Sabtu
05 September 2026 | 10 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Diperjuangkan Bertahun-tahun oleh Kader Banteng, Pasar Kesamben Akhirnya Dibangun

pdip-jatim-260114-budi-sus-1

BLITAR – Pelaksanaan peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan Pasar Kesamben pada Rabu (14/1/2026) menjadi momen bersejarah yang telah lama dinantikan, tidak hanya oleh para pedagang, tapi juga masyarakat Desa Kesamben, Kabupaten Blitar.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Budi Susila Jaya, menyampaikan, dimulainya pembangunan pasar tersebut merupakan hasil dari perjuangan panjang penuh dinamika dan tantangan.

Baik secara pribadi maupun kelembagaan, dia mengaku bersyukur karena harapan masyarakat akhirnya terwujud.

“Alhamdulillah, setelah melalui proses yang sangat panjang dan berbagai permasalahan, hari ini kita sampai pada satu titik penting, yaitu dimulainya peletakan batu pertama Pasar Kesamben. Ini adalah momen yang benar-benar ditunggu,” ujar Budi.

Dia menegaskan, pembangunan Pasar Kesamben bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya membangkitkan ekonomi kerakyatan. Pasar ini diharapkan menjadi penggerak roda perekonomian warga, khususnya di Kesamben, dan Kabupaten Blitar secara umum.

Diketahui, Pasar Kesamben merupakan penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar kedua di Kabupaten Blitar setelah Pasar Wlingi. Oleh karena itu, keberadaannya dinilai strategis dan harus dikelola secara berkelanjutan.

Dalam proses pembangunan, Budi yang dikenal gigih memperjuangkan aspirasi pedagang dan masyarakat, menekankan pentingnya menjaga ikon lokal yang sudah melekat.

Dia minta agar pohon sengon besar yang telah berusia puluhan tahun dan masih berdiri kokoh di area pasar tidak ditebang.

“Pohon sengon itu sudah menjadi ikon wilayah setempat. Keberadaannya penting dan punya nilai tersendiri bagi masyarakat,” kata dia.

Selain itu, pria yang akrab disapa Kliwon ini juga berharap desain Pasar Kesamben tetap mengedepankan kearifan lokal. Meski dibangun dengan konsep modern, nuansa tradisional menurutnya tidak boleh ditinggalkan.

“Pasar boleh modern, tapi jangan sampai menghilangkan nuansa tradisional. Kalau suasananya terlalu kaku dan seperti swalayan, pembeli justru kurang nyaman. Apalagi toko modern sekarang juga sudah banyak,” jelasnya.

Tak hanya soal bangunan, Budi juga mengingatkan pentingnya kesadaran bersama dalam merawat pasar setelah selesai dibangun. Dia berharap ke depan pedagang dan masyarakat bisa lebih tertib serta menjaga kebersihan dan fasilitas pasar demi kenyamanan bersama.

“Mindset-nya juga harus berubah. Pasar ini milik bersama, jadi harus dijaga. Kalau tertib dan nyaman, orang pasti mau belanja,” tambah Budi.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Strategis Jawa Timur, I Gusti Agung Ariwibawa, menjelaskan bahwa Pasar Kesamben dirancang dengan kapasitas yang cukup besar. Pasar ini akan memiliki 52 kios, 470 los, serta 228 hamparan yang terbagi dalam tiga kategori.

Menurutnya, perencanaan tersebut disusun berdasarkan hasil pendataan pedagang oleh Dinas Perdagangan, sehingga kapasitas bangunan benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Semua itu sesuai dengan daftar permintaan pedagang setelah dilakukan pendataan dan berita acara,” terang Agung.

Pembangunan Pasar Kesamben menelan anggaran sebesar Rp63 miliar, dengan masa pengerjaan selama 360 hari efektif dan dilaksanakan dalam dua tahun anggaran, yakni dimulai pada 2025 dan ditargetkan selesai pada 2026.

Dari sisi arsitektur, pasar ini mengadopsi bentuk tampilan Candi Penataran sebagai representasi muatan lokal Blitar. Selain itu, zonasi pasar juga akan dibedakan secara jelas antara area basah dan kering, serta pangan dan non-pangan, guna memudahkan pengelolaan, pengendalian kebersihan, dan kenyamanan pengunjung. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Trenggalek Gelontor Ribuan Liter Air Bersih, Sehari Lima Desa Jadi Sasaran

TRENGGALEK – PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelontorkan ribuan liter air bersih ke desa-desa yang ...
KRONIK

Banyuwangi Gelar “Festival Literasi Using”, Upaya Lestarikan Bahasa Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using. Ajang ini menjadi cara ...
LEGISLATIF

Model Malang Berhasil, Untari Akan Perluas Pelestarian Aksara Jawa ke Seluruh Sekolah di Jatim

MALANG – Keberhasilan penerapan model pembelajaran dan pelestarian aksara Jawa di sejumlah sekolah di Malang ...
KRONIK

Waktu Tinggal Tiga Bulan, Widarto Pesimistis APBD Jember 2026 Terserap Optimal

JEMBER – Tambahan ruang fiskal Kabupaten Jember mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, waktu untuk membelanjakannya ...
KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...
LEGISLATIF

Puan Dukung Penegakan Hukum 21 Badan Usaha Terkait Karhutla, Minta Prosesnya Transparan

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penegakan hukum ...