Selasa
21 Juli 2026 | 5 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gelar Grebeg Suro di Kesamben, Budi Susila Ajak Milenial Cintai Adat Budaya

pdip-jatim-suroan-kesamben-100821-1

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Blitar, Budi Susila Jaya mengapresiasi masyarakat Desa Kesamben yang masih tetap nguri-uri adat istiadat dan budaya masyarakat Jawa dengan menggelar tradisi Grebeg Suro dalam menyambut Tahun Baru Islam 1443 Hijriah atau 1 Muharram.

Apalagi, acara tersebut tetap memperhatikan kondisi saat ini, yakni dengan memperhatikan protokol kesehatan karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

Apresiasi itu dia sampaikan saat acara Grebeg Suro bersama Komunitas Burung Anggungan, Karang Taruna Desa Kesamben, Pokmas Samurai, dan Masyarakat Pemerhati Budaya di Petilasan Den Bagus Kliwon Desa Kesamben, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

Budi mengatakan, Grebeg Suro adalah acara tradisi budaya tahunan masyarakat Kesamben dalam bentuk “Nyadran” atau menggelar ritual selamatan sebagai wujud ‘ngalap berkah’ di malam 1 Suro.

“Tradisi Grebeg Suro ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan setiap menjelang 1 Muharram (1 Suro pada tahun Jawa). Karena kultur masyarakat Desa Kesamben yang menyukai budaya kesenian jaranan, maka tradisi yang dilakukan adalah “Nyadran” di tempat-tempat yang dikeramatkan masyarakat desa setempat,” terang Budi, Selasa (10/8/2021).

“Tempat keramat itu seperti “Danyangan” atau masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Petilasan Den Bagus, seorang tokoh yang membabat alas Desa Kesamben yang petilasannya berada tepat di atas bukit. Dalam ritual itu puluhan warga mengadakan Kenduri Baritan dan berdoa bersama kepada Tuhan agar dijauhkan dari marabahaya sekaligus untuk tolak balak,” tambah dia.

Dalam pelaksanaan ritual Grebeg Suro ini terdapat rangkaian acara. Antara lain, pelepasan burung anggungan di alam liar, seperti perkutut, derkuku dan puter pelung.

“Pelepasan burung di alam liar ini sebagai simbol agar virus Corona hilang di bumi Blitar, utamanya di Kecamatan Kesamben. Sebab, warga yang terinfeksi virus Covid-19 jumlahnya tergolong banyak mencapai 24 orang. Termasuk juga kecamatan ini juga berada dalam zona merah dalam sebaran Covid-19,” terang dia.

Selain itu, dalam rangkaian acara ritual Grebeg Suro ini, Budi juga melakukan aksi penanaman 150 pohon jenis tabepuya dan kembang kenanga. Aksi tanam pohon ini sebagai upaya penghijauan kembali di alam liar.

“Kita edukasi masyarakat dengan aksi tanam pohon ini agar gemar melakukan penghijauan. Tujuannya agar menjaga dan mencintai ekosistem kelestarian alam,” bebernya.

Menurutnya, menguri-uri budaya ini sesuai dengan jiwa nasionalis PDI Perjuangan yang terus mengangkat dan mempertahankan kearifan lokal agar tidak tergerus oleh majunya zaman.

Untuk itu dia berharap, melalui tradisi Grebeg Suro ini bisa memberikan pesan kepada para generasi muda atau milenial agar peduli terhadap kesenian dan kebudayaan milik bangsa Indonesia ini. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...