Selasa
10 Maret 2026 | 4 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPC PDIP Kota Madiun Larang Kader Ikut Pengelolaan MBG, Siap Beri Sanksi Tanpa Kompromi

pdip jatim 260303 inda 2

MADIUN – DPC PDI Perjuangan Kota Madiun menegaskan komitmennya menjaga integritas kader terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh kader, termasuk anggota legislatif, dipastikan tidak terlibat dalam pengelolaan program tersebut, baik secara langsung maupun melalui pihak lain.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Madiun, Inda Raya Ayu Miko Saputri, menyatakan empat anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan di Kota Madiun tidak memiliki keterkaitan dengan MBG dalam bentuk apa pun.

“Di Kota Madiun, empat anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan tidak ada yang bersinggungan dengan MBG,” tegas Inda usai kegiatan pembagian takjil, Minggu (1/3/2026).

Penegasan tersebut, lanjutnya, merujuk pada instruksi resmi dari DPP PDI Perjuangan yang melarang keras seluruh kader memanfaatkan program pemerintah untuk kepentingan pribadi. Larangan itu mencakup keuntungan finansial maupun material, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Inda juga meluruskan spekulasi yang sempat mengaitkan namanya dengan sejumlah kegiatan MBG. Ia mengakui pernah hadir dalam beberapa agenda, namun sebatas memenuhi undangan sebagai motivator bagi para pekerja.

“Saya datang hanya untuk memberi semangat dan mengingatkan agar pekerjaan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Tidak ada kaitannya dengan kepemilikan, pengelolaan, ataupun yayasan,” ujarnya.

Ia menegaskan, partai tidak akan memberi ruang bagi kader yang mencoba mengambil keuntungan dari program yang menyasar kepentingan publik tersebut. Struktur partai telah menyiapkan mekanisme pengawasan dan sanksi berjenjang bagi pelanggaran yang terbukti.

“Sanksinya jelas dan tegas, mulai dari peringatan hingga pemberhentian atau pemecatan dari keanggotaan partai,” tandasnya.

Menanggapi polemik yang berkembang di masyarakat, Inda menilai dinamika tersebut lebih banyak dipicu persoalan teknis di lapangan. Karena itu, ia berharap pelaksanaan program berjalan lebih tertib dan akuntabel agar tidak memicu kecurigaan publik.

“Jika ada keluhan masyarakat dan itu memang tidak sesuai harapan rakyat, PDI Perjuangan akan berdiri di sisi rakyat. Program yang baik harus dijalankan dengan tata kelola yang baik,” pungkasnya.

Dengan klarifikasi ini, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun berharap ruang spekulasi dapat dihentikan, sekaligus menegaskan posisi partai yang mengedepankan disiplin kader dan kepentingan masyarakat di atas segalanya. (ahm/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jatim Soroti Banyak Aset BUMD Belum Bersertifikat, Hambat Pengembangan Bisnis

SURABAYA – Komisi C DPRD Jawa Timur menyoroti banyaknya aset strategis milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ...
KRONIK

Seleksi Terbuka Banteng Jatim FC U-17 di Bangkalan, Bupati Lukman: Panggung Emas untuk Atlet Muda

BANGKALAN – Kabupaten Bangkalan bersiap menjadi pusat perhatian talenta muda sepakbola di Pulau Madura. DPD PDI ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Dorong Pengembangan Wisata Blitar, Sertifikasi Pelaku Wisata Jadi Kunci

BLITAR – Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Blitar dinilai perlu terus dioptimalkan agar mampu memberikan ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Tindaklanjuti Laporan Makanan Bermasalah dalam Program MBG

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita memastikan pihaknya akan menindaklanjuti temuan ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi: Wisata Kota Harus Berdampak Ekonomi bagi UMKM dan Warga

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong pengembangan destinasi wisata yang tidak hanya menarik ...
KRONIK

Bukber Tanpa Sekat di Pendopo Nganjuk, Ribuan Warga Duduk Bersila Bersama Bupati

NGANJUK – Menjelang senja di bulan Ramadan, Pendopo KRT Sosro Koesoemo Nganjuk tampak berbeda dari biasanya. Jika ...