJS gratis bagi pasien kelas 3 dan memberikan subsidi bagi pasien kelas 2,” ujar Gus Yani, Minggu (15/11/2020).

Gus Yani menyebut, selama ini warga Gresik peserta BPJS ketika berobat ke rumah sakit kerap diperlakukan berbeda dengan pasien umum maupun asuransi. Karena itu, melalui program Gresik Sehati, pihaknya menjamin tidak akan ada lagi perlakuan berbeda dari rumah sakit terhadap pasien BPJS di semua kelas.

Sebab, program Gresik Sehati bakal menggratiskan pasien BPJS kelas 3 ber-KTP Gresik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Tak hanya kelas 3, lanjut Gus Yani, pasien BPJS kelas 2 dan 1 nantinya juga disubsidi oleh Pemkab Gresik senilai iuran BPJS kelas 3, sehingga peserta BPJS kelas 2 dan 1 tinggal mengangsur sisanya.

“Semua peserta BPJS kelas 3 nanti akan saya gratiskan. Yang kelas 2 dan 1 juga saya subsidi senilai kelas 3. Kalau sekarang kelas 3 angsurannya Rp 42 ribu, kelas 2 Rp 100 ribu, dan kelas 1 Rp 150 ribu. Maka kelas 2 tinggal ngangsur sisanya Rp 58 ribu, dan kelas 1 tinggal bayar 108 ribu,” bebernya.

Dirinya bersama Bu Min sudah mengkaji dan memperhitungkan matang program ini. Sebab menurutnya, kesehatan merupakan sektor yang fundamental di dalam masyarakat, sehingga alokasi APBD pada sektor kesehatan bisa ditambah tanpa menyebabkan APBD defisit.

“APBD kita ini besar, Rp 3,3 triliun. Karena itu alokasi anggaran di sektor kesehatan masih bisa ditambah. Dan tidak perlu khawatir defisit, karena APBD kita masih bisa ditingkatkan lagi,” terang dia.

“Salah satunya dengan cara intensifikasi pendapatan serta efisiensi dan efektivitas belanja daerah. Dengan begitu sangat mungkin iuran BPJS nanti akan ditanggung pemerintah daerah melalui integrasi layanan BPJS dengan kebijakan jaminan sosial daerah,” sambungnya.

Selain masalah BPJS, kata Gus Yani, tidak sedikit warga yang mengharapkan adanya rumah sakit daerah baru di wilayah Gresik Selatan. Dia prihatin dengan kondisi tersebut, sehingga pembangunan rumah sakit itu sudah masuk dalam visi misinya.

“Saya tidak tega warga Menganti sakit harus ke rumah sakit Surabaya, termasuk warga Driyorejo. Warga Wringinanom juga kalau sakit harus ke Mojokerto. Makanya saya jamin warga tidak perlu berobat ke luar Gresik karena nanti kita bangunkan rumah sakit daerah baru di wilayah selatan. Semua itu, termasuk subsidi BPJS, ada di visi misi Niat dalam program Gresik Sehati,” ucap Gus Yani.

Program Gresik Sehati, imbuh Gus Yani, bukan sekadar janji politik, tapi ini komitmen Paslon yang diusung koalisi PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Golkar, PAN, PPP, dan Partai Demokrat ini untuk mengurangi beban masyarakat di sektor kesehatan. “Sehingga masyarakat bisa menagih dan mengawal realisasi program Niat,” terang Cabup Milenial yang dikenal tak suka berbelit ini.

Dia menambahkan, dalam program Gresik Sehati, Paslon Niat juga melakukan optimalisasi pelayanan kesehatan di tingkat desa dengan cara meningkatkan kualitas serta kuantitas bidan desa.

Bahkan, tunjangan kinerja tenaga kesehatan juga ditingkatkan agar tercipta pelayanan yang maksimal untuk kesehatan masyarakat, terutama yang kurang mampu. (goek)