Sabtu
06 Juni 2026 | 8 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Madura jadi Sentra Garam Nasional

pdip-jatim-sri-untari-pidato

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendukung jika Pulau Madura dikembangkan menjadi produsen garam terbesar di Indonesia. Dengan demikian, Pulau Madura menjadi sentra garam nasional.

Namun, kualitasnya juga harus ditingkatkan agar kebutuhan industri dalam negeri tak perlu impor karena bisa dipenuhi dari dalam negeri.

Untari menyebutkan, swasembada garam tak bisa dibebankan kepada para petani garam. Tapi seluruh stakeholder terkait harus bisa bersatu membantu petani garam supaya bisa meningkatkan produksi dan kualitasnya setara dengan garam impor.

“Kalau perlu petani garam Madura kita bantu untuk studi banding ke Australia,” kata Untari, kemarin.

Jika Madura mampu menjadi sentra produksi garam nasional, pihaknya yakin kesejahteraan masyarakat Madura bisa cepat terealisasi.

Sebab, Pulau Madura sudah memiliki sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup kuat untuk membiayai pembangunan di Madura.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim ini berharap, Pemprov Jatim menggerakkan instansi terkait seperti dinas kelautan dan perikanan (DKP) agar mengembangkan teknologi untuk meningkatkan kualitas garam Madura.

Bahkan bila perlu, DKP bisa menggandeng Kementerian Riset dan Teknologi atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

“Saya kira tak ada yang mustahil di era teknologi seperti saat ini. Saya yakin ada rekayasa teknologi untuk meningkatkan kualitas garam Madura maupun mensiasati kendala cuaca yang mempengaruhi kualitas garam di Madura,” ujarnya.

Sementara itu, sampai sekarang Jawa Timur masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan garam. Selama caturwulan pertama 2017, Jatim mendatangkan 429 ribu ton garam dari luar.

Namun, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Heru Tjahjono menegaskan, hal itu belum menyalahi Pergub 2/2013 tentang pengendalian impor.

“Sebab impor dilakukan dua bulan sebelum panen,” ujarnya, kemarin.

DKP menyatakan siap mengaplikasikan teknik produksi melalui rumah garam. Dengan model tersebut, produksi garam dapat dimaksimalkan hingga dua kali lipat.

Selain itu, mereka bakal menggunakan teknologi geomembran dan teknik ulir filter (TUF). “Teknologi ini sudah digunakan di Australia, dan diuji coba di Singapura,” terang Heru.

Di Jatim, salah satu lahan uji coba DKP berukuran 7×7 meter sudah menghasilkan 2 ton garam pada Maret hingga April.

Terdapat 16 kelompok tani garam yang bakal menerima hibah pengadaan teknologi tersebut. Mayoritas kelompok tani berasal dari Madura. Sisanya tersebar di Probolinggo, Pasuruan, Tuban, dan Lamongan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDIP Bondowoso Salurkan Air Bersih dan Sembako untuk Warga Terdampak Kekeringan

DPC PDI Perjuangan Bondowoso menyalurkan bantuan air bersih dan sembako kepada warga terdampak kekeringan di 13 ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Gelar Bimtek Medsos bagi Kader di Tingkat Kecamatan

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar bimbingan teknis (bimtek) media sosial (medsos) di ...
LEGISLATIF

Setumpuk Beban Administrasi Pemdes, Diana Sasa Tekankan Pendampingan dan Kesiapan Infrastruktur Digital Desa

MAGETAN – Anggota DPRD Jawa Timur, Diana AV Sasa meminta pemerintah memastikan kesiapan pendampingan dan ...
LEGISLATIF

Untari Dorong Penguatan Regulasi Disabilitas untuk Menjamin Hak Kelompok Rentan

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendorong penguatan regulasi perlindungan penyandang ...
LEGISLATIF

Yordan Batara Goa Soroti Banyak Perda Belum Efektif, DPRD Jatim Dorong Evaluasi Menyeluruh

Ketua Bapemperda DPRD Jawa Timur Yordan M. Batara Goa mendorong evaluasi menyeluruh terhadap perda yang telah ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Minta Pemerintah Lebih Serius Lindungi Peternak Ayam Petelur

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan meminta pemerintah lebih serius memperhatikan nasib peternak ayam ...