MAGETAN – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Diana A.V. Sasa, mendorong penguatan literasi digital di kalangan generasi muda sebagai bagian penting dalam menjaga kualitas informasi dan demokrasi di era digital.
Hal tersebut diwujudkan dalam kegiatan sosialisasi literasi digital yang digelar di Aula Putra Nirwana, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Kegiatan ini diikuti oleh pemuda dari Kecamatan Poncol, Plaosan, dan Sidorejo.
Selain di Plaosan, kegiatan serupa juga dilaksanakan di sejumlah wilayah lainnya, di antaranya bersama komunitas Forkamis (GMIS) di Mangkujayan.
Sosialisasi juga digelar di Kantor Desa Pojoksari untuk pemuda dari Kecamatan Bendo, Sukomoro, Kawedanan, dan Lembeyan, serta di Aula Kecamatan Barat yang diikuti pemuda dari wilayah Barat, Kartoharjo, Karangrejo, dan Karas.
Bijak ber-media sosial
Dalam kegiatan tersebut, Diana Sasa yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menekankan bahwa ruang digital saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. Oleh karena itu, penggunaan media sosial perlu diimbangi dengan sikap bijak dan tanggung jawab.
“Ruang digital, khususnya media sosial, harus dimanfaatkan dengan bijak. Setiap informasi yang dibagikan perlu dipastikan terlebih dahulu kebenarannya agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan,” ujarnya.
Verifikasi Informasi
Ia menegaskan bahwa salah satu aspek penting dalam literasi digital adalah kemampuan untuk memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Menurutnya, kesadaran ini perlu terus ditanamkan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kesadaran untuk melakukan verifikasi sangat penting. Generasi muda harus kritis dan tidak mudah menerima begitu saja informasi yang belum teruji kebenarannya,” tambahnya.

Penopang kualitas demokrasi
Lebih lanjut, Diana Sasa menilai bahwa tingkat literasi digital generasi muda memiliki keterkaitan erat dengan kualitas demokrasi. Semakin baik kemampuan dalam memilah informasi, maka semakin sehat pula ruang demokrasi yang terbentuk di masyarakat.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa tantangan di era digital saat ini tidak hanya berkaitan dengan penyebaran hoaks, tetapi juga berkembang seiring dengan kemajuan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
“Saat ini tantangan semakin kompleks. Tidak hanya hoaks, tetapi juga konten berbasis AI yang semakin sulit dibedakan dengan yang asli. Ini menjadi tantangan baru yang harus diwaspadai bersama,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia mengajak generasi muda untuk lebih cermat dengan melakukan pengecekan ulang serta mencari sumber pembanding sebelum membagikan informasi ke ruang publik.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan generasi muda di Kabupaten Magetan dapat semakin memahami pentingnya literasi digital, sehingga mampu berperan aktif dalam menciptakan ruang informasi yang sehat dan bertanggung jawab.(rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










