Kamis
27 Agustus 2026 | 6 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPR Putuskan Pilkada Tak Langsung, PDI Perjuangan Minta Maaf kepada Rakyat

pdip jatim - ilustrasi pilkada 06

pdip jatim - ilustrasi pilkada 06JAKARTA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Maruarar Sirait mengatakan, apa yang dilakukan partainya dalam rapat paripurna RUU Pilkada semata menampung aspirasi rakyat. Yakni aspirasi bahwa pilkada yang memiliki kedaulatan rakyat adalah pilkada langsung.

Tapi, kata Maruarar, kenyataan hasil paripurna tidak sesuai dengan harapan rakyat. Sebab, setelah melalui voting, hasil sidang paripurna memutuskan pilkada oleh DPRD. Oleh karena itu, pihaknya minta maaf.

“Kami mohon maaf kepada rakyat Indonesia dari hati yang paling dalam. Inilah kenyataannya, sangat mengecewakan bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Tetapi ini yang harus kita terima,” kata Ara, sapaan Maruarar usai di gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (26/9/2014) dini hari.

“Kami berkeyakinan apa yang kami perjuangkan ini adalah kemauan rakyat Indonesia. Artinya kami menghargai partisipasi rakyat. Tapi inilah realitasnya,” tambah Ara.

Selama proses pembahasan RUU Pilkada, Fraksi PDI Perjuangan dikenal tegas menyatakan dukungannya agar kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat. PDI Perjuangan berpandangan, ada sejumlah kelebihan pilkada langsung, seperti pernah dikaji oleh pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Berdasarkan kajian pemerintah terhadap pilkada langsung, ada sejumlah keunggulan pilkada langsung berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan Yasonna H Laoly.

Dia menjelaskan, pelaksanaan pilkada langsung merupakan representasi perwujudan hak rakyat dalam memilih calon pemimpin mereka. PDI Perjuangan juga menilai, mekanisme pemilihan secara langsung akan memperkuat legitimasi kepala daerah dalam mengambil keputusan.

“Ketiga, pilkada langsung mendekatkan hubungan antara pemimpin dengan rakyatnya,” terang Laoly.

Dia menambahkan, pilkada langsung juga dianggap mampu melembagakan proses pendalaman kelembagaan demokrasi yang telah berjalan selama ini, serta menjamin terpilihnya sosok pemimpin yang memiliki kapabilitas dan penerimaan yang baik di masyarakat.

Sebelum ini, imbuh Laoly, Indonesia pernah melaksanakan proses pilkada oleh DPRD. Namun, proses pemilihan itu kemudian dikoreksi dan diubah menjadi pemilihan langsung karena dianggap menimbulkan sejumlah konflik. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Perkuat Mutu Pendidikan, Banyuwangi Kolaborasi dengan Dunia Usaha

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus memperkuat kualitas pendidikan melalui kolaborasi ...
KRONIK

Endog-Endogan, Tradisi Maulid Nabi di Desa Kembiritan Banyuwangi

BANYUWANGI – Tradisi Endog-endogan di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, kembali digelar untuk ...
PEREMPUAN

Susy Cecilia: Kesederhanaan Fatmawati Adalah Spirit Perempuan Indonesia

ADA sesuatu yang sederhana tetapi sangat besar maknanya ketika nama Fatmawati Soekarno kembali disebut. Bukan ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Kukuhkan Pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Campurdarat

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengukuhkan pengurus Ranting dan ...
KABAR CABANG

Data Desil Tak Sesuai Realita, Warga Lumajang Bisa Lapor ke Kantor DPC atau Gedung DPRD

LUMAJANG – Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang merespon adanya keluhan masyarakat terkait data Desil yang dinilai ...
LEGISLATIF

Puan: DPR Siap Terima Aspirasi Massa Peserta Demo 27 Agustus

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan DPR terbuka menerima aspirasi masyarakat yang akan disampaikan ...