oleh

Dikelola Masyarakat, Dewi Brubuh di Ngawi Sajikan Wisata Alam dan Petualangan

-UMKM-31 kali dibaca

NGAWI – Memiliki potensi alam yang indah, Desa Brubuh di kecamatan Jogorogo, Ngawi menjadi salah satu destinasi wisata yang eksotis dan populer di Kabupaten Ngawi. Membawa konsep wisata alam dan petualangan, Desa Wisata (Dewi) Brubuh juga mendapat kesempatan untuk menjadi salah satu wakil Ngawi di ajang Trisakti Award Tourism Desa Wisata tahun 2021.

Sekretaris Desa Brubuh, Shinta Candra Dewi, mengatakan, Desa Brubuh memiliki potensi alam yang memiliki nilai jual tinggi sebagai tempat wisata.

“Kita ada potensi alam yang luar biasa, seperti lahan pertanian yang memiliki view bagus, sumber air yang melimpah,” kata Shinta, Minggu (18/7/21).

Dewi Brubuh dikelola oleh masyarakat setempat. Melalui Bumdes Duta Karya, dengan memberdayakan masyarakat setempat, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga.

“Banyak warga usia produktif yang harus meninggalkan desa untuk mencari penghidupan. Dan padahal, seperti di Brubuh ada potensi yang bisa dikembangkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan, jadi masyarakat tidak perlu lagi ke luar daerah hanya untuk mencari uang,” terang Shinta.

Menurut Shinta, dewi Brubuh memiliki beragam wahana unggulan yang bisa dinikmati wisatawan kala berkunjung disana. Karena mengusung konsep wisata alam dan petualangan, beragam wahana itu tidak terlepas dari kesan adventure yang mengasyikkan.

Seperti wahana MTB, pengunjung bisa menikmati sensasi bersepeda gunung dengan rute yang memiliki pemandangan alam yang asri. Wahana ini menjadi favorit, sebab pengunjung bisa berolahraga dengan bonus pemandangan alam yang indah khas alam asri Ngawi.

“Selain MTB, di Brubuh juga menawarkan wisata petualangan dengan ATV,” ujarnya.

Wahana ekstrim seperti Flying Fox juga tersedia di dewi Brubuh. Disebut Shinta, fliying fox di Brubuh memiliki panjang 200 meter yang membelah bentangan lahan pertanian milik warga.

“Pengunjung bisa meluncur diatas lahan pertanian, sekaligus bisa menikmati pemandangan alam, termasuk petani yang sedang bekerja di sawah,” bebernya.

Lebih lanjut, disebutkan Shinta, di dewi Brubuh juga menawarkan wisata yang memacu adrenalin lainya. Seperti river tubing yang cocok bagi mereka yang berjiwa petualangan.

“Kita memanfaatkan potensi sumber air yang melimpah, termasuk aliran sungai yang kita sulap menjadi wahana river tubing yang memacu adrenalin wisatawan,” ujar Shinta.

Puas berpetualang, pengunjung bisa berkuliner di Kayangan Cafe dan Space. Konsep tempat makan ini juga mengawinkan wisata kuliner dengan panorama alam.

Konsep tempat makan ini lain daripada yang lain. Mengusung tema tropical minimalis, pengunjung tidak hanya dimanjakan lidahnya dengan kuliner di pedesaan, juga sekaligus menyatu dengan alam.

“Sama sekali tidak merubah alam, bahkan di dalam kafe juga ada pohon-pohon yang sengaja dibiarkan hidup, karena memang pepohonan ini sudah ada sebelum didirikan kafe,” ujar Shinta.

Konsep wisata alam dan petualangan benar-benar matang diterapkan di Brubuh. Pemanfaatan alam sebagai tempat wisata tanpa sedikit pun merubah penampang alam.

“Kita memanfaatkan potensi alam, tanpa merubahnya. Hanya memberikan nilai tambah pada potensi alam yang ada,” ujar Shinta. (mmf/set)

Komentar