Minggu
05 Juli 2026 | 4 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gus Sunoto Apresiasi Peran FKUB Kota Kediri Jaga Kondusifitas Gelaran Pemilu 2024

pdip jatim 230829 seminar fkub 1

KEDIRI – Ketua DPRD Kota Kediri Gus Sunoto Imam Mahmudi mengapresiasi kegiatan seminar nasional yang digagas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri.

Dia menilai topik seminar nasional yang diusung, yakni Meningkatkan Moderasi Beragama Dalam Menyongsong Pesta Demokrasi 2024, sudah tepat.

Menurutnya kegiatan seperti ini bisa dikatakan sebagai ajang silaturahmi dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk menyosong Pemilu 2024.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Kediri itu menyebutkan, kehidupan antar umat beragama di Kota Kediri selama ini sudah terjalin sangat baik dan berharap hal tersebut terus betjalan.

“Kegiatan ini bagus sekali biar nanti situasi menjadi aman terkendali, semuanya menjadi tenteram, sehingga sukses. Kalau di Kota Kediri ini keberagaman agamanya sudah terjalin dengan baik, saling mengisi dan saling memback up dengan baik,” puji Gus Sunoto, Selasa (29/8/2023).

Sementara itu, ditemui di sela acara, Ketua FKUB Kota Kediri Drs H Moh Salim mengatakan, pihaknya memiliki komitmen saat situasi Pemilu 2024 berlangsung FKUB ikut berperan dalam menjaga kerukunan dan kondusifitas Kota Kediri.

“Tahun depan kan sudah memasuki tahun politik, FKUB punya komitmen ketika Pileg, Pilpres, Pilkada berjalan, diharapkan Kota Kediri tetap aman damai dan kondusif. Kita mengajak seluruh komponen kekuatan organisasi sosial, keagamaan dan Pemerintah Kota Kediri untuk bersama sama menjaga,” terangnya.

Sebagai Forum Kerukunan Umat Beragama yang beranggotakan tokoh agama, pihaknya akan bersikap netral.

“Kalau tokoh agama kan selamanya, lain halnya dengan tokoh politik. Tupoksi kita bisa mengayomi seluruh umat, seluruh golongan, dan seluruh lapisan masyarakat. Hanya itu,” ujar Salim.

Agar kondusifitas di Kota Kediri tetap terjaga, FKUB Kota Kediri akan memperbanyak kegiatan silaturahmi dengan tokoh sosial mau pun tokoh politik.

“Tahun 2024 FKUB tidak akan ada agenda keluar kota , piket di dalam kota saja, agar kehidupan tetap berjalan harmonis damai guyub rukun,” katanya.

Tidak lupa dia juga menitipkan pesan kepada para peserta pemilu agar guyub rukun bersatu padu agar mendapat Rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa.

Yang menghadiri kegiatan ini tidak hanya dari kalangan pejabat semata melainkan juga akademisi atau perguruan tinggi, Ormas Islam NU, Muhammadiyah, LDII, pondok pesantren, perbankan, organisasi Kepemudaan, MUI, pimpinan partai politik, KPU serta Bawaslu.

“Pembicara eminar nasional kita undang Dokter Haji Ismail dari Jakarta. Beliau menjabat sebagai pimpinan Setara yang membidangi Perdamaian dan kerukunan Antar umat beragama,” tutupnya. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Buka PKD GP Ansor Brondong, Wabup Dirham Sampaikan Pentingnya Sinergi dalam Pembangunan Daerah

LAMONGAN – Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, mengajak seluruh kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor di ...
LEGISLATIF

Rakyat Lamongan Menagih Janji Pemerintah untuk Mengatasi Banjir di Kawasan Bengawan Jero

LAMONGAN – Persoalan banjir menahun di kawasan Bengawan Jero masih menjadi sorotan tajam. Masyarakat di wilayah ...
KABAR CABANG

Rakorcab, DPC Bojonegoro Targetkan 30 Persen Kuota Perempuan dan Gen Z di Tingkat Ranting

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat mesin partai hingga ...
SEMENTARA ITU...

Kirab Pusaka Hari Jadi Ngawi ke-668, Pemkab Perkenalkan Keris Kanjeng Kiai Parikesit

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar kirab pusaka sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ...
KRONIK

Peringatan 99 Tahun PNI, Hasto Kristiyanto Serukan Kader Banteng Jaga Demokrasi dan Rawat Jati Diri

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyampaikan pesan ideologis yang mendalam dalam rangka ...
KRONIK

Kebudayaan Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di Lumajang

LUMAJANG — Kemajuan suatu daerah tidak melulu diukur dari masifnya pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. ...