Selasa
25 Agustus 2026 | 5 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gelar Kampanye Akbar, Paslon Sugiri-Lisdyarita Tampilkan Gelaran Seni hingga Pengajian

PDIP-Jatim-Sugiri-Sancoko-25112024

PONOROGO – Di hari terakhir masa kampanye, Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo nomor urut 02, Sugiri Sancoko dan Lisdyarita, menggelar kampanye akbar di Alun-alun Ponorogo, Sabtu (23/11/2024).

Kampanye yang dimulai sejak pagi sampai malam hari itu diisi dengan serangkaian kegiatan seperti senam sehat bersama Muslimat, pagelaran musik, pagelaran reog dan pengajian akbar.

Sugiri mengungkapkan bahwa pihaknya berupaya mengakomodir berbagai seni. Seperti di pagi hari dengan adanya senam sehat yang disebutnya sebagai “among rogo”.

“Raga butuh sehat. Di dalam raga yang sehat akan terdapat jiwa yang kuat. Maka raganya harus sehat dulu, tengah-tengah harus roso. Tidak sekadar sehat, tapi jiwa harus hidup, maka butuh kesenian budaya agar teduh,” ujar Kang Giri, sapaan akrabnya.

Sementara untuk pagelaran musik dan reog yang menampilkan 70 dadak merak, 25 jathil dan 25 bujang ganong, Kang Giri menyebutnya sebagai “among roso”.

Kang Giri juga menjelaskan bahwa alasan menampilkan Reog Ponorogo karena tidak sekadar kesenian, namun sudah menjadi jati diri dan martabat Ponorogo.

“Among roso pola pikir teduh, omongan teduh, tidak sombong tidak kemlinthi, harus teduh maka butuh budaya,” tutur politisi PDI Perjuangan itu.

Terakhir, pengajian akbar dan istighosah bersama Gus Kautsar, yang disebut Kang Giri sebagai “among cipto.”

Menurutnya, “among cipto” berarti Tuhan menciptakan, Tuhan Yang Maha Kuasa. Manusia berikhtiar dan berdoa, lalu hasilnya dipasrahkan kepada Tuhan.

“Kenapa among cipto? Setelah semua daya upaya manusia diikthiarkan, pagi kampanye, apapun kita lakukan demi masyarakat Ponorogo,” terangnya.

“Kita pasrahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Apapun keputusan Tuhan, itu pasti yang terbaik untuk semua,” tambahnya.

Kang Giri juga menyebut, dalam kampanyenya melibatkan unsur seni (reog) dan pengajian karena ingin menyatukan Ponorogo sebagai kota budaya dan santri.

“Bahkan menutup dengan ngaji dan reog adalah bentuk bagaimana kita menyatukan kota budaya dan kota santri agar klop,” tandasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Kejar Manajemen Talenta ASN, 121 Pejabat Baru Bisa Kembali Dimutasi 6 Bulan Lagi

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengejar manajemen talenta ASN. Sebanyak 121 pejabat yang baru dilantik ...
KABAR CABANG

Dari Menak Sopal ke Kebaya Fatmawati, Yeni Membawa Cerita Trenggalek ke Panggung Nasional

TRENGGALEK – Ada nama Trenggalek yang kini ikut berjalan menuju panggung nasional. Nama itu bukan hanya tertulis di ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Hidup Sehat: Dari Olahraga Kita Bangun Kekuatan Bangsa

SURABAYA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak anak-anak muda membiasakan hidup sehat ...
KRONIK

Cerita Risma Saat Baguna Selamatkan Anak Patah Tulang di Gempa NTT

SURABAYA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, memimpin langsung aksi tanggap ...
KRONIK

Hasto Minta Pembakar Hutan di Kalimantan Diproses Tegas

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyoroti kebakaran hutan dan lahan ...
HEADLINE

Hasto Ungkap Lima Pesan Megawati untuk Kader PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkap lima pesan Ketua Umum PDI ...