Sabtu
05 September 2026 | 4 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dongkrak Pendapatan Cukai, Zulham Mubarok Usul Fatwa Haram Bisnis Rokok Ilegal

pdip-jatim-250516-talkshow-rokok-ilegal

MALANG – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarok bakal mengusulkan adanya fatwa haram untuk rokok ilegal. Hal ini untuk meningkatkan pendapatan cukai untuk negara.

Dia menyoroti kian tingginya angka produksi rokok ilegal dari hari ke hari, terutama di wilayah Kabupaten Malang. Bahkan dari sekitar 60–70 persen pasar rokok ilegal di Indonesia, tempat produksinya ada di Kabupaten Malang.

“Saya kira ini problem yang harus kita akui dan belum selesai sampai sekarang,” kata Zulham dalam sebuah talkshow sosialisasi cukai di Kantor Pemkab Malang, dikutip Jumat (16/5/2025).

Meski begitu, dia optimistis dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) Kabupaten Malang masih bisa ditingkatkan, terutama jika produksi dan distribusi rokok ilegal bisa ditekan secara signifikan.

Menurutnya, potensi penerimaan cukai dari DBHCHT di tahun-tahun mendatang bisa mencapai Rp 3,1 triliun.’

“Asalkan industri hasil tembakau lokal sepenuhnya mematuhi peraturan dan semua produksi masuk dalam kategori legal,” ujarnya.

Salah satu upaya untuk menekan peredaran rokok ilegal, Zulham akan mengusulkan pendekatan dari sisi sosial dan keagamaan.

“Kami akan dorong wacana dikeluarkannya fatwa haram terhadap bisnis rokok ilegal. Bukan transaksinya ya, tapi bisnisnya. Ini penting sebagai dukungan moral dan sosial,” jelasnya.

Menurut pria yang juga pengurus MUI Kabupaten Malang ini, sudah ada daerah lain yang mengeluarkan keputusan serupa. Salah satunya adalah hasil bahtsul masail PCNU Sumenep pada Mei 2023, yang memfatwakan bisnis rokok ilegal itu haram.

“Fatwa itu melengkapi penegakan hukum negara yang sudah ada. Hukum sosial dan norma agama harus ikut berperan dalam membasmi rokok ilegal,” tuturnya.

Tak hanya itu, Zulham juga menekankan pentingnya edukasi kepada para pelinting rokok yang bekerja di dua jenis pabrik, baik legal maupun ilegal.

Dia menyebut bahwa kesadaran pengusaha untuk mematuhi regulasi adalah kunci dari perbaikan ekosistem industri hasil tembakau di daerah.

“Minimal pengusahanya sadar. Jadi harus ada regulasi sosial dan pendekatan norma ke sana. Ini bukan hanya soal pajak, tapi juga perlindungan terhadap pekerja,” imbuhnya.

Menurut Zulham, komitmen pemerintah dalam pemanfaatan DBHCHT selama ini sudah baik, seperti untuk sektor kesehatan dan bantuan sosial bagi pekerja toko rokok.

Namun, dia menegaskan pentingnya pengawasan agar pemanfaatan dana ini bisa lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Jadi kita tinggal kawal agar dana cukai terus naik dan tidak lagi ada praktik produksi rokok ilegal,” tutup Zulham. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...