Jumat
10 Juli 2026 | 9 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gelar Kampanye Akbar, Paslon Sugiri-Lisdyarita Tampilkan Gelaran Seni hingga Pengajian

PDIP-Jatim-Sugiri-Sancoko-25112024

PONOROGO – Di hari terakhir masa kampanye, Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo nomor urut 02, Sugiri Sancoko dan Lisdyarita, menggelar kampanye akbar di Alun-alun Ponorogo, Sabtu (23/11/2024).

Kampanye yang dimulai sejak pagi sampai malam hari itu diisi dengan serangkaian kegiatan seperti senam sehat bersama Muslimat, pagelaran musik, pagelaran reog dan pengajian akbar.

Sugiri mengungkapkan bahwa pihaknya berupaya mengakomodir berbagai seni. Seperti di pagi hari dengan adanya senam sehat yang disebutnya sebagai “among rogo”.

“Raga butuh sehat. Di dalam raga yang sehat akan terdapat jiwa yang kuat. Maka raganya harus sehat dulu, tengah-tengah harus roso. Tidak sekadar sehat, tapi jiwa harus hidup, maka butuh kesenian budaya agar teduh,” ujar Kang Giri, sapaan akrabnya.

Sementara untuk pagelaran musik dan reog yang menampilkan 70 dadak merak, 25 jathil dan 25 bujang ganong, Kang Giri menyebutnya sebagai “among roso”.

Kang Giri juga menjelaskan bahwa alasan menampilkan Reog Ponorogo karena tidak sekadar kesenian, namun sudah menjadi jati diri dan martabat Ponorogo.

“Among roso pola pikir teduh, omongan teduh, tidak sombong tidak kemlinthi, harus teduh maka butuh budaya,” tutur politisi PDI Perjuangan itu.

Terakhir, pengajian akbar dan istighosah bersama Gus Kautsar, yang disebut Kang Giri sebagai “among cipto.”

Menurutnya, “among cipto” berarti Tuhan menciptakan, Tuhan Yang Maha Kuasa. Manusia berikhtiar dan berdoa, lalu hasilnya dipasrahkan kepada Tuhan.

“Kenapa among cipto? Setelah semua daya upaya manusia diikthiarkan, pagi kampanye, apapun kita lakukan demi masyarakat Ponorogo,” terangnya.

“Kita pasrahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Apapun keputusan Tuhan, itu pasti yang terbaik untuk semua,” tambahnya.

Kang Giri juga menyebut, dalam kampanyenya melibatkan unsur seni (reog) dan pengajian karena ingin menyatukan Ponorogo sebagai kota budaya dan santri.

“Bahkan menutup dengan ngaji dan reog adalah bentuk bagaimana kita menyatukan kota budaya dan kota santri agar klop,” tandasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Minta Pengaturan Fasilitasi Reses Diperjelas

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim meminta pengaturan fasilitasi reses dalam Raperda dirumuskan lebih jelas agar ...
KOLOM

Politik yang Tumbuh dari Tradisi Belajar

DI tengah politik yang semakin cepat bergerak, ukuran keberhasilan seorang politisi kerap disederhanakan pada ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Bantu 7.380 Siswa Keluarga Prasejahtera, Eri: Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena Biaya

Pemkot Surabaya menyalurkan bantuan pendidikan kepada 7.380 siswa dari keluarga desil 1 hingga 5 untuk memastikan ...
EKSEKUTIF

Pemkab Lumajang dan FKUB Perkuat Kolaborasi, Rawat Kerukunan demi Stabilitas Daerah

LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus memperkuat kolaborasi bersama Forum Kerukunan Umat ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Kota Blitar Rutin Gelar Dapur Umum Gotong Royong Setiap Tanggal 10

DPC PDI Perjuangan Kota Blitar rutin menggelar Dapur Umum Gotong Royong setiap tanggal 10 sebagai aksi sosial untuk ...
LEGISLATIF

Eko Herdiyanto Kawal Pembaruan Data Bansos di Kota Malang agar Tepat Sasaran

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Eko Herdiyanto akan mengawal pembaruan data bansos dan mendorong verifikasi ...