Minggu
06 September 2026 | 12 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ganjar Rayakan HDI Bersama Penyandang Disabilitas Se-Lombok

PDIP-Jatim-Ganjar-bersama-Disabilitas-03122023

LOMBOK – Zainal Abidin tak bisa menutupi kebahagiaannya saat merayakan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2023 bersama teman-teman penyandang disabilitas se-Lombok. Mereka kedatangan tamu istimewa. Yaitu, Capres 2024 nomor urut 3, Ganjar Pranowo.

Ganjar yang sedang mengikuti CFD di Lombok mampir ke acara perayaan HDI 2023. Di sana, ia menyapa Zainal dan puluhan penyandang disabilitas lainnya. Semuanya begitu sukacita dan terharu dengan kedatangan Ganjar. Ganjar datang bersama mantan Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi.

“Kami sangat bahagia sekali, di perayaan HDI ini, alhamdulillah, Pak Ganjar mau datang ke sini untuk bersama-sama merayakan bersama kami. Ini luar biasa bagi kami, sebuah bentuk kepedulian yang nyata dari beliau,” ujar Zainal.

Penyandang disabilitas tuna daksa itu menambahkan, Ganjar memang salah satu dari pemimpin yang sangat peduli pada penyandang disabilitas. Ia melihat dari berbagai kanal informasi dan medsos, betapa penyandang disabilitas di Jawa Tengah bahagia dipimpin Ganjar.

“Harapan kami, semoga Pak Ganjar kelak jika mendapat amanah menjadi pemimpin tertinggi, bisa peduli pada semua penyandang disabilitas di Indonesia. Kami berbarap beliau juga menyejahterakan kami dan memberikan akses bagi semua penyandang disabilitas di tempat-tempat umum,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar ngobrol banyak dengan para penyandang disabilitas. Tak hanya di Lombok, tapi di seluruh Indonesia yang ikut secara daring. Politisi PDI Perjuangan itu mendengarkan beberapa masukan terkait kesetaraan hak aksesibilitas kaum disabilitas, khususnya di ruang-ruang publik.

“Tadi ada yang menyampaikan, ‘Di sini udah pakai kursi roda, Pak, tapi saya sulit untuk naik tangga. Bapak tolong berikan akses’. ‘Pak saya tunanetra, tolong pak saya berikan jalan ada tandanya dan kami tau’,” ujar Ganjar, menirukan mereka.

Menurut Ganjar, banyak ruang publik yang ada memang dinilai kurang ramah terhadap penyandang disabilitas. Untuk itu, ia berkomitmen mendorong penyediaan inklusivitas infrastruktur seperti ruang publik dan kantor-kantor pemerintahan yang ramah bagi penggunanya, termasuk disabilitas pada masa pemerintahannya mendatang.

“Saya sudah punya pengalaman pada saat jadi gubernur. Waktu itu, kelompok disabilitas adalah salah satu kelompok yang selalu kita ajak dalam musyawarah perencanaan pembangunan, di samping kelompok perempuan dan anak. Inilah cara membuat setara semuanya dan tidak ada yang ditinggalkan, no one left behind,” terangnya.

Ganjar juga menegaskan, pemerintahan ke depan harus bisa memberikan kesetaraan pada penyandang disabilitas dalam segala aspek. Mulai dari pendidikan, akses ruang publik, hingga ekonomi dan lainnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Novita: Budaya Harus Jadi Kekuatan Ekonomi, Infrastruktur Wajib Jadi Prioritas

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong agar kebudayaan tidak berhenti sebagai atraksi yang ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Trenggalek Gelontor Ribuan Liter Air Bersih, Sehari Lima Desa Jadi Sasaran

TRENGGALEK – PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelontorkan ribuan liter air bersih ke desa-desa yang ...
KRONIK

Banyuwangi Gelar “Festival Literasi Using”, Upaya Lestarikan Bahasa Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using. Ajang ini menjadi cara ...
LEGISLATIF

Model Malang Berhasil, Untari Akan Perluas Pelestarian Aksara Jawa ke Seluruh Sekolah di Jatim

MALANG – Keberhasilan penerapan model pembelajaran dan pelestarian aksara Jawa di sejumlah sekolah di Malang ...
KRONIK

Waktu Tinggal Tiga Bulan, Widarto Pesimistis APBD Jember 2026 Terserap Optimal

JEMBER – Tambahan ruang fiskal Kabupaten Jember mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, waktu untuk membelanjakannya ...
KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...