Senin
03 Agustus 2026 | 5 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi Banteng Magetan Soroti Belanja Tak Terduga RAPBD 2022 Sebesar Rp 66,7 M

pdip-jatim-dprd-magetan-290921-rita-haryati

MAGETAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan menyoroti pos anggaran belanja tak terduga sebesar Rp 66,7 miliar pada Rancangan APBD Tahun 2022. Selain itu, dalam rapat paripurna di gedung dewan, Rabu (24/11/2021), fraksi juga menyoroti turunnya target pendapatan daerah.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Hj Rita Haryati mengatakan, pihaknya mempertanyakan pos anggaran belanja tak terduga yang nilainya cukup besar yaitu Rp 66,7 miliar.

“Apakah dana sebesar itu akan digunakan untuk antisipasi Covid-19 gelombang berikutnya? Jika memang digunakan untuk itu harus dijelaskan secara rinci peruntukan penggunaannya. Hal ini guna menjaga transparasi dan akuntabilitasnya,” tegas Rita Haryati dalam rapat paripurna .

Fraksi PDI Perjuangan, lanjut Rita, juga meminta penjelasan kepada Bupati terkait pendapatan daerah yang hanya sebesar Rp 1,47 triliun. Sebab, dibandingkan dengan Perubahan APBD Tahun 2021, pendapatan daerah mengalami penurunan 3,2 persen atau setara Rp 55,3 miliar.

“Fraksi PDI Perjuangan mempertanyakan, apa masih mungkin target ditingkatkan. Hal ini mohon dicermati oleh eksekutif,” tandas Rita.

Masih kata Rita, fraksi meminta agar RAPBD 2022 mencerminkan sinergi dengan prioritas pembangunan nasional tahun 2022 yaitu pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.

Dorong Pembentukan Satgas Pupuk

Pada sektor pertanian, Fraksi PDI Perjuangan memberikan sorotan terkait kelangkaan pupuk yang menyebabkan harga jual di tingkat kios jauh di atas harga eceran tertinggi. Karena itu, fraksi memberikan masukan kepada bupati untuk menertibkan pendistribusian pupuk sampai pada tingat kios.

Tidak hanya itu, fraksi mendorong pembentukan satgas untuk mengatasi persoalan pupuk ini. Satgas dimaksud yakni gabungan dari pihak eksekutif bersama dengan instansi seperti kepolisian, TNI, dan kejaksaan. “Bupati harus membentuk Satgas atau tim gabungan,” kata Rita.

Sementara itu, Ketua DPRD Sujatno mengatakan, RAPBD 2022 difokuskan pada tiga hal yaitu penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi dan jaring pengaman sosial.

“Setelah adanya pandangan umum dari fraksi nanti akan kita bahas lagi dan tahapan berikutnya tentunya bupati akan memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi,” ujar Sujatno yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

HUT ke-11 Asosiasi BPD, Erma Harap Semakin Solid dan Inspiratif

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengucapkan selamat HUT ke-11 ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Temui Sopir Angkot Malang, Dewanti Dorong Dialog Cari Solusi Trans Jatim Koridor II

DPRD Jatim akan menemui sopir angkot Malang Raya yang menolak Trans Jatim Koridor II. Dewanti Rumpoko mendorong ...
LEGISLATIF

Anton Kusumo Minta Penilaian Desil Bansos Berdasarkan Kondisi Ekonomi Riil Keluarga

MADIUN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun, Anton Kusumo, meminta pemerintah mengevaluasi mekanisme ...
SEMENTARA ITU...

Fatatoh Ajak Pemuda Muhammadiyah Bangun Budaya Politik Berbasis Integritas

Anggota DPRD Kabupaten Blitar Fatatoh Hironi Ulya mengajak Pemuda Muhammadiyah membangun budaya politik yang ...
LEGISLATIF

Andy Firasadi Minta Langkah Luar Biasa Putus Peredaran Narkoba di Jawa Timur

SURABAYA – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Andy Firasadi, mendesak pemerintah bersama aparat penegak hukum ...
KRONIK

Bupati Lukman Sambut Gembira Peluncuran STAIM Bangkalan, Momentum Tingkatkan IPM

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, meresmikan peluncuran Sekolah Tinggi Agama Islam Al Muhsiny (STAIM) di ...