Senin
24 Agustus 2026 | 5 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Sidang Komisi, Kongres V PDIP Bahas Intoleransi dan Radikalisme

pdip-jatim-djarot-saiful

DENPASAR – Masalah intoleransi dan radikalisme menjadi salah satu tema penting yang dibahas dalam sidang komisi di Kongres V PDI Perjuangan di Bali, Jumat (9/8/2019). Pasalnya, dua masalah itu berpotensi memecah belah bangsa.

“Masyarakat Indonesia Berketuhanan Yang Maha Esa, sehingga ada toleransi. Salah satu tantangannya sila pertama itu kan intoleransi gara-gara pemilu, gara-gara pilkada,” kata Ketua Sidang Komisi I PDIP Djarot Saiful Hidayat.

Dia lalu menyinggung pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menyorot tentang masalah perbedaan. Megawati, terang Djarot, mengatakan kalau perbedaan tersebut tidak harus dimaknai dengan permusuhan. 

“Makanya dalam pilkada kemarin Bu Mega kan menyitir pidato Bung Karno kalau dalam demokrasi itu selalu ada toleransi. Boleh kita berbeda-beda tapi harus toleran tanpa mencaci memaki, memfitnah, menyebarkan hoaks,” ujarnya.

Apalagi, bangsa Indonesia itu menjunjung tinggi agama, dan semua agama melarang perbuatan mencaci, memfitnah dan berbohong. “Semua agama melarang itu. Sehingga tinggal bagaimana kita memberikan contoh-contoh,” kata dia.

Djarot menyebutkan, pihaknya juga membahas cara mewujudkan trisakti Bung Karno. Apalagi saat ini menurutnya banyak ancaman-ancaman yang bisa menggerus persatuan bangsa. 

“Komisi I membahas hal-hal itu termasuk membahas ideologi Pancasila dan trisakti itu masuk dalam kebijakan pembangunan bernegara. Karena kita akan berusaha mewujudkan ideologi trisaktinya Bung Karno itu, kemandirian, dan kepribadian dan bela negara,” jelas Djarot.

Masalah-masalah itu diajukan oleh para utusan yang merasakan dampaknya langsung di lapangan. “Bagaimana intoleransi, ujaran kebencian, kemudian politik identitas itu masif ditebarkan, terutama tadi di Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.

Djarot juga memerintahkan para kader PDIP bergerak ke organisasi-organisasi lain untuk menyosialisasikan mengenai trisakti dan Pancasila. Diharapkan hal-hal yang menggerus persatuan bisa diminimalisir.

“Kita perintahkan ke para kader yang muslim masuklah ke organisasi-organisasi ini, NU masuk NU, Muhammadiyah masuk Muhammadiyah, kalau Kristen yang HKBP ya masuk ke situ. Sehingga betul-betul semua dalam kemasyarakatan itu benar-benar di dalam tata kehidupannya mencerminkan ideologi Pancasila,” ujarnya. (tof)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Fatmawati Trophy Angkat Kreativitas Desain Kebaya dan Kerudung di Jawa Timur

SURABAYA – Kompetisi desain kebaya dan kerudung Jawa Timur bertajuk Fatmawati Trophy Regional 8 digelar di Hotel ...
KRONIK

Konsolidasi Partai Tak Hanya Lewat Agenda Resmi, Armuji: Kegiatan Olahraga dan Seni Juga

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar konsolidasi internal bersama Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati ...
KRONIK

Tari Remo Gagrak Anyar Buka Konsolidasi Internal DPD PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Tari Remo Gagrak Anyar menjadi pembuka dalam kegiatan Konsolidasi Internal DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ...
KRONIK

Merdeka Coffee Trail Run Sedot 700 Peserta, Erma Dorong Wisata dan Kopi Blitar Timur Naik Kelas

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Erma Susanti memadukan olahraga, wisata, dan kopi lokal ...
HEADLINE

Pompa Semangat Kader Jatim, Megawati Berpidato 2,5 Jam

SURABAYA – Ketua Umum PDI Perjuangan Hj Megawati Soekarnoputri memimpin konsolidasi internal DPD PDI Perjuangan ...
LEGISLATIF

Reses, Bambang Sutriyono Serap Aspirasi Warga Hal Pendidikan hingga Pertanian

BOJONEGORO — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi PDI Perjuangan, Bambang Sutriyono, menggelar reses ...