Rabu
23 September 2026 | 10 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Guntur Wahono Targetkan 3–5 Sekolah Tiap Wilayah Dapil 7 Miliki Marching Band

pdip jatim 260913 bantuan marching band 1

Guntur Wahono menargetkan setiap wilayah di Dapil 7 Jatim memiliki 3–5 sekolah dengan fasilitas marching band dan menggagas festival antarsekolah.

BLITAR – Anggota DPRD Jawa Timur Guntur Wahono menargetkan setiap wilayah di Daerah Pemilihan (Dapil) 7 Jatim yang meliputi Kabupaten Blitar, Kota Blitar, dan Tulungagung memiliki sedikitnya tiga hingga lima sekolah dengan fasilitas marching band.

Target tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya memperluas pengembangan bakat, kreativitas, dan prestasi siswa melalui kegiatan seni musik di sekolah.

Jika target terpenuhi, Guntur berencana menggagas festival marching band antarsekolah di Dapil 7, bahkan mendorong konsep serupa direplikasi di 14 dapil se-Jawa Timur.

“Setiap wilayah minimal tiga atau lima sekolah. Setelah di dapil kami ada beberapa unit, rencananya akan diadakan festival bersama,” kata Guntur saat menyerahkan bantuan marching band di SMKS Pemuda 1 Kesamben, Kabupaten Blitar, Selasa (22/9/2026).

Guntur mengatakan, pengembangan fasilitas marching band tidak berhenti pada bantuan peralatan. Ia ingin keberadaan fasilitas tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membuka lebih banyak kesempatan tampil dan berkompetisi.

Tahun ini, tiga sekolah di wilayah Blitar mendapatkan bantuan seperangkat marching band modern dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui APBD 2026. Ketiganya yakni SMKS Pemuda 1 Kesamben, SMAN 1 Talun, dan SMAN 1 Blitar.

Penyerahan secara simbolis dilakukan Guntur Wahono kepada SMKS Pemuda 1 Kesamben dan diterima langsung Kepala Sekolah Supiyanto.

“Di Blitar ada tiga sekolah yang mendapatkan bantuan dari APBD Provinsi Jawa Timur, yaitu SMKS Pemuda 1 Kesamben, SMA Negeri 1 Talun, dan SMA Negeri 1 Blitar,” kata Guntur.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar tersebut menegaskan, fungsi DPRD tidak hanya menyetujui anggaran. Pengawalan diperlukan agar program yang telah dialokasikan melalui APBD benar-benar terealisasi dan tepat sasaran.

“Selama program itu masih ada dan didukung anggaran APBD Provinsi Jawa Timur, akan kita kawal mulai dari pengajuan, proses di SIPD sampai realisasi agar tepat sasaran,” ujarnya.

Menurut Guntur, perhatian terhadap jenjang SMA dan SMK penting karena pendidikan pada jenjang tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Untuk sekolah atau dunia pendidikan mulai kita kembangkan. Banyak persoalan yang harus difasilitasi oleh para wakil yang ada di Jawa Timur. SLTA ini menjadi domain Provinsi Jawa Timur sehingga tidak boleh kita abaikan,” tuturnya.

Guntur berharap keberadaan marching band dapat menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan potensi siswa di luar kegiatan akademik. Menurutnya, fasilitas tersebut juga dapat menjadi daya tarik sekaligus ruang pengembangan kegiatan sekolah.

“Ini menjadi ruang dan kesempatan terutama bagi SLTA untuk mengajukan program. Selama program itu masih didukung APBD Provinsi Jawa Timur, akan kita kawal,” katanya.

Rencana pengembangan marching band tersebut tidak berhenti pada penambahan jumlah sekolah penerima. Guntur ingin membangun ekosistem kompetisi agar fasilitas yang telah diberikan benar-benar dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Jika setiap wilayah di Dapil 7 nantinya memiliki tiga hingga lima sekolah dengan unit marching band, ia akan mendorong digelarnya festival bersama antarsekolah.

Konsep tersebut juga diharapkan dapat dikembangkan lebih luas hingga 14 dapil di Jawa Timur. Dengan demikian, marching band tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga memiliki panggung kompetisi yang terstruktur.

Langkah itu dinilai penting agar bantuan fasilitas dari APBD tidak berhenti sebagai pengadaan peralatan, melainkan berlanjut pada pembinaan dan pencapaian prestasi siswa.

Selain pengembangan marching band, Guntur juga berencana menyerap lebih banyak persoalan pendidikan melalui komunikasi dengan organisasi profesi guru. Dalam waktu dekat, ia akan mengundang PGRI Kabupaten Blitar untuk berdiskusi mengenai berbagai kebutuhan pendidikan di daerah.

Sementara bagi SMKS Pemuda 1 Kesamben, bantuan marching band tersebut memiliki arti khusus bagi Guntur. Ia merupakan alumni sekolah tersebut tahun 1988 dan menyebut dukungan kepada almamater sebagai bagian dari tanggung jawab moral.

“Saya alumni SMK Pemuda 1 Kesamben tahun 1988. Kami punya kewajiban moral untuk almamater. Ini bagian dari rasa syukur dan terima kasih karena pernah dididik di sekolah ini,” ungkapnya.

Guntur menyebut sebelumnya telah ada program bantuan lain yang masuk ke sekolah tersebut, termasuk peralatan laboratorium. Ia berharap ke depan dukungan terhadap pengembangan sarana pendidikan dapat terus dikawal melalui APBD.

Kepala SMKS Pemuda 1 Kesamben Supiyanto menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, perangkat marching band yang diterima sudah lebih modern dibandingkan peralatan drumband yang selama ini dimiliki sekolah.

“Alhamdulillah kami bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Peralatannya sudah modern dan dapat mendukung kegiatan siswa serta kemajuan sekolah,” katanya.

Supiyanto mengatakan, fasilitas tersebut akan digunakan untuk pembelajaran seni budaya, khususnya seni musik, sekaligus pengembangan ekstrakurikuler.

“Ini akan kami gunakan untuk pembelajaran seni budaya, khususnya seni musik, serta pengembangan ekstrakurikuler. Dengan adanya marching band baru ini, kami akan mengembangkan untuk mengikuti lomba-lomba atau event mulai tingkat kabupaten hingga nasional,” ujarnya.

Dengan target memperluas kepemilikan unit marching band di sekolah, Guntur berharap pembinaan seni dan kreativitas siswa di Dapil 7 Jatim memiliki kesinambungan. Festival antarsekolah nantinya diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan sekaligus mengukur hasil pembinaan masing-masing sekolah. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Guntur Wahono Targetkan 3–5 Sekolah Tiap Wilayah Dapil 7 Miliki Marching Band

Guntur Wahono menargetkan setiap wilayah di Dapil 7 Jatim memiliki 3–5 sekolah dengan fasilitas marching band dan ...
SEMENTARA ITU...

Doding Dorong Wisata Alam Pegunungan Trenggalek Dipadu Kuliner

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mendorong pengembangan wisata alam pegunungan yang dipadukan kuliner untuk ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia Usai Banjir Bandang Solok

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat antisipasi ...
EKSEKUTIF

Eri Buka Keringanan Sanksi bagi Pembongkar Jaringan Pungli di Pemkot Surabaya

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka peluang keringanan sanksi bagi pegawai yang terlibat pungutan ...
KRONIK

Cegah Stunting, Mbak Nia Dorong Keluarga Perkuat Gizi dan Pendampingan Anak

SUMENEP – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengajak masyarakat memperkuat upaya ...
LEGISLATIF

Sri Untari Bawa Aspirasi Guru Olahraga ke Raperda Keolahragaan dan Kepemudaan

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno memastikan berbagai aspirasi guru olahraga akan dibawa ...