Gerakan Aksi Peduli, PAC PDI Perjuangan Genteng Bagikan Makanan Gratis

 207 pembaca

BANYUWANGI – Sejumlah pengurus, kader dan simpatisan PAC PDI Perjuangan Kecamatan Genteng menggelar kegiatan bakti sosial dengan turun ke jalan, membagikan makanan kepada warga yang melintas di sepanjang jalan Genteng-Banyuwangi, Sabtu (27/11/2021).

Ketua PAC Genteng, Mohammad Subur, mengungkapkan, kegiatan yang diberi nama “Gerakan Aksi Peduli” tersebut, merupakan inisiatif dari seluruh elemen PDI Perjuangan Kecamatan Genteng untuk dapat berbagi kepada masyarakat.

“Kegiatan ini adalah inisiatif kawan-kawan di PAC Genteng untuk turun langsung dan berbagi kepada masyarakat. Meski hanya berupa makanan, inilah bentuk kerja nyata dan kepedulian kami hadir di tengah masyarakat,” kata Subur.

Bung Subur, sapaan akrabnya, juga menjelaskan, bahwa kegiatan semacam ini merupakan agenda rutin yang digelar rutin setiap bulannya. Menurutnya, dengan kegiatan itu kader-kader PDI Perjuangan, khususnya di wilayah Genteng bisa semakin bersinergi masyarakat.

“Kami agendakan kegiatan aksi peduli ini bisa dilaksanakan setiap bulannya. Tujuan kami dari kegiatan ini adalah bagaimana kader-kader PDI Perjuangan bisa memberi manfaat dan bisa bersinergi bersama masyarakat,” ungkapnya

Tidak hanya membagikan makanan gratis di pinggir jalan, Subur mengatakan, pihaknya juga turun langsung ke pasar-pasar tradisional untuk membagikan makanan kepada para pedagang yang berjualan di sana.

“Ya kalau pagi seperti ini, di pasar itu biasanya orang orang yang jualan masih belum sarapan, apalagi yang jualan juga sepuh-sepuh, kasihan. Untuk itu, kami juga terjun ke sana membagikan makanan ini untuk teman-teman pedagang di sana,” terangnya.

Sementara itu, saat disinggung perihal anggaran untuk memenuhi kebutuhan dalam menyelenggarakan kegiatan gerakan aksi peduli ini, Subur mengaku, jika pihaknya melakukan pengumpulan dana secara gotong royong dari seluruh kader.

“Untuk pendanaannya, kami lakukan secara kolektif. Kadang teman-teman di fraksi juga ikut nyumbang. Tapi intinya kegiatan ini bersifat gotong royong. Jadi, tidak ada paksaan harus nyumbang. Tidak ada. Semua karena kesadaran untuk solid bergerak,” pungkasnya. (ryo/set)