Selasa
26 Mei 2026 | 8 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gelar Istighosah dan Doa Bersama, Ribuan Warga Nahdliyin Doakan Paslon Sugiri-Lisdyarita

PDIP-Jatim-Istighosah-dan-doa-bersama-untuk-sugiri-17112024

PONOROGO – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo nomor urut 02, Sugiri Sancoko dan Lisdyarita, mengikuti istighosah dan doa bersama di Gedung Kesenian Ponorogo, Sabtu (16/11/2024).

Kegiatan dengan tema “Istighosah dan Doa Bersama untuk Ponorogo Hebat Bermartabat” itu diikuti oleh ribuan tokoh nahdliyin, seperti kiai, ibu-ibu muslimat, pemuda, pemudi dan pelajar dari berbagai tingkat se-Kabupaten Ponorogo.

Mereka kompak mengenakan baju putih dan jilbab hijau hingga memenuhi tribun halaman utama gedung. Mereka bermunajat mengetuk pintu langit, untuk keselamatan bangsa dan Ponorogo Hebat Bermartabat.

Dalam sambutannya, Calon Bupati (Cabup) Ponorogo, Sugiri Sancoko, menyampaikan sembah sungkem kepada para tokoh nahdliyin.

“Pertama sungkem, nyuwun pangapunten selama ditunjuk bupati belum mampu memuaskan warga nahdliyin, siap salah. Pendeknya waktu membuat sesuatu atau yang diinginkan dicapai secepat kilat, tenyata belum semua bisa selesai,” ujar Sugiri.

Kang Giri, sapaan akrabnya, didampingi Lisdyarita, menjelaskan, meskipun masa jabatannya baru berjalan 3,5 tahun, semua program yang dijalankan telah berdasarkan aspirasi warga NU dan Muhammadiyah.

“Meski belum memuaskan, tapi yang kami lakukan baik-baik itu tidak satu pun yang tidak kami dirundingkan dengan Mbah Rois. Apa yang dilakukan selalu berdasarkan petunjuk Mbah Rois,” tutur politisi PDI Perjuangan itu.

Kang Giri juga mengungkapkan, pencalonannya untuk melanjutkan dua periode ini didasarkan pada dawuh kiai NU.

“Saya didawuhi Mbah Rois nyalon kembali. Kami berdua hanya siap patuh pada romo kiai. Semoga Ponorogo lebih baik,” terangnya.

Ia juga menegaskan, kemajuan yang dicapai selama kepemimpinannya bukan semata-mata hasil kerja kerasnya sendiri.

“Bukan karena saya, tapi karena warga NU dan Muhammadiyah yang rukun membuat Ponorogo rodok sae,” tuturnya.

“Saya hanya dirigen kecil yang membawa Ponorogo agak lumayan karena kerja sama gotong royong, baik Fatayat, Muslimat dan romo kiai NU, semua berjasa untuk Ponorogo,” jelasnya.

Sementara itu, Fatchul Aziz, salah satu tokoh NU Ponorogo, membacakan tiga pantun penuh makna untuk Kang Giri dan Bunda Rita, sapaan akrab Lisdyarita.

“Tanduran tomat disambel karo teri rasane enak. Ayo dulur, kompak lan semangat, doakan Kang Giri tetap bersama rakyat,” ujar Aziz. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Ponpes Darul Falah Balongbendo Sidoarjo Terima Hewan Kurban dari DPD Jatim, Siap Distribusikan Daging ke Warga

SIDOARJO – Pondok Pesantren Darul Falah Desa Kemangsen Kecamatan Balongbendo menerima penyerahan hewan kurban dari ...
KRONIK

Raih Penghargaan RBD, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Identitas Budaya Masyarakat

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan penghargaan kepada Kabupaten ...
EKSEKUTIF

Genjot Produktivitas Petani, Rijanto Tekankan Pentingnya Peremajaan Lahan Tebu 

Bupati Blitar Rijanto menekankan pentingnya peremajaan lahan tebu melalui program bongkar ratoon untuk meningkatkan ...
HEADLINE

PDI Perjuangan Jatim Tebar 468 Ekor Sapi Kurban ke Pesantren dan Panti Asuhan

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan 468 ekor sapi kurban ke berbagai daerah sebagai bentuk kepedulian dan ...
SEMENTARA ITU...

Stadion Ketonggo Ngawi Bersiap Jadi Tuan Rumah Liga 4 Nasional

NGAWI – Stadion Ketonggo di Ngawi bersiap menyambut gelaran putaran 64 besar Liga 4 Nasional yang akan berlangsung ...
EKSEKUTIF

Tingkat Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Bupati Lukman Resmikan Kanal Pengaduan

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih ...