Kamis
13 Agustus 2026 | 10 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDIP Jatim: APBD Jangan Hanya Mengejar Angka, Harus Menyejahterakan Rakyat

pdip jatim 160714 fraksi pdip

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan keberhasilan APBD tidak cukup diukur dari pendapatan, serapan anggaran, maupun opini WTP, tetapi dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan keberhasilan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak boleh hanya diukur dari tingginya pendapatan daerah, besarnya serapan anggaran, maupun capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Tantangan utama pemerintah provinsi ke depan adalah memastikan setiap anggaran benar-benar memberikan dampak nyata dalam mengurangi ketimpangan, menekan kemiskinan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pandangan tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Guntur Wahono dalam rapat paripurna penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Jawa Timur Tahun Anggaran 2025, Selasa (14/7/2026).

Fraksi PDIP mengapresiasi capaian Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang berhasil merealisasikan pendapatan daerah sebesar 104,65 persen dari target, realisasi belanja 93,82 persen, mempertahankan opini WTP dari BPK RI, serta mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,33 persen.

Namun, menurut Guntur, capaian tersebut harus diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan APBD tidak boleh berhenti hanya pada tingginya pendapatan, serapan anggaran, atau sekadar pemenuhan administratif. Esensi utama APBD adalah bagaimana setiap rupiah yang dibelanjakan mampu dikonversi menjadi hasil pembangunan yang konkret bagi rakyat,” tegasnya.

Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 yang mencapai Rp1,12 triliun. Berdasarkan hasil pembahasan Komisi E DPRD Jawa Timur, sebagian besar SiLPA berasal dari sisa belanja pegawai yang mencapai Rp834,77 miliar.

Menurut Guntur, besarnya sisa anggaran tersebut perlu menjadi bahan evaluasi karena masih terdapat berbagai persoalan mendasar yang dihadapi Jawa Timur, mulai dari jumlah penduduk miskin yang mencapai 3,80 juta jiwa, rata-rata lama sekolah yang baru 8,39 tahun, hingga tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK yang masih berada di angka 5,99 persen.

Karena itu, Fraksi PDIP menilai fokus pemerintah provinsi ke depan bukan lagi sekadar meningkatkan pendapatan daerah, melainkan memastikan belanja daerah mampu menjawab persoalan-persoalan strategis tersebut.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD, Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan lima rekomendasi strategis, yakni transformasi perencanaan dan penganggaran berbasis hasil, peningkatan efektivitas belanja pada sektor produktif, percepatan pembangunan sumber daya manusia, penguatan ekonomi inklusif melalui sektor pertanian, perikanan, koperasi, dan UMKM, serta reformasi birokrasi melalui digitalisasi layanan dan sistem monitoring yang transparan.

Meski memberikan sejumlah catatan kritis, Fraksi PDI Perjuangan menyatakan menerima dan menyetujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah.

“Kami berharap seluruh catatan strategis ini dipandang sebagai komitmen gotong royong demi menghadirkan pelayanan publik yang jauh lebih baik bagi seluruh rakyat Jawa Timur,” pungkas Guntur. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Malang Minta Diskominfo Optimalkan 7 Videotron, Jangan Tambah Aset yang Bebani APBD

MALANG – DPRD Kabupaten Malang meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengoptimalkan tujuh aset ...
KABAR CABANG

Musran-Musanran Rampung, PDIP Trenggalek Konsolidasi Struktur Desa Hadapi Agenda 2027-2029

DPC PDI Perjuangan Trenggalek merampungkan Musran-Musanran di 152 desa dan mulai mengonsolidasikan pengurus baru ...
LEGISLATIF

Sidang Tahunan MPR 2026 Dimajukan ke 14 Agustus, Puan Pastikan DPR Lebih Khidmat

Sidang Tahunan MPR 2026 dimajukan menjadi Jumat, 14 Agustus karena 16 Agustus jatuh pada Minggu. Puan memastikan ...
KABAR CABANG

Bojonegoro Dilanda Kekeringan, Warga Sukosewu Terima Bantuan 10.000 Liter Air Bersih dari Abidin Fikri

BOJONEGORO – Dampak musim kemarau dan fenomena El Nino mulai meluas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Salah satu ...
KRONIK

Candra Minta TAPD Jember Buka Angka di Balik Rencana Utang Rp786 Miliar

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membuka seluruh ...
KRONIK

Sonny PDIP Ajak KTH dan UMKM Kayu Banyuwangi Jaga Hutan dari Hulu hingga Hilir

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong Kelompok Tani Hutan (KTH), pelaku industri, ...