Selasa
21 Juli 2026 | 9 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Minta Pemprov Waspadai Ancaman Super Flu

pdip jatim 260105 renny WSRP

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, minta Pemerintah Provinsi Jatim tidak lengah menyikapi ancaman super flu atau infeksi influenza A (H3N2) subclade K, di provinsi ini. Dia menegaskan, kesiapsiagaan dini menjadi kunci utama.

“Ini bukan isu biasa. Super flu menular cepat dan gejalanya mirip flu biasa. Kalau terlambat, dampaknya serius,” kata Renny di Surabaya, Senin (5/1/2026).

Mengacu data Kementerian Kesehatan RI, kasus Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) masih terus dipantau melalui sistem surveilans nasional. Kemenkes menekankan pentingnya deteksi dini karena virus influenza memiliki potensi mutasi tinggi dan dapat membebani fasilitas kesehatan.

Data terbaru Kementerian Kesehatan, hingga akhir Desember 2025, ditemukan 62 kasus yang tersebar di 8 provinsi di Indonesia. Jawa Timur tertinggi 23 kasus, disusul Kalimantan Selatan dan Jawa Barat serta disusul beberapa wilayah provinsi lain.

Menurut Renny, Jawa Timur memiliki risiko besar. Mobilitas antar daerah tinggi dan kepadatan penduduk juga besar.

Pintu masuk pun banyak, mulai bandara hingga pelabuhan. “Jatim ini wilayah strategis. Kalau tidak siap, efeknya bisa meluas,” ujarnya.

Dia mendorong Pemprov Jatim segera mengaktifkan status kewaspadaan dini daerah. Termasuk membentuk Satgas Super Flu lintas OPD.

“Data kesehatan kabupaten dan kota harus terintegrasi. Tidak boleh jalan sendiri-sendiri,” tegas anggota Komisi E DPRD Jatim tersebut.

Penanganan super flu, sebut Renny, harus mengacu pada pola yang sudah terbukti efektif saat menghadapi pandemi Covid-19. Yakni pendekatan promotif, preventif, dan kuratif secara berimbang.

Pada aspek promotif, dia minta Pemprov Jatim menggencarkan edukasi publik sejak dini. Sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) harus kembali diperkuat, mulai etika batuk dan bersin, penggunaan masker saat sakit, hingga kebiasaan cuci tangan.

“Edukasi jangan menunggu kasus meledak. Ini pengalaman saat Covid. Kesadaran publik adalah benteng pertama,” tuturnya.

Untuk langkah preventif, Fraksi PDIP DPRD Jatim mendorong optimalisasi pencegahan berbasis komunitas. Puskesmas, kader kesehatan, hingga Posyandu diminta aktif melakukan pemantauan gejala flu di masyarakat, terutama di sekolah, pesantren, dan fasilitas publik padat.

“Deteksi di tingkat paling bawah penting. Kalau sudah berat baru ke rumah sakit, itu terlambat,” kata Renny.

Dia juga menekankan kesiapan alat pelindung diri (APD), logistik medis dasar, serta prosedur standar penanganan kasus flu berat di seluruh fasilitas layanan kesehatan. Termasuk kesiapan laboratorium untuk pemeriksaan lanjutan.

Sementara dari sisi kuratif, Renny menegaskan layanan kesehatan harus siap merespons cepat kasus bergejala berat. Rumah sakit rujukan perlu menyiapkan protokol penanganan influenza berat agar tidak mengganggu layanan pasien lain.

“Penanganan medis harus cepat, terukur, dan tidak tumpang tindih. Pengalaman Covid jangan diulang,” tegasnya.

Renny juga menyoroti pentingnya penguatan surveillance dan deteksi dini. Dia minta Dinas Kesehatan memperkuat pemantauan di puskesmas, rumah sakit rujukan, dan laboratorium kesehatan daerah.

“Pelaporan kasus ILI dan SARI harus cepat. Jangan menunggu parah,” ujar Renny.

Bendahara DPD PDI Perjuangan Jatim ini mengingatkan, lonjakan pasien flu berat bisa melumpuhkan layanan kesehatan umum. Karena itu, manajemen fasilitas kesehatan harus disiapkan sejak awal.

“RS perlu buffer kapasitas. Alur pasien flu dan non-flu harus dipisah,” ujarnya.

Tak kalah penting, komunikasi publik. Menurutnya, kepanikan bisa lebih berbahaya dari virus itu sendiri.

“Satu pintu informasi. Jangan simpang siur. Publik harus tenang, tapi siaga,” katanya.

Dia juga menekankan perlunya perlindungan kelompok rentan. Lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta harus menjadi prioritas.

“Puskesmas harus aktif memantau. Edukasi keluarga juga penting,” sebut Renny.

Dia menambahkan, penanganan super flu tidak bisa hanya dibebankan ke sektor kesehatan. Perlu koordinasi lintas sektor.

“Dishub, Dinas Pendidikan, BPBD, hingga Kominfo harus dilibatkan. Respons harus cepat dan terkoordinasi,” tandasnya.

Renny juga minta Pemprov Jatim menyiapkan skenario terburuk. Mulai dari penyesuaian kegiatan massal, pengaturan kerja fleksibel ASN, hingga perlindungan layanan publik esensial.

“Super flu adalah ancaman nyata. Kuncinya satu: cepat mendeteksi, tepat berkomunikasi, dan konsisten melindungi masyarakat,” pungkas legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kediri Raya tersebut.

Sementara itu juru bicara Kemenkes RI, Widyawati, menjelaskan, pemantauan terhadap kasus super flu atau infeksi influenza A (H3N2) subclade K ini terus dilakukan.

Dari temuan yang ada, kata Widyawati, karakteristik pasien, mayoritas kasus ditemukan pada perempuan dengan proporsi sekitar 64 persen. Kelompok anak usia 1 hingga 10 tahun juga menjadi kelompok paling terdampak, menyumbang sekitar 35 persen dari total kasus.

Kondisi ini menunjukkan perlunya kewaspadaan lebih, terutama di wilayah dengan kasus tinggi seperti Jawa Timur, serta penguatan upaya pencegahan dan deteksi dini di kelompok rentan. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...
SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...