Eri Irawan dorong voucher parkir Surabaya harus inklusif dan mudah diakses semua warga, termasuk yang belum melek finansial digital, sekaligus tekan kebocoran retribusi.
SURABAYA — Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan menegaskan inovasi voucher parkir di Surabaya harus menjamin kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang belum melek finansial digital.
Dia menekankan, sektor parkir merupakan layanan publik yang wajib mengedepankan prinsip inklusivitas, sehingga sistem pembayaran tidak bisa hanya bergantung pada transaksi digital.
“Semua warga harus bisa mengakses layanan ini. Termasuk yang belum punya QRIS atau mobile banking. Voucher parkir ini jadi jembatan,” kata Eri irawan, dikutip Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, skema voucher dirancang sebagai pelengkap sistem non-tunai yang sudah berjalan. Selain memperluas akses, kebijakan ini juga ditujukan untuk menutup potensi kebocoran retribusi parkir yang selama ini kerap terjadi di lapangan.
“Selama ini ada keluhan karcis tidak diberikan atau memakai karcis lama. Dengan voucher, transaksi dilakukan di awal secara resmi, sehingga lebih tertib dan tercatat,” jelas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Saat ini, Dinas Perhubungan Kota Surabaya tengah menyiapkan aspek teknis, termasuk distribusi voucher ke berbagai titik penjualan. Eri memastikan harga tetap sesuai tarif resmi, yakni Rp2.000 untuk roda dua dan Rp5.000 untuk roda empat, tanpa pembelian minimal.
Dari sisi pembiayaan, pengadaan awal voucher dialokasikan melalui skema BLUD Parkir sekitar Rp200 juta. Anggaran tersebut ditargetkan mampu mencetak 500 ribu lembar voucher sekaligus mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Meski demikian, Eri mengakui potensi kendala adaptasi di lapangan, baik dari sisi juru parkir maupun masyarakat. Namun ia menilai hal tersebut sebagai bagian dari proses transformasi sistem pembayaran di Kota Surabaya.
“Ini soal pembiasaan. Yang penting sosialisasi masif, supaya juru parkir dan pengguna sama-sama paham,” tegasnya.
Pemkot Surabaya menargetkan voucher parkir mulai diterapkan dalam waktu dekat, diawali dengan uji coba di sejumlah titik sebelum diberlakukan secara luas. (nia/pr)
Eri Irawan, voucher parkir Surabaya, parkir non tunai Surabaya, DPRD Surabaya, Dishub Surabaya, retribusi parkir, PAD Surabaya, QRIS parkir
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










