Selasa
20 Oktober 2026 | 8 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ganjar Pranowo Ingin Pejabat Koruptor Dijebloskan ke Nusakambangan

pdip-jatim-231209-gp-umc-1

CIREBON – Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo menyatakan bakal serius mengatasi kasus korupsi di Indonesia. Capres nomor urut 3 itu menginginkan agar para pejabat yang terbukti korupsi, dijebloskan ke penjara Nusakambangan.

Terkait dengan hal ini, mantan Gubernur Jawa Tengah itu pun menyatakan akan mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar bisa lebih tegas dalam menindak para pejabat yang melakukan korupsi.

“Ketika kemudian orang sudah marah pada situasi yang koruptif, maka mesti kita lakukan tindakan yang ekstra,” kata Ganjar usai menghadiri kuliah kebangsaan di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Jumat (8/12/2023).

Ganjar mengatakan, tindakan-tindakan lebih tegas sudah seharusnya dapat dilakukan agar para pejabat yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi bisa mendapatkan efek jera.

“Agar dia (koruptor) dapat memahami dan mengerti untuk tidak melakukan (korupsi). Saya kira itu yang bisa kita dorong agar orang bisa tobat untuk tidak melakukan itu,” ujarnya.

Ganjar menyampaikan, korupsi merupakan tindak pidana yang merugikan negara dan membuat banyak masyarakat geram.

Menurutnya, langkah-langkah tegas kepada para koruptor ini bisa direalisasikan melalui penguatan lembaga antirasuah.

“Penguatan KPK, bikin KPK lebih independen dan kita bawa pejabat yang koruptor ke Nusakambangan,” kata Ganjar.

Beberapa hal yang juga akan didorong terkait penanganan tindak pidana korupsi adalah pengesahan UU perampasan aset bagi koruptor dan penerapan kurikulum anti-KKN sejak dini. Sehingga perang melawan KKN bisa dilakukan sejak dini oleh semua lapisan masyarakat.

“Saya membawa gagasan gandakan anggaran, sikat KKN, dan poles birokrasi dan korupsi membuat sektor penerimaan negara tidak optimal, korupsi ini yang harus dilawan karena membuat masyarakat kita susah,” tutur Ganjar.

Terkait anggaran, kata Ganjar, saat ini penerimaan pendapatan negara masih belum optimal karena terjadi kebocoran anggaran akibat perilaku koruptif para oknum pejabat.

“Kalau korupsinya bisa kita tekan, maka jumlah anggaran yang ada bisa kita gandakan. Ini tentunya bisa disalurkan ke sektor lain seperti infrastruktur, gaji guru dan lain-lain,” katanya.

Ganjar menyebut, dalam Pemilu selalu ada harapan. Ada pro kontra sehingga tempat terbaik adalah ruang-ruang diskusi.

Setiap calon pemilih punya hak bertanya, sehingga Ganjar minta agar calon pemilih untuk bisa bertanya langsung pada para kandidat terkait ide dan gagasannya untuk membangun Indonesia. (goek/bs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PAC PDI Perjuangan Kalianget Gelar Lomba Layangan Tenong, Hadiah Mobil dan Paket Umrah

SUMENEP – Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, sukses menggelar lomba ...
LEGISLATIF

RAPBD Jember Rp 5,5 Triliun Belum Dibahas, Widarto Soroti Ketidaksiapan Pemkab

JEMBER – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Jember 2027 belum dimulai ...
KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...