TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mendorong pedagang pasar tradisional beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk menghadapi persaingan perdagangan yang semakin ketat.
Menurut Doding, transformasi digital tidak bisa dihindari. Pedagang pasar harus mulai memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar dan mempertahankan konsumen, terutama di tengah semakin kuatnya persaingan dengan ritel modern dan perdagangan daring.
“Pedagang juga harus bijak. Perkembangan teknologi tak bisa dibendung dan kondisi pasar terus berubah. Pedagang harus melek teknologi agar terus eksis dan bersaing dan tak merugi,” kata Doding di hadapan pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Trenggalek, Rabu (19/8/2026).
Doding menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kegiatan pelantikan pengurus APPSI Kabupaten Trenggalek. Ia menilai tantangan yang dihadapi pedagang pasar saat ini semakin kompleks seiring perubahan pola belanja masyarakat.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memenuhi kebutuhan. Konsumen kini dapat membeli berbagai barang hanya melalui telepon seluler dan barang yang dipesan akan diantar langsung ke rumah.
Karena itu, pedagang pasar tidak boleh hanya mengandalkan pola perdagangan konvensional. Mereka perlu mulai mempelajari sistem penjualan secara daring dan memanfaatkan berbagai platform digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Jangan sampai kita tertinggal oleh perkembangan zaman. Sebab, kalau tidak mau berubah dan belajar, kita bisa tergilas oleh kemajuan,” ujar pria yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek ini.

Doding mengajak para pedagang meningkatkan kemampuan sekaligus memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar dan membuka peluang usaha baru. Menurutnya, transformasi tersebut harus dilakukan secara bersama-sama agar pedagang pasar semakin kuat menghadapi perubahan.
“Pedagang pasar kuat, ekonomi juga kuat,” tegasnya.
Meski mendorong digitalisasi, Doding mengingatkan pedagang agar tidak meninggalkan salah satu kekuatan utama pasar tradisional, yakni kedekatan dengan konsumen.
Menurutnya, hubungan antara pedagang dan pembeli di pasar tradisional tidak sebatas transaksi. Banyak pedagang telah mengenal pelanggan secara personal, bahkan mengetahui kebiasaan dan kebutuhan pembelinya.
“Nah, inilah yang harus dipertahankan. Itu tidak didapatkan di toko-toko modern. Pedagang pasar itu kedekatannya sangat kuat,” katanya.
Karena itu, kedekatan tersebut perlu dipadukan dengan pemanfaatan teknologi. Pedagang dapat mempertahankan hubungan dengan pelanggan sekaligus menggunakan teknologi untuk memudahkan komunikasi, promosi, pemesanan hingga memperluas jangkauan pasar.
“Jalin komunikasi dan manfaatkan teknologi agar pembeli terus sinergi,” pungkas Doding. (azz/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











