Rabu
01 Juli 2026 | 6 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Sidang Komisi, Kongres V PDIP Bahas Intoleransi dan Radikalisme

pdip-jatim-djarot-saiful

DENPASAR – Masalah intoleransi dan radikalisme menjadi salah satu tema penting yang dibahas dalam sidang komisi di Kongres V PDI Perjuangan di Bali, Jumat (9/8/2019). Pasalnya, dua masalah itu berpotensi memecah belah bangsa.

“Masyarakat Indonesia Berketuhanan Yang Maha Esa, sehingga ada toleransi. Salah satu tantangannya sila pertama itu kan intoleransi gara-gara pemilu, gara-gara pilkada,” kata Ketua Sidang Komisi I PDIP Djarot Saiful Hidayat.

Dia lalu menyinggung pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menyorot tentang masalah perbedaan. Megawati, terang Djarot, mengatakan kalau perbedaan tersebut tidak harus dimaknai dengan permusuhan. 

“Makanya dalam pilkada kemarin Bu Mega kan menyitir pidato Bung Karno kalau dalam demokrasi itu selalu ada toleransi. Boleh kita berbeda-beda tapi harus toleran tanpa mencaci memaki, memfitnah, menyebarkan hoaks,” ujarnya.

Apalagi, bangsa Indonesia itu menjunjung tinggi agama, dan semua agama melarang perbuatan mencaci, memfitnah dan berbohong. “Semua agama melarang itu. Sehingga tinggal bagaimana kita memberikan contoh-contoh,” kata dia.

Djarot menyebutkan, pihaknya juga membahas cara mewujudkan trisakti Bung Karno. Apalagi saat ini menurutnya banyak ancaman-ancaman yang bisa menggerus persatuan bangsa. 

“Komisi I membahas hal-hal itu termasuk membahas ideologi Pancasila dan trisakti itu masuk dalam kebijakan pembangunan bernegara. Karena kita akan berusaha mewujudkan ideologi trisaktinya Bung Karno itu, kemandirian, dan kepribadian dan bela negara,” jelas Djarot.

Masalah-masalah itu diajukan oleh para utusan yang merasakan dampaknya langsung di lapangan. “Bagaimana intoleransi, ujaran kebencian, kemudian politik identitas itu masif ditebarkan, terutama tadi di Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.

Djarot juga memerintahkan para kader PDIP bergerak ke organisasi-organisasi lain untuk menyosialisasikan mengenai trisakti dan Pancasila. Diharapkan hal-hal yang menggerus persatuan bisa diminimalisir.

“Kita perintahkan ke para kader yang muslim masuklah ke organisasi-organisasi ini, NU masuk NU, Muhammadiyah masuk Muhammadiyah, kalau Kristen yang HKBP ya masuk ke situ. Sehingga betul-betul semua dalam kemasyarakatan itu benar-benar di dalam tata kehidupannya mencerminkan ideologi Pancasila,” ujarnya. (tof)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Ratusan Pecatur Muda Gresik Berlaga di Soekarno Cup 2

GRESIK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik menggelar turnamen Catur Soekarno Cup 2 Gresik Junior Chess Fighter ...
KRONIK

Banggar DPR Sepakati Anggaran Sekolah Swasta Gratis pada RAPBN 2027

JAKARTA – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI resmi menyepakati tindak lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor ...
KRONIK

Menghidupkan Marhaenisme di Hutan Jono: Saat Gotong Royong Petani Menjinakkan Paceklik Ekonomi

BOJONEGORO – Di tengah bayang-bayang pelemahan ekonomi dan penurunan daya beli yang kian menjepit masyarakat bawah, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Kota Batu Minta Tiga Raperda Strategis Segera Diimplementasikan

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu meminta tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis yang telah ...
KABAR CABANG

Airlangga Pribadi: Tantangan Kemerdekaan Kini Hadir dalam Ketimpangan Ekonomi Digital

Airlangga Pribadi Kusuma menilai tantangan kemerdekaan Indonesia kini hadir dalam ketimpangan ekonomi digital. ...
KRONIK

Pawai Muharram Sumenep, Ajang Pembentukan Karakter Generasi Muda

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melapas Pawai Muharram 1448 Hijriah di depan Labang Mesem, pada ...