Jumat
09 Oktober 2026 | 3 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gelar Kampanye Akbar, Paslon Sugiri-Lisdyarita Tampilkan Gelaran Seni hingga Pengajian

PDIP-Jatim-Sugiri-Sancoko-25112024

PONOROGO – Di hari terakhir masa kampanye, Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo nomor urut 02, Sugiri Sancoko dan Lisdyarita, menggelar kampanye akbar di Alun-alun Ponorogo, Sabtu (23/11/2024).

Kampanye yang dimulai sejak pagi sampai malam hari itu diisi dengan serangkaian kegiatan seperti senam sehat bersama Muslimat, pagelaran musik, pagelaran reog dan pengajian akbar.

Sugiri mengungkapkan bahwa pihaknya berupaya mengakomodir berbagai seni. Seperti di pagi hari dengan adanya senam sehat yang disebutnya sebagai “among rogo”.

“Raga butuh sehat. Di dalam raga yang sehat akan terdapat jiwa yang kuat. Maka raganya harus sehat dulu, tengah-tengah harus roso. Tidak sekadar sehat, tapi jiwa harus hidup, maka butuh kesenian budaya agar teduh,” ujar Kang Giri, sapaan akrabnya.

Sementara untuk pagelaran musik dan reog yang menampilkan 70 dadak merak, 25 jathil dan 25 bujang ganong, Kang Giri menyebutnya sebagai “among roso”.

Kang Giri juga menjelaskan bahwa alasan menampilkan Reog Ponorogo karena tidak sekadar kesenian, namun sudah menjadi jati diri dan martabat Ponorogo.

“Among roso pola pikir teduh, omongan teduh, tidak sombong tidak kemlinthi, harus teduh maka butuh budaya,” tutur politisi PDI Perjuangan itu.

Terakhir, pengajian akbar dan istighosah bersama Gus Kautsar, yang disebut Kang Giri sebagai “among cipto.”

Menurutnya, “among cipto” berarti Tuhan menciptakan, Tuhan Yang Maha Kuasa. Manusia berikhtiar dan berdoa, lalu hasilnya dipasrahkan kepada Tuhan.

“Kenapa among cipto? Setelah semua daya upaya manusia diikthiarkan, pagi kampanye, apapun kita lakukan demi masyarakat Ponorogo,” terangnya.

“Kita pasrahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Apapun keputusan Tuhan, itu pasti yang terbaik untuk semua,” tambahnya.

Kang Giri juga menyebut, dalam kampanyenya melibatkan unsur seni (reog) dan pengajian karena ingin menyatukan Ponorogo sebagai kota budaya dan santri.

“Bahkan menutup dengan ngaji dan reog adalah bentuk bagaimana kita menyatukan kota budaya dan kota santri agar klop,” tandasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pungli di Akses Stadion GBT Disorot, Eri Cahyadi Tegaskan Jalan Umum Gratis

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Satgas Anti-Preman dan kepolisian membongkar gardu yang diduga ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Pemerintah Tetapkan Batas Usia Pakai Galon Guna Ulang

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong pemerintah segera menetapkan batas usia pakai maksimal ...
LEGISLATIF

Puan Maharani: Parlemen Punya Empat Tanggung Jawab Wujudkan Pemerintahan yang Adil

TANZANIA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan parlemen memikul empat tanggung jawab utama untuk mewujudkan tata ...
LEGISLATIF

Basarah Dorong Penanganan Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan dari Hulu hingga Hilir

JAKARTA – Anggota Komisi XIII DPR RI Ahmad Basarah meminta penanganan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan ...
KABAR CABANG

DPC Banyuwangi Tuntaskan Musran dan Musanran, 217 Ranting serta 840 Anak Ranting Terbentuk

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi telah menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah ...
LEGISLATIF

Puan di Forum IPU: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Haruslah Adil

Puan Maharani menegaskan di Sidang Umum IPU ke-153 bahwa tata kelola pemerintahan yang baik haruslah adil, ...